Latest Posts
SORE itu, Kamis di minggu pertama Juli, kala saya menjalankan tugas jurnalistik tentang Dampak Depresiasi Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dari kacamata pengusaha, dengan menjadikan Ketua Kadin Batam yang juga Sekjen PB ISSI,bapak Jadi Rajagukguk di kantornya di kawasan Batamcenter. Di sela-sela wawancara yang seperti bincang-bincang itu, beliau menyebutkan bahwa Batam kembali memproduksi film berkulitas bergenre zaman dulu.
"Buffalo Boys judulnya," ujar pak Jadi sambil menunjukkan link trailer filmnya kepadaku.
Latarnya tak asing. Ada beberapa setting lokasi yang sudah pernah saya kunjungi sebelumnya di kawasan Nongsa. "Oh jelas, karena film itu produksi Kinema Studio dengan Mike Wiluan sebagai sutradara," jelas pak Jadi.
Melihat setting trailernya, saya diingatkan dengan poster film Zorro di masa saya anak-anak. Keren banget!!! Ternyata Batam, Pulau Terluar Indonesia itu sudah mampu memproduksi film dengan kualitas kece badai sekelas Hollywood. _Nggak heran, sudah tahu lama juga_
Jadi, (sekilas lalu saja ya,ntar cerita lengkapnya tonton di bioskop saja) film ini mengisahkan dua saudara yang ingin membalaskan dendam ayah mereka yang seorang sultan setelah bertahun-tahun diasingkan Wild West America.
Demi membalaskan dendam, kedua ningrat itu kembali ke Java (Jawa).
Film ini akan mengajak kita sebagai penonton, traveling ke masa lampau karena mengangkat latar Negara Hindia Belanda (Indonesia) tahun 1800-an. Pengambilan melibatkan beberapa lo
kasi gambar di pulau Jawa dan di kawasan Nongsa, serta Infinite Studios di Batam.Film ini layak tonton. Kenapa? karena menampilkan keindahan alam Indonesia sebagai latar belakangnya, dan alur ceritanya yang juga tak lepas dari kisah hubungan dua anak manusia.
Film ini sendiri, digarap tim produksi dan talenta kreatif dari berbagai negara. Seperti Singapura, Indonesia, Thailand, dan Australia. Dipimpin sutradara Mike Wiluan, Buffalo Boys merupakan suatu kolaborasi perfilman berjiwa Asia Tenggara.
Penasaran dengan film ini? Anda bisa menikmatinya di bioskop di seluruh Indoenesia mulai 19 Juli mendatang.
Bocoran neh: jadi ternyata, Film Buffalo Boys ini telah tayang premier pada 14 Juli kemarin di Festival Film Fantasia di Montreal, Kanada, dan sehari berselang, ditayangkan di Festival Film New York. Sebuah kebanggaan kan? film produksi Batam berjaya di dua negara besar di Amerika Utara.
Prestasi ini, tentu saja tak lepas dari tangan dingin Mike Wiluan selaku sutradara, penulis skenario dan juga bahkan sebagai salah satu cameo di dalam film garapannya tersebut. World premier ini dihadiri juga oleh Mike Wiliam dan co-writer Rayya Makarim. Sedangkan Pevita Pearce menjadi satu-satunya artis pemain yang hadir di world premiere Buffalo Boys, di Fantasia International Film Festival.
Film ini juga, dibintangi oleh Ario Bayu, Zack Lee, Mikha Tambayong, Happy Salma, dan pemain lainnya.
NOTED: Sebagai kota tempat produksi, Batam mendapat kehormatan Screening, Sabtu (21/7) di Mega Mall Batam Centre deh. So, siapkan waktumu pukul 14.00 WIB ya, siapa tahu bisa kesempatan foto bareng ama sutradara nan kece Mike Wiluan dan Zack Lee papanya Mikaila Lee yang juga tak kalah kece. Siapkan pertanyaan seputar film ini deh, tanyakan ke mereka, dannnnn dengar langsung penjelasan para pemainnya tentang behind the scene-nya ya. See you there!!! ***

PERJALANANKU ke Jepang menyimpan banyak kenangan tak terlupakan. Negeri di Timur Matahari ini sukses membuatku terpukau atas keramahan, tata krama, dan serba keteraturannya.

Warganya, saat jam kerja, terlihat serius banget. Ini bisa diperhatikan di berbagai stasiun. Mereka akan antri teratur dengan wajah flat. Ada juga yang menunduk sambil membuka ponsel. Lalu saat kereta datang, dengan tertib mereka masuk, lalu sampai stasiun tujuan, keluar terburu-buru. Mayoritas mereka selalu diburu waktu.
Namun, cobalah menyapa mereka. Wajah flat itu akan berubah ramah kembali menyapa dengan jawaban khas hai'. Ini yang saya perhatikan selama di sana. Belum sekali pun saya failed kala menyapa mereka saat menanyakan alamat atau karena tersesat. Nggak di Tokyo, nggak di Kyoto, atau bahkan di Osaka.

Baca juga: Petualangan Menyaksikan Jurassic World di Universal Studios Singapura
 
Namun, seramah-ramahnya mereka, kita sebagai pendatang perlu juga memperhatikan tata krama yang berlaku di sana kan? Sama seperti kita di Indonesia yang mengenal Di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung. Peribahasa ini juga berlaku di Jepang. Atau bahkan di negara mana pun di dunia ini yang kita kunjungi. Budayakan act like a local.








