Latest Posts
BANGUNAN putih berstruktur segi delapan yang dilengkapi tiang-tiang bulat itu berdiri kokoh di pusat Hill Street yang ramai. Desain bangunannya klasik. Kawasannya, kontras dengan bangunan di sekelilingnya yang sudah mulai banyak dipadati bangunan tinggi, khas negara Kota Singapura.

Bangunan ini dikenal dengan Armenian Church Singapore, atau Gereja Armenian Santo Gregorius sang Illuminator. Ini menjadi gereja tertua di Singapura yang berdiri pada 1835 lalu atau 16 tahun setelah Inggris menduduki Temasek, Singapura kini. Tahun berdiri ini diperkuat dengan angka 1835 yang terukir di bagian dinding atas bangunan luar gereja.
Kawasan Gereja Armenia ini terdiri dari dua bangunan utama, yakni gereja dan rumah pendeta yang juga berfungsi sebagai ruang galeri dan kantor administrasi gereja. Bangunannya berbentuk klasik khas Melayu. Semuanya bercat putih. Rumah ini menjadi pertanda bahwa Singapura, pernah berada di bawah pemerintahan Kesultanan Johor, sebelum pada 1819, diambil alih oleh Sir Thomas Stamford dari Inggris.

Awalnya, saya sempat mau membatalkan masuk ke kawasan gereja ini, karena di pagar masuknya terpampang peringatan: Dilarang masuk, khususnya yang mau mengadakan foto pre-wedding atau pun bagi mereka yang mengambil foto untuk kepentingan komersial.

Namun, ada satu lagi tulisan yang tergantung di halaman gereja, sebelah kanan gerbang masuk: 'Armenian Church of St Gregory The Illuminator. Bebas bagi siapa pun mengunjungi gereja ini, tapi mohon jaga kesopanan dan suara supaya tidak mengganggu umat yang sedang berdoa'. Memang, gereja aliran apostolik, bagian dari ortodoks seperti Gereja Armenia ini sangat terkenal dengan keheningan dan keteraturan liturginya saat beribadah.
Mengunjungi kawasan gereja ini, suasana teduh langsung terasa karena sebagian besar kawasannya ditumbuhi aneka pohon dan rumput hijau. Di sebelah kirinya, terdapat beberapa patung hitam yang mengisahkan kisah sengsara Yesus memangku salib. Sementara di sebelah kanan, di beberapa teras gereja yang dipisahkan tiang bulat, terletak begitu saja patung besi malaikat yang diyakini Santo Gregori. Patung malaikat duduk itu sudah sangat tua dan hitam. Tak hanya itu, di kawasan gereja ini juga terdapat puluhan burung merpati yang sangat bersahabat dengan pengunjung.
Kalau biasanya pintu masuk utama gereja berada di depan yang berhadapan langsung dengan jalan. Tapi tidak dengan gereja ini. Bangunan belakangnya yang berhadapan langsung dengan jalan raya Coleman, dimana di dalamnya, langsung altar utama dengan kubah tinggi. Pintu utama gereja dengan dua pintu samping, justru di bagian tengah halaman, yang berdampingan langsung dengan rumah pendeta di sebelah kiri, dan makam atau memorial garden di bagian kanan.

Sore itu, di depan pintu gereja, terdapat pasangan oriental yang tengah menunggu umat lainnya selesai berdoa di gereja. Sebelum mereka, ada seorang ayah dan dua anaknya yang tengah terburu-buru masuk ke gereja. Mereka langsung duduk di kursi kedua dari belakang dan mengikuti liturgi yang di hadapan mereka tertempel lukisan The Last Supper. Berdasarkan laman resmi www.armeniansinasia.org, gereja ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 18.00 waktu Singapura.

Berdasarkan informasi gereja, arsitektur gereja ini dibangun seorang Irlandia, George Drumgold Coleman. Rancang bangunnya, ia tiru persis mengikuti gereja apostolik mula-mula Armenia di St Gregory di Kota Echmiadzin. Nama Coleman sendiri tak asing di sejarah arsitektur pembangunan Singapura, karena ia salah satu insinyur teknik sipil terkenal di sana di zaman koloni Inggris. Ada beberapa bangunan hasil karyanya yang masih eksis hingga saat ini, seperti istana Kampung Gelam, dan gedung Parlemen Singapura.
Selain bangunan, yang menarik dari kawasan gereja ini adalah beberapa kuburan di dalamnya yang membentuk setengah lingkaran. Meski kuburan, tapi tidak ada kesan horor, melainkan seperti sebuah taman karena di sekitarnya terdapat kursi taman putih khas rumah klasik. Di bagian tengah taman itu terdapat tugu peringatan untuk menghormati komunitas kecil Armenia di Singapura.
Kawasan taman di bagian dalam ini sangat tenang dan damai. Cuitan puluhan burung merpati di tamannya mampu mengalahkan kebisingan kota di sekilingnya. Saya memilih membaca satu per satu nama nisan yang terdapat di taman tersebut. Nisan itu terdiri dari dua bahasa, yakni Bahasa Armenia yang rada mirip aksara sirilik Rusia dan juga Bahasa Inggris.

Ternyata dalam perkembangannya, kemajuan Singapura juga dipengaruhi oleh komunitas Armenia. Sebut saja, di memorial garden gereja ini, terdapat beberapa nisan para orang berpengaruh Singapura pada zamannya. Sebut saja Catchik Moses, pendiri Straits Times yang menjadi cikal bakal surat kabar Singapura hingga kini. Dalam nisannya, disebutkan Moses dilahirkan di Basra, Armenia 1812 dan meninggal di Singapura pada 1895.

Semasa hidupnya, Catchik Moses adalah seorang pedagang. Sebagai perantau di Singapura, ia bersama temannya Martyrose Apcar, mendirikan surat kabar lokal The Straits Times. Namun setahun kemudian, teoatnya pada 15 Juli 1845, ia menjual surat kabar tersebut ke Pemerintahan Inggris di Singapura dan berubah nama menjadi The Straits Times and Singapore Journal of Commerce.

Awalnya Moses dimakamkan di Pemakaman Bukit Timah. Namun oleh komunitas Armenia Singapura, nisannya kemudian dipindahkan ke kawasan gereja pada 1970 lalu.

Tak hanya Moses. Di taman gereja itu juga terdapat nisan Agnes Joaquim, seorang perempuan keturunan Armenia, berkebangsaan Inggris, yang dilahirkan di Singapura. Pemilik nama asli Ashkhen Hovakimian inilah yang menjadikan Anggrek (Singapore vanda orchidacae) menjadi bunga nasional Singapura. Tak hanya mereka, The Sarkies Brothers, pendiri hotel besar di Asia Tenggara zaman dulu juga, nisannya disemayamkan di taman gereja ini.
Eksplorasi penyebaran agama Kristen di Singapura sendiri dimulai sejak kota ini dijadikan koloni Inggris. Hal ini terlihat dari berbagai jenis gereja dengan arsitektur kolonial. Sebut saja Armenian Apostolic Church, St Andrew Cathedral Anglikan Church, dan gereja lainnya. Bangunan ini mengungkapkan penyebaran Kristen yang beranekaragam pada awal terbentuknya negara yang terletak di Selat Malaka ini.
Oh ya, untuk menuju kawasan Armenian Church ini, bisa diakses menggunakan transportasi publik MRT. Gunakan line hijau dari Bandara Internasional Changi, transit di Tanah Merah, lalu lanjut dengan tetap memilih line hijau menuju stasiun City Hall. Dari City Hall, pilih jalur exit D hingga menuju bangunan Stamford Theatre. Di seberang Stamford Theatre ini, sudah terdapat gereja bersejarah lainnya, yakni St Andrews Cathedral. Pilih jalan ke kiri hingga tiba perempatan, belok kiri, lurus ke belakang hingga tiba Coleman Street. Di sanalah terdapat bangunan gereja ini.
Bangunan ini juga sangat dekat dengan Esplanade park, Museum Pilateli Singapura, dan icon Singapura, Merlion park dan Marina Baysands. ***
Berbelanja online di Tokopedia kini membuat hidup nggak ribet.
PERASAAN baru kemarin banyak undangan buka puasa bareng ke berbagai hotel-hotel bahkan ke luar kota. Eh kok ini sudah mau hampir Ramadan lagi. Malah ini si Eby (temen traveling gua) sudah heboh pada mau traveling manfaatin libur Ramadan-Idul Fitri 2018 ini. Ramadan ini Ekstra banget yak? Ekstra cepat maksudnya. haha.. Buset dah. Kemana hari-hari ini berlalu? kue semprit sisa tahun baru saja belum habis, ini kok sudah mau Ramadan saja sik?