Nah, bagi para rekan traveler yang ada kerinduan mau ke Jepang, perlu perhatikan tata krama ini:
 
a. Tertib di stasiun. Ini saya alami kala hari kedua di Jepang. Dari stasiun Shinagawa menuju stasiun Shinjuku atau hari ke lima dari Minami Senju menuju Akihabara. Nah turun tangga menuju stasiun, sangat ramai sekali. Sementara tangga di sebelahnya kosong melompong.
"Lha kok ramai begini, kok mau banget sih sesak-sesakan hanya dari satu tangga ini saja, sementara di sebelahnya malah kosong melompong. Kenapa nggak digunakan itu saja untuk mengurai daripada sesak-sesakan begini," pikirku.
Ternyata oh ternyata, jalur turun digunakan semestinya untuk turun, dan tangga di sebelahnya sebagai tangga jalur naik, digunakan semestinya naik. Jadi meski seabreg-abreg pengguna stasiun yang turun, tak satu pun warganya yang azas manfaat turun dari tangga naik. Kalau pun ada, dipastikan itu bukan warga Jepang.
Yakin deh. :) 
Lalu tetiba kebayang dong stasiun Tanah Abang. Yang kalau pagi, saya nggak ngerti mana jalur tangga naik, mau pun jalur tangga turun saking ramainya pengguna. Jalur naik dijadikan jalur turun, demikian sebaliknya, sehingga tubuh yang (walaupun agak) gendut ini jadinya tergencet ke arah dinding stasiun sambil kekeup tas di dada karena takut jadi korban copet juga.
Di setiap stasiun kereta di negaranya babang Shun Oguri ini, boleh dikatakan lebih banyak tangga daripada eskalator. Terus, rute atau line interchange-nya agak jauh meski berada dalam satu stasiun. Pantesan warga Jepang kurus-kurus ya? jarang saya lihat yang gemuk, karena mereka kebanyakan jalan kali ya. _Lirik badan sendiri. Kapan kurusnya ya baiiim_

b. Menunggu Kereta atau bus. Saat menunggu kereta, se-crowded-nya stasiun atau halte, tidak ada yang namanya dorong-dorongan. Para warganya sangat tertib untuk antri di kiri dan kanan pintu masuk kereta. Mereka memberi laluan kepada penumpang yang akan keluar. Kalau di Singapura ada di kasih tanda miring di kiri kanan untuk penumpang antri, nah kalau di Jepang, tak ada seperti itu. Hanya dikasih tanda garis lurus sepanjang batas stasiun ke kereta. Itu pun mereka tertib banget. Jadi nanti kala menunggu kereta di sana, jangan slebor ya manteman, budayakan antri dengan tertib.

c. Cara makan. Jepang sangat menghargai hal sekecil apa pun. Kalau di Indonesia kita makan tanpa bersuara baru dianggap sopan, kalau bisa jangan terdengar kalau kita lagi mengunyah (Apalagi di depan calon mertua). Nah, berbeda dengan di Jepang. Saat kita makan, misalkan ramen, sebaiknya kita menikmatinya dengan cara menyeruput sambil mengeluarkan bunyi. Saat kita menikmatinya dengan bersuara, itu artinya kita menikmati makanan tersebut dan secara langsung menyatakannya enak. Demikian juga saat makan nasi dari mangkok, ada kebiasaan Japanese memegang mangkoknya saat mengambil nasi, sebelum menyuapnya ke mulut. Jadi ternyata, cara ini mereka gunakan baik anak-anak maupun dewasa, tidak ada makna di dalamnya, hanya sekedar supaya mencegah nasi jatuh. See? Mereka sangat menghargai alam dan petani dengan manners seperti itu. Ya memang harusnya begitu ya? nasi atau apapun makanan lainnya jangan dibuang-buang.
Lihat bedanya teman Jepang makan dengan kami wong Indonesia.
Paket soba dingin dan nasi ayam karaage yang saya pesan di salah satu restoran di Fukui.
Demikian juga halnya di restoran pada umumnya. Di sini, mayoritas self-service. Saat kita memesan FnB, pesanan akan diberikan di atas nampan. Lalu kita membawanya ke meja yang telah tersedia, menikmatinya. Selesai, lantas kita sendirilah yang mengembalikan nampan tersebut, membersihkan meja bekas tempat kita makan juga. Kan kebiasan di Indonesia kita dilayani, kalau di Jepang, sebaiknya lupakan kegiatan kita dilayani. Meski kadang, ada beberapa restoran juga yang melayani para tamunya. Tapi umumnya, lebih banyak yang self-service. _Jadi kak, kalau sudah selesai makan, jangan langsung main tinggal ya? Sebaiknya kembalikan itu nampan ke loket khusus atau ke staf penjual makanannya. Jangan malu-maluin kaya rekan senegara yang sudah -sudah. Sudahlah ribut banget, sehabis makan main acara tinggal pula. Hellooooo girls!!! Bener sik turis yang lagi traveling tapi jangan kaya.... ah sudahlah. Maaf hampir kambuh nyinyirku kak_

d. Etika bertamu. Di sini, saya berkesempatan mengunjungi rumah sahabat di Kawasaki. Mereka menjemputku dari penginapan di Tokyo. Menghabiskan sore di Odaiba, Teluk Tokyo sebelum bertolak ke rumahnya. Rumahnya berada di kawasan elit. Saat membuka pintu, Sahabatku yang bersuamikan Jepang itu mempersilakanku masuk. Buka sepatu dong di genkan, lalu meletakkannya. Lalu tiba-tiba, sahabatku itu mengubah letak sepatuku. Yang tadinya ujungnya ke arah pintu masuk, dia mengubahnya mengarah ke pintu ke luar. "Biar nanti kamu pas pulang, bisa langsung pakai sepatu tanpa harus menunduk. Saya juga diajari mertuaku," ujarnya sambil meberikanku sandal kain yang lembut. Rupanya, itu khusus sandal rumah.
"Apakah mayoritas warga Jepang seperti ini San?" tanyaku. "Iya. Kita akan melakukan seperti ini kala bertamu. Khusus sandal, kalau nggak ada, umumnya memakai kaus kaki khusus di rumah," ungkapnya. Lagi-lagi, saya salut.

e. Buang Sampah. Kalau di Indonesia, punya satu keranjang/tong sampah untuk semua. Nah di Jepang beda. Kaget banget pas mau buang sampah di Osaka. Di salah satu taman Umeda Sky Building, berjejer lima tong sampah yang di atasnya dikasih keterangan jenis sampah dengan kartun lucu. Bagi orang Indonesia yang baru pertama kali melihat itu seperti saya ini, menganggapnya seperti keajaiban dong, sambil mikir: coba ini di Indonesia, bisa-bisa hilang ini tong sampah. hahaha. Habisnya keren banget.
Agak mengherankan memang, tempat pembuangan styrofoam beda, tempat buang botol plastik beda, tempat buang botol kaca beda, dannnnnn tempat buang sampah organik, bahkan kertas makanan dan bahkan tissu juga beda. Jadi, sebaiknya, kalau kamu baru perdana ke Jepang, pas mau buang sampah,lihat-lihat gambar di tongnya dulu ya, biar nggak salah buang.

f. Minta bantuan. Sebagai pendatang di negara kanji, kita kerap kesulitan membaca peta, atau bahkan kadang tersesat menuju tujuan. Kita perlu minta bantuan kepada warga lokal. Sebaiknya, saat minta bantuan ini, awali dengan kalimat Sumimasen (maaf, permisi), lalu bertanyalah. Setelah itu, ucapkan Arigatou (terimakasih) sambil membungkuk. Itu menunjukkan ketulusan.

Ketemu duo Japan, Misha-chan dan Akiko-chan yang baik banget nganter saya dari Sumida River menuju penginapan di Fukudaya. Mereka tahu saat itu saya jalan sendiri dan berasal dari Indonesia, mereka bilang 'sugoi' lalu minta selfie bareng. Foto ini saya terima dari Akiko sesampai saya di Indonesia. Kami berteman hingga kini. i thank God.

Demikian halnya juga saat kita minta tolong supaya mereka memotret kita di lokasi wisata. Sebaiknya, tanyakan dengan kalimat yang halus. "Dapatkan Anda memotret saya di sini sebentar saja?" Umumnya, mereka mau . Tapi jangan keterusan. Orang Jepang itu sangat terbiasa mandiri. Sangat beretika, bahkan untuk hal sekecil minta tolong untuk memotret tersebut. Mereka sangat jarang menolak, tapi kita sebagai pendatang, harus tahu batas-batasan ini.

Percayalah, saat minta bantuan, orang Jepang sangat all out membantu. Tapi perlu kita ingat, tahu batasan, dan jangan sampai membuang waktu mereka. Waktu bagi mereka, sangat berharga. ***
Tiranosaurus-rex itu mendadak keluar dari kandang tempat ia diteliti. Suaranya menggelegar berbarengan dengan timbulnya asap dari pintu yang menghalanginya. Kepalanya yang besar dan giginya yang tajam siap menyerang siapa saja. Terasa mengerikan.
Sebelum kekacauan di laboratorium Jurassic World itu terjadi, Elizabeth, perempuan semampai berkacamata yang menjabat Direktur Operasional Jurassic World dengan bangga memperkenalkan keberhasilan penelitian mereka terkait hewan purbakala yang hidup sekitar 230 juta tahun yang lalu tersebut.

"Coba bayangkan hewan purbakala di Zaman Trias bisa kembali hidup di zaman ini, dan kami dengan bangga memperkenalkan taman Jurassic World ini," ujar Elizabeth kepada pengunjung.
Elizabeth and Miles
Tak berapa lama, muncul Miles, Kepala Keamanan Jurassic World ditemani dua asisten berpakaian militer. Di sana, mereka bertugas menjaga kestabilan laboratorium, dan melaporkan berbagai kejadian kepada Elizabeth.

Di saat dengan bangganya Elizabeth memperkenalkan taman terbarunya tersebut dengan keamanan maksimal, dimana para pengunjung yang penasaran akan kehidupan hewan purban ini bisa melihat lebih dekat. Tiba-tiba seorang asisten laboratorium perempuan tak sengaja menekan tombol emergency shutdown. Kekacauan pun terjadi.

Suara auman para hewan seperti velociraptor dan tiranosaurus-rex atau yang lebih dikenal dengan t-rex langsung menggelegar, memekik mengerikan. Laboratorium heboh. Akibat suara auman itu, puluhan Pteranodon, burung zaman purbakala juga turut keluar dan menyerang para petugas laboratorium dan juga para pengunjung yang menyaksikan pertunjukan tersebut.

Untung saja, Miles yang sudah berpengalaman menjinakkan para raptor itu, bisa berhasil mengamankan situasi.