"Pergunakanlah waktu yang ada, sebab hari-hari ini jahat. Jangan khawatir akan hari esok, sebab hari esok mempunyai kesusahannya sendiri". Pernyataan ini mutlak dan sangat benar. Waktu atau hari-hari ini jahat saudara. Nggak ada ampun. Nggak ada tawar-menawar. Lewat ya lewat, tidak akan bisa diulang. Sama seperti Ramadan tahun lalu, tentu berbeda dengan Ramadan tahun 2018 ini. Kecuali bagi yang jomblo. Semua Ramadan akan sama baginya. _If you know what i mean_

Saya bukan seorang muslim. Namun, berada di lingkaran mayoritas membuatku sangat memahami dan menikmati suasana Ramadan ini. Setiap Ramadan tiba, kantor selalu menyediakan menu ta'jil untuk seluruh karyawannya selama sebulan penuh. Tak peduli apa agamanya. Demikian juga kala undangan Buka Puasa bersama dari rekan, kolega, atau malah merancang bukber bareng sahabat-sahabat dari multietnis dan agama yang berbeda, saya pasti selalu ikut. Mengapa? Karena disitulah letak keharmonisan dalam kemajemukannya. Perbedaan itulah yang merekatkan kita sebagai bangsa yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi satu jua, Unity in Diversity.

Kala Ramadan tiba, saya suka salut dengan teman-teman yang memanfaatkan ngabuburitnya dengan berbagai hal positif. Salah satunya berolahraga. Meski nggak setiap hari sik, cuma ya salut saja, sudah nggak makan dan minum dari pagi, tapi masih sanggup lari gituh. "Emang puasa cuma menahan lapar dan haus kak? Tapi juga melatih tubuh untuk menerima segala kekurangan dan melatihnya untuk bertindak normal meskipun puasa juga sik" ujar temanku. Wow, Ramadannya ekstra banget yak.

Selain berolahraga, kadang ada juga yang manfaatin ngabuburit usai jadwal ngantor dengan belanja, berburu barang diskon ke mall. Namun, untuk tahun ini, saya mau berbagi tips belanja keren tanpa perlu menghabiskan tenaga untuk berbelanja.

Kan zaman sudah berubah kak. Era digital kini datang. Beli softek atau pasta gigi kini sudah bisa secara online sambil kita leyeh-leyeh di depan tivi menunggu buka puasa, atau mengisi waktu mini traveling kemana gitu misalnya, tanpa perlu lagi khawatir 'aduh nanti Lebaran saya pakai baju apa, atau mau beli kue apa, tambah barang baru apa'. Udah fokus dengan kegiatanmu, ada waktu untuk belanja, pilih belanja online di e-commerce terpercaya saja.

Disitu kamu bebas memilih ribuan produk yang sesuai kebutuhanmu. Tak hanya itu, kamu bisa membandingkan harga juga, sehingga bisa mendapatkan barang kebutuhan dengan harga yang lebih hemat tentunya.