Tenang!!! kejadian yang seolah nyata ini tak lebih dari sebuah pertunjukan live yang saya saksikan di taman terbuka Hollywood Lagoon stage di Universal Studios Singapura (USS). Program Jurassic World: Explore and Roar di Universal Studios Singapura ini pertama sekali dibuka untuk publik mulai Sabtu (2/6) lalu. Berlaku setiap hari pada pukul 13.30, 16.00, dan 18.30 waktu Singapura. Khusus Jumat dan Sabtu, ada jam tambahan pukul 21.00 PM.
Taman hiburan dan bermain terbesar di Asia Tenggara ini memang selalu kreatif menciptakan wahana dan program terbaru untuk memanjakan pengunjungnya dari berbagai negara. Saya sendiri tak pernah bosan mengeksplorasinya. Sampai dua kali berganti paspor, tetap saja saya belum bisa mencoba semua wahana yang ada di Negeri Singa ini saking banyaknya.

Nah, sempena peluncuran film Jurassic World: Fallen Kingdom yang dibintangi Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard, Universal Pictures menggandeng Universal Studio menciptakan program permainan seru zaman purbakala yang melibatkan pengunjung. Saya berkesempatan merasakannya bersama ratusan media dan bloggger antar negara terlebih dahulu.

Selain pertunjukan live drama Jurassic World:Roar itu, saya juga menikmati program lainnya, yakni melatih raptor alias mengikuti kelas Raptor Training School di wahana The Lost World. Di sini, saya belajar mengenai bagaimana cara menaklukkan hewan bersejarah ini. Dipertemukan langsung dengan T-rex, setelah terlebih dahulu dimentori sang master trainer, Wyatt yang asyik.
Me as a student raptor training school. Bagaimana bisa menjinakkan hewan purbakala yang buas ini dengan mimik tertawa? Wyatt serius, saya tahan ngakak. Murid apaan begitu? lol. Picture taken by Dejiki.
Oh ya, setiap murid yang mengikuti raptor training ini akan diberikan rompi Jurassic World yang coklat khas seragam Pramuka SMA di Negeri tercinta ini. Selain itu dikasih pula gelang alat pencet seperti counter. Alat itu yang kita pencet untuk memanggil T-rex.

"Gerakkan tanganmu, tekan alat yang saya berikan kala memanggil T-rex mendekat. Do not worry, kamu bisa menjinakkannya. Tekan saja alat ini sekali untuk dia mendekat, tekan tiga kali untuk dia berhenti. Ini cara bagaimana kamu bisa menjinakkan si T-rex dengan tangan. Mari kita mulai," ujar Wyatt dan saya langsung mengikutinya.

Dikarenakan tempat yang terbatas, setiap sesi raptor training school ini sangat dibatasi. Beruntung saya salah tiga dari lima tamu khusus Indonesia yang diundang ikut. Dalam sesi ini, saya training bersama media dan blogger dari Vietnam dan Tiongkok.

Maka jadilah, selama training yang memakan waktu tak kurang dari 20 menit ini, dua tangan difungsikan untuk menjinakkan t-rex yang terkenal garang dan ganas. "Tekan tombol alat yang ada di tangan kananmu sekali, panggil t-rex dengan tangan kirimu. Apabila dia berlari ke arahmu dan mau menerkammu, ambil ancang-ancang, arahkan tangan kirimu, kepal jarimu, putar ke kanan dan ke kiri. Ajak dia relaks," ujar Wyatt mengajariku.
Saya terhadap t-rex: Sini kau? kau pikir aku taku takut? Trus raptornya balas: mentang-mentang ada dekingmu di sebelah.. haha. Picture taken by Dejiki
Semudah itu mengajari salah satu hewan ganas dan berbahaya di periode Jura, sekitar 201 juta tahun lalu ini. Setelah beberapa saat menjinakkan raptor dan dia mulai anteng, akhirnya saya dinyatakan lulus. Yeayyyy!!! hahaa
Para peserta training yang lulus pun diberikan sertifikat. "Congratulations! This card certifies you as an official raptor trainer," ujar Wyatt sambil memberikan sertifikat tersebut.

Tak sembarangan. Sertifikat ini hanya diberikan kepada para peserta sekaligus pecinta Jurassic World yang pemberani. Selain mendapatkan pengalaman unik menaklukkan hewan velociraptor ini, Wyatt menyebutkan, kegiatan ini  diadakan bertujuan mendidik para penggemar muda hewan dinosaurus akan pentingnya komunikasi, rasa hormat, dan penghargaan antara seekor raptor dan pelatihnya. "Mendidik itu butuh keterampilan khusus. Ini edutainment, mendidik sekaligus menghibur," jelasnya.

Mengikuti training ini, jadwal pelatihannya berlangsung setiap Minggu- Kamis mulai pukul 12.00, 14.00, 16.15, 18.00. Sedangkan untuk Jumat dan Sabtu mulai pukul 12.00, 14.00, 16.30, 19.00 waktu Singapura.

Khusus Sabtu, ada sesi tambahan di jam 11.30 dan 19.30 waktu Singapura. Oh ya mengingat raptor training ini, tempatnya terbatas. Jadi peserta wajib mendaftarkan diri terlebih dulu untuk setiap sesi di US Singapura ini.

Selain dua program terbaru yang menyenangkan tersebut,ada juga program Jurassic encounter. Di sini, saya bersama pengunjung lainnya dapat melihat aksi kita sendiri di layar yang bersanding dengan aneka jenis hewan zaman purba seperti t-rex raksasa, triceratop, dan dinosaurus lainnya dari jarak dekat. Kita berdiri di the centre of circle, lalu melihat layar. Di layar itu para hewan purba mulai mendekati kita, nah di the centre of circle itu kita bergerak-gerak, tapi seolah kita sedang terperangkap di jalanan New York yang ramai.

Usai permainan ini, petugas USS akan mengirimkan kita video hasil permainan ini melalui email. Seru banget kann? bisa posting deh di media sosial.

Tak hanya ini saja sik, ada juga  hatched featuring dokter Rodney yang menghadirkan aksi menunggu menetasnya bayi velociraptor. Ini menjadi acara prasejarah pertama yang dihadirkan di US Singapore dan pastinya tidak akan terlupakan. Program ini berlangsung sampai 22 Agustus mendatang guys. Manfaatkan segera deh. Harga tiketnya bisa dilihat di postinganku sebelumnya ya? atau klik link di bawah ini deh.

Promo Harga Menikmati Pertunjukan Jurassic World di Universal Studios Singapura

Dengan harga spesial ini, para pengunjung Indonesia juga sudah bisa menikmati makanan prasejarah seperti T.rex stacker dan Isla nublar's blommers di salah satu restoran ikonik USS.
Seluruh program spesial Jurassic World:Explore & Roar ini sudah termasuk ke dalam tiket masuk. Bagi penggemar wahana adrenalin, bisa melanjutkan petualangannya dengan berbagai atraksi kelas dunia lainnya seperti Jurassic Park Rapids Adventure, Canopy Flyer, Transformers, Galactica, dan lain-lainnya.

Selain menikmati permainan Jurassic World yang baru ini, saya juga ikut dong menaiki wahana Jurassic Park, berpetualang di air sambil menyaksikan kehidupan hewan jura di tamannya, lalu terperangkap di tempat gelap, naik lift hingga dijatuhkan ke air yang bikin tas sama semua basah. Siakul!!! mana nggak bawa baju ganti lagi. Sudah ah!!! bye..
***
USS - Jurassic World Explore & Roar. Pict by RWS Singapore.
JLEB!!! bijimana ceritanya kita bisa melatih dinosaurus? Itu kan binatang di zaman purba. Bagaimana bisa ia hidup di masa sekarang? pakai acara melatihnya pula. Eits tunggu dulu. Bisa dong dia hidup di masa sekarang. Datang saja ke Resort World Sentosa atau RWS di Singapura. Di sini, segala sesuatu menjadi mungkin bisa kita nikmati.

RWS Singapura merupakan pulau buatan dengan lahan seluas 49 hektare. Seluruh lahannya dipakai sebagai objek atau wahana wisata dari berbagai atraksi world class. Sebut saja Universal Studios Singapore dengan bila dunianya yang tersohor itu. Ada juga S.E.A Aquarium, Dolphin island, hingga Adventure cove waterpark. Lewat atraksi besar ini, kawasan ini pun dijadikan sebagai destinasi unggulan di Asia yang sekaligus juga memiliki berbagai resort mewah dengan enam hotel pilihan.

Nah, menyambut libur sekolah dan juga libur lebaran ini, resort yang dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan Genting Singapore, grup dari Genting ini menghadirkan program atraksi terbaru mereka untuk seluruh pengunjung.

Ada pun atraksi baru yang akan resmi dibuka Juni mendatang itu yaitu:
  • Jurassic World Explore and Roar. Atraksi ini dibuat sedrama mungkin seolah bumi ini masih dikuasai para mahluk purba mulai 2 Juni hingga 22 Agustus mendatang. Pengunjung akan dibuat mengeksplorasi berbagai jenis hewan zaman purba. Keseruan akan dimulai saat Velociraptor, Pteranodon, dan T-Rex si raksasa lepas dan berlarian secara live di jalanan Hollywood, New York. Selain itu, para pengunjung di sini juga akan mendapat pelatihan cara menghadapi predator zaman purba ini. Siapkah nyalimu? Demi foto instagram cetar, siap tak siap harus siap ya kan.. _Tak cium nanti Dinosaurusnya_  
  • S.E.A. Aquarium - Ocean Fest - Character Dupi and Plastic Pete in Underwater Show. Picture by RWS Singapore.
  •  Ocean Fest di S.E.A Aquarium. Ini tempat favoritnya saya kalau berkunjung ke RWS. Bisa habisin waktu seharian dimari dari mulai petualangan jalur sutra hingga tenggelamnya kapal Laksanama Ceng Ho, dan melihat langsung ribuan satwa laut di dalamnya. Tapi kali ini, di pertengahan 2018 ini, untuk memperingati hari laut se-dunia, pengunjung bisa mengeksplorasi eco-market laut. Ini kali pertama diadakan di Singapura lho guys, dimana selama eco-market ini, kita bisa menemukan instalasi seni mendidik yang menggugah pikiran. dimana para investigator belia bisa melawan tindak kejahatan di laut dengan membekuk penjahat yang menyebabkan polusi laut di Ocean Fest!, S.E.A. Aquarium. Tak hanya itu, kalangan muda dan para pecinta kegiatan outdoor juga bisa bermain air dengan beberapa tantangan game yang menarik di Splash Bash, Adventure Cove Waterpark, sedangkan calon pelaut bisa bertemu penjelajah National Geographic, Erika Bergman di the Maritime Experiential Museum dan terinspirasi oleh beragam ekspedisinya. Seru banget kannnnn.
    Adventure Cove Waterpark's Splash Bash - Flamingo Race. Picture by RWS Singapore.
  •  The Flamingo Race. Kamu termasuk yang kuat? suka bermain air? yuk ikut lomba ini. Kita nanti akan duduk di atas burung flamingo raksasa berwarna pink, lalu mengayuhnya hingga mencapai garis finish. Ah cuma itu doang? gampanglah kalau cuma mencapai garis finish. Eits, kamu mengayuhnya di tengah gelombang Bluwater ray yang siap menghempasmu dengan mantjah ala Syahrini tauuuu. Disarankan sik, ikut racing ini bareng pasangan, atau minimal sahabatlah. Klo toh masih jomblo, ke sana sendiri, ngenes banget. _Sabar ya mblo_
Bagi pecinta wisata atraksi. Nggak ada salahnya berkunjung ke RWS Singapura ini dan menikmati aneka jenis permainan baru demi pengalaman baru. Bayangin kamu bisa melatih dinosaurus, mengatasi kejahatan di laut, menyelam di antara percikannya juga. Selain itu, tak hanya sekedar bermain saja, tapi juga berkonsep pendidikan juga. Ya edutainment gitu deh. Ah pokoknya terbaik deh.

"Saya tertarik. Gimana sik kak untuk mendapatkan tiket ke RWS ini?" Nah, tiket masuknya, khusus pengunjung dari Indonesia, silakan lihat keterangan di bawah ini ya.
Sampai ketemu di sana Juni nanti ya guys. Salam catatan traveler. ***
BANGUNAN putih berstruktur segi delapan yang dilengkapi tiang-tiang bulat itu berdiri kokoh di pusat Hill Street yang ramai. Desain bangunannya klasik. Kawasannya, kontras dengan bangunan di sekelilingnya yang sudah mulai banyak dipadati bangunan tinggi, khas negara Kota Singapura.

Bangunan ini dikenal dengan Armenian Church Singapore, atau Gereja Armenian Santo Gregorius sang Illuminator. Ini menjadi gereja tertua di Singapura yang berdiri pada 1835 lalu atau 16 tahun setelah Inggris menduduki Temasek, Singapura kini. Tahun berdiri ini diperkuat dengan angka 1835 yang terukir di bagian dinding atas bangunan luar gereja.
Kawasan Gereja Armenia ini terdiri dari dua bangunan utama, yakni gereja dan rumah pendeta yang juga berfungsi sebagai ruang galeri dan kantor administrasi gereja. Bangunannya berbentuk klasik khas Melayu. Semuanya bercat putih. Rumah ini menjadi pertanda bahwa Singapura, pernah berada di bawah pemerintahan Kesultanan Johor, sebelum pada 1819, diambil alih oleh Sir Thomas Stamford dari Inggris.

Awalnya, saya sempat mau membatalkan masuk ke kawasan gereja ini, karena di pagar masuknya terpampang peringatan: Dilarang masuk, khususnya yang mau mengadakan foto pre-wedding atau pun bagi mereka yang mengambil foto untuk kepentingan komersial.

Namun, ada satu lagi tulisan yang tergantung di halaman gereja, sebelah kanan gerbang masuk: 'Armenian Church of St Gregory The Illuminator. Bebas bagi siapa pun mengunjungi gereja ini, tapi mohon jaga kesopanan dan suara supaya tidak mengganggu umat yang sedang berdoa'. Memang, gereja aliran apostolik, bagian dari ortodoks seperti Gereja Armenia ini sangat terkenal dengan keheningan dan keteraturan liturginya saat beribadah.
Mengunjungi kawasan gereja ini, suasana teduh langsung terasa karena sebagian besar kawasannya ditumbuhi aneka pohon dan rumput hijau. Di sebelah kirinya, terdapat beberapa patung hitam yang mengisahkan kisah sengsara Yesus memangku salib. Sementara di sebelah kanan, di beberapa teras gereja yang dipisahkan tiang bulat, terletak begitu saja patung besi malaikat yang diyakini Santo Gregori. Patung malaikat duduk itu sudah sangat tua dan hitam. Tak hanya itu, di kawasan gereja ini juga terdapat puluhan burung merpati yang sangat bersahabat dengan pengunjung.
Kalau biasanya pintu masuk utama gereja berada di depan yang berhadapan langsung dengan jalan. Tapi tidak dengan gereja ini. Bangunan belakangnya yang berhadapan langsung dengan jalan raya Coleman, dimana di dalamnya, langsung altar utama dengan kubah tinggi. Pintu utama gereja dengan dua pintu samping, justru di bagian tengah halaman, yang berdampingan langsung dengan rumah pendeta di sebelah kiri, dan makam atau memorial garden di bagian kanan.

Sore itu, di depan pintu gereja, terdapat pasangan oriental yang tengah menunggu umat lainnya selesai berdoa di gereja. Sebelum mereka, ada seorang ayah dan dua anaknya yang tengah terburu-buru masuk ke gereja. Mereka langsung duduk di kursi kedua dari belakang dan mengikuti liturgi yang di hadapan mereka tertempel lukisan The Last Supper. Berdasarkan laman resmi www.armeniansinasia.org, gereja ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 18.00 waktu Singapura.

Berdasarkan informasi gereja, arsitektur gereja ini dibangun seorang Irlandia, George Drumgold Coleman. Rancang bangunnya, ia tiru persis mengikuti gereja apostolik mula-mula Armenia di St Gregory di Kota Echmiadzin. Nama Coleman sendiri tak asing di sejarah arsitektur pembangunan Singapura, karena ia salah satu insinyur teknik sipil terkenal di sana di zaman koloni Inggris. Ada beberapa bangunan hasil karyanya yang masih eksis hingga saat ini, seperti istana Kampung Gelam, dan gedung Parlemen Singapura.
Selain bangunan, yang menarik dari kawasan gereja ini adalah beberapa kuburan di dalamnya yang membentuk setengah lingkaran. Meski kuburan, tapi tidak ada kesan horor, melainkan seperti sebuah taman karena di sekitarnya terdapat kursi taman putih khas rumah klasik. Di bagian tengah taman itu terdapat tugu peringatan untuk menghormati komunitas kecil Armenia di Singapura.
Kawasan taman di bagian dalam ini sangat tenang dan damai. Cuitan puluhan burung merpati di tamannya mampu mengalahkan kebisingan kota di sekilingnya. Saya memilih membaca satu per satu nama nisan yang terdapat di taman tersebut. Nisan itu terdiri dari dua bahasa, yakni Bahasa Armenia yang rada mirip aksara sirilik Rusia dan juga Bahasa Inggris.

Ternyata dalam perkembangannya, kemajuan Singapura juga dipengaruhi oleh komunitas Armenia. Sebut saja, di memorial garden gereja ini, terdapat beberapa nisan para orang berpengaruh Singapura pada zamannya. Sebut saja Catchik Moses, pendiri Straits Times yang menjadi cikal bakal surat kabar Singapura hingga kini. Dalam nisannya, disebutkan Moses dilahirkan di Basra, Armenia 1812 dan meninggal di Singapura pada 1895.

Semasa hidupnya, Catchik Moses adalah seorang pedagang. Sebagai perantau di Singapura, ia bersama temannya Martyrose Apcar, mendirikan surat kabar lokal The Straits Times. Namun setahun kemudian, teoatnya pada 15 Juli 1845, ia menjual surat kabar tersebut ke Pemerintahan Inggris di Singapura dan berubah nama menjadi The Straits Times and Singapore Journal of Commerce.

Awalnya Moses dimakamkan di Pemakaman Bukit Timah. Namun oleh komunitas Armenia Singapura, nisannya kemudian dipindahkan ke kawasan gereja pada 1970 lalu.

Tak hanya Moses. Di taman gereja itu juga terdapat nisan Agnes Joaquim, seorang perempuan keturunan Armenia, berkebangsaan Inggris, yang dilahirkan di Singapura. Pemilik nama asli Ashkhen Hovakimian inilah yang menjadikan Anggrek (Singapore vanda orchidacae) menjadi bunga nasional Singapura. Tak hanya mereka, The Sarkies Brothers, pendiri hotel besar di Asia Tenggara zaman dulu juga, nisannya disemayamkan di taman gereja ini.
Eksplorasi penyebaran agama Kristen di Singapura sendiri dimulai sejak kota ini dijadikan koloni Inggris. Hal ini terlihat dari berbagai jenis gereja dengan arsitektur kolonial. Sebut saja Armenian Apostolic Church, St Andrew Cathedral Anglikan Church, dan gereja lainnya. Bangunan ini mengungkapkan penyebaran Kristen yang beranekaragam pada awal terbentuknya negara yang terletak di Selat Malaka ini.
Oh ya, untuk menuju kawasan Armenian Church ini, bisa diakses menggunakan transportasi publik MRT. Gunakan line hijau dari Bandara Internasional Changi, transit di Tanah Merah, lalu lanjut dengan tetap memilih line hijau menuju stasiun City Hall. Dari City Hall, pilih jalur exit D hingga menuju bangunan Stamford Theatre. Di seberang Stamford Theatre ini, sudah terdapat gereja bersejarah lainnya, yakni St Andrews Cathedral. Pilih jalan ke kiri hingga tiba perempatan, belok kiri, lurus ke belakang hingga tiba Coleman Street. Di sanalah terdapat bangunan gereja ini.
Bangunan ini juga sangat dekat dengan Esplanade park, Museum Pilateli Singapura, dan icon Singapura, Merlion park dan Marina Baysands. ***
Berbelanja online di Tokopedia kini membuat hidup nggak ribet.
PERASAAN baru kemarin banyak undangan buka puasa bareng ke berbagai hotel-hotel bahkan ke luar kota. Eh kok ini sudah mau hampir Ramadan lagi. Malah ini si Eby (temen traveling gua) sudah heboh pada mau traveling manfaatin libur Ramadan-Idul Fitri 2018 ini. Ramadan ini Ekstra banget yak? Ekstra cepat maksudnya. haha.. Buset dah. Kemana hari-hari ini berlalu? kue semprit sisa tahun baru saja belum habis, ini kok sudah mau Ramadan saja sik?

"Pergunakanlah waktu yang ada, sebab hari-hari ini jahat. Jangan khawatir akan hari esok, sebab hari esok mempunyai kesusahannya sendiri". Pernyataan ini mutlak dan sangat benar. Waktu atau hari-hari ini jahat saudara. Nggak ada ampun. Nggak ada tawar-menawar. Lewat ya lewat, tidak akan bisa diulang. Sama seperti Ramadan tahun lalu, tentu berbeda dengan Ramadan tahun 2018 ini. Kecuali bagi yang jomblo. Semua Ramadan akan sama baginya. _If you know what i mean_

Saya bukan seorang muslim. Namun, berada di lingkaran mayoritas membuatku sangat memahami dan menikmati suasana Ramadan ini. Setiap Ramadan tiba, kantor selalu menyediakan menu ta'jil untuk seluruh karyawannya selama sebulan penuh. Tak peduli apa agamanya. Demikian juga kala undangan Buka Puasa bersama dari rekan, kolega, atau malah merancang bukber bareng sahabat-sahabat dari multietnis dan agama yang berbeda, saya pasti selalu ikut. Mengapa? Karena disitulah letak keharmonisan dalam kemajemukannya. Perbedaan itulah yang merekatkan kita sebagai bangsa yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi satu jua, Unity in Diversity.

Kala Ramadan tiba, saya suka salut dengan teman-teman yang memanfaatkan ngabuburitnya dengan berbagai hal positif. Salah satunya berolahraga. Meski nggak setiap hari sik, cuma ya salut saja, sudah nggak makan dan minum dari pagi, tapi masih sanggup lari gituh. "Emang puasa cuma menahan lapar dan haus kak? Tapi juga melatih tubuh untuk menerima segala kekurangan dan melatihnya untuk bertindak normal meskipun puasa juga sik" ujar temanku. Wow, Ramadannya ekstra banget yak.

Selain berolahraga, kadang ada juga yang manfaatin ngabuburit usai jadwal ngantor dengan belanja, berburu barang diskon ke mall. Namun, untuk tahun ini, saya mau berbagi tips belanja keren tanpa perlu menghabiskan tenaga untuk berbelanja.

Kan zaman sudah berubah kak. Era digital kini datang. Beli softek atau pasta gigi kini sudah bisa secara online sambil kita leyeh-leyeh di depan tivi menunggu buka puasa, atau mengisi waktu mini traveling kemana gitu misalnya, tanpa perlu lagi khawatir 'aduh nanti Lebaran saya pakai baju apa, atau mau beli kue apa, tambah barang baru apa'. Udah fokus dengan kegiatanmu, ada waktu untuk belanja, pilih belanja online di e-commerce terpercaya saja.

Disitu kamu bebas memilih ribuan produk yang sesuai kebutuhanmu. Tak hanya itu, kamu bisa membandingkan harga juga, sehingga bisa mendapatkan barang kebutuhan dengan harga yang lebih hemat tentunya.

Nih, saya bagi tips belanja online hemat kebutuhan Ramadan Ekstra di Tokopedia :
  • Bandingkan harga setiap toko online. Memiliki banyak toko online berkualitas, Tokopedia memungkinkan kita membandingkan harga berbagai produk kebutuhan dengan mudah. Cukup cari produk sesuai kebutuhan, ribuan produk dengan berbagai harga siap untuk dibeli. Untuk menghemat pengeluaran belanja online saat Ramadan, cukup pilih produk dengan harga tepat sesuai kantong dengan spesifikasi yang pas.
  • Pilih produk berkualitas dari kreator lokal.  Ramadan Ekstra, bukan berarti harus selalu menggunakan barang branded dengan harga selangit. Tokopedia, e-commerce dengan produk terlengkap memiliki koleksi  berbagai produk hasil kreasi pengusaha lokal maupun brand terkenal dunia. Hemat pengeluaran belanja selama Ramadan dengan memilih produk lokal berkualitas dengan harga yang lebih miring tentu menjadi pilihan kan?
  • Fokus pada lokasi toko pembelian. Berbelanja online, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilihlah toko online yang lokasinya paling dekat dengan lokasi kita untuk mengurangi ongkir berlebihan. Di Tokopedia, kita dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga kita dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik.
  • Pilih cara pembayaran yang tepat. Salah satu kemudahan berbelanja online di Tokopedia adalah dalam hal pembayaran. Berbagai metode pembayaran dapat dilakukan, seperti Saldo Tokopedia, transfer bank, kartu kredit, cicilan, hingga pembayaran melalui minimarket. Memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan tentu dapat menghemat pengeluaran saat berbelanja online kan?
  • Pilih metode pengiriman paling efisien. Dalam melakukan pengiriman barang yang kita beli, Tokopedia memberikan beberapa alternatif pengiriman, mulai dari pengiriman secara konvensional hingga kurir instan melalui jasa transportasi online. Dalam memilih metode pengiriman ini, kita dapat membandingkan biaya ongkos kirim terbaik diantara metode pengiriman yang ada untuk menghemat belanja online kita.
  • Manfaatkan promo dan diskon. Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja online. Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi pembeli dalam menikmati bulan Ramadan tahun ini. Jadi, buat Ramadanmu kali ini makin Ekstra yak guys.
Mau makin Ekstra lagi? masih ada rahasia kejutan pada 25 Mei mendatang dari Tokopedia. Kejutan seperti apa yang bakal buat pengalaman belanja online di bulan Ramadan Ekstra ini jadi lebih spesial? Layaknya festival belanja online Black Friday, pokoknya tunggu saja deh.

Pantengin terus aplikasi Tokopedia kamu yaaa. Pokoknya Tokopedia, pilihan berbelanja online tanpa ribet, tanpa bohong, dan proses cepat deh. Enjoy guys. Selamat menyambut Ramadan yaaa. ***