Nih, saya bagi tips belanja online hemat kebutuhan Ramadan Ekstra di Tokopedia :
  • Bandingkan harga setiap toko online. Memiliki banyak toko online berkualitas, Tokopedia memungkinkan kita membandingkan harga berbagai produk kebutuhan dengan mudah. Cukup cari produk sesuai kebutuhan, ribuan produk dengan berbagai harga siap untuk dibeli. Untuk menghemat pengeluaran belanja online saat Ramadan, cukup pilih produk dengan harga tepat sesuai kantong dengan spesifikasi yang pas.
  • Pilih produk berkualitas dari kreator lokal.  Ramadan Ekstra, bukan berarti harus selalu menggunakan barang branded dengan harga selangit. Tokopedia, e-commerce dengan produk terlengkap memiliki koleksi  berbagai produk hasil kreasi pengusaha lokal maupun brand terkenal dunia. Hemat pengeluaran belanja selama Ramadan dengan memilih produk lokal berkualitas dengan harga yang lebih miring tentu menjadi pilihan kan?
  • Fokus pada lokasi toko pembelian. Berbelanja online, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilihlah toko online yang lokasinya paling dekat dengan lokasi kita untuk mengurangi ongkir berlebihan. Di Tokopedia, kita dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga kita dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik.
  • Pilih cara pembayaran yang tepat. Salah satu kemudahan berbelanja online di Tokopedia adalah dalam hal pembayaran. Berbagai metode pembayaran dapat dilakukan, seperti Saldo Tokopedia, transfer bank, kartu kredit, cicilan, hingga pembayaran melalui minimarket. Memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan tentu dapat menghemat pengeluaran saat berbelanja online kan?
  • Pilih metode pengiriman paling efisien. Dalam melakukan pengiriman barang yang kita beli, Tokopedia memberikan beberapa alternatif pengiriman, mulai dari pengiriman secara konvensional hingga kurir instan melalui jasa transportasi online. Dalam memilih metode pengiriman ini, kita dapat membandingkan biaya ongkos kirim terbaik diantara metode pengiriman yang ada untuk menghemat belanja online kita.
  • Manfaatkan promo dan diskon. Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja online. Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi pembeli dalam menikmati bulan Ramadan tahun ini. Jadi, buat Ramadanmu kali ini makin Ekstra yak guys.
Mau makin Ekstra lagi? masih ada rahasia kejutan pada 25 Mei mendatang dari Tokopedia. Kejutan seperti apa yang bakal buat pengalaman belanja online di bulan Ramadan Ekstra ini jadi lebih spesial? Layaknya festival belanja online Black Friday, pokoknya tunggu saja deh.

Pantengin terus aplikasi Tokopedia kamu yaaa. Pokoknya Tokopedia, pilihan berbelanja online tanpa ribet, tanpa bohong, dan proses cepat deh. Enjoy guys. Selamat menyambut Ramadan yaaa. ***
Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang.
KALI ini,ingin berbagi pengalaman menginap di Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) di Desa Cikole. Salah satu kawasan wisata di Lembang, Bandung itu menjadi tempatku dan rekan-rekan untuk seru-seruan dan bahkan kedinginan saat malam tiba selama tiga hari dua malam di minggu kedua, Februari lalu.

Be careful what you wish for. Setidaknya pernyataan itu ada benarnya bagiku. Kala stres melanda setelah hampir sebulan bertugas di Jakarta, sepulangku ke mess di kawasan Kebun Jeruk, saat persiapan tidur, tetiba berangan-angan: ingin banget refreshing ke suatu tempat yang sejuk, yang tak ada jaringan internet dan telepon, dan ingin istirahat di sana dalam beberapa hari sampai tubuh ini siap kembali menghadapi 'gila'nya ibu kota negara.

Selang delapan jam kemudian, angan-angan itu menjadi nyata. Saya mendapat travel on assignment ke Bandung selama tiga hari. "What? is it real? baru juga tadi malam berangan-angan, eh tetiba dapat penugasan". OK fine. Tiga hari kemudian saya berangkat. Bersama rombongan dan para jurnalis dari Jawa Pos, AFP, dan media lainnya, kami berangkat menggunakan jalur darat dari Jakarta.
Paling kiri duduk sejajaran denganku: Mba Gita Jawa Pos, mas dari Radar, bg Demi dari AFP, saya.
Perjalan awal itu seru. Di bus menuju Lembang, kami langsung kompak satu sama lain meski itu baru perdana bertemu. Saya berkenalan dengan Mba Gita, jurnalis dari Jawa Pos. Tahu kami satu grup perusahaan, kami langsung dekat dan ngobrol ngalor-ngidul serasa kenalan lama.

Hampir 3,5 jam perjalanan menuju TWGC yang berlokasi di kaki gunung Tangkuban Perahu. Penginapannya berupa pondok yang 100 persen terbuat dari kayu. Letaknya di perbukitan tengah hutan pinus yang lebat. Sesuai namanya, penginapan ini terletak di Desa Cikole, sekitar delapan kilometer sebelum Gunung Tangkuban Perahu.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.10 WIB saat kami tiba di sana. Meski perut belum terlalu lapar karena banyaknya ransum yang tersaji selama di bus, tapi udara sejuk khas dataran tinggi yang langsung menyerbu sesaat turun dari bus, membuat kami langsung menyantap menu khas tradisional Jawa Barat di restoran Sangkuriang, bagian dari kawasan ini.


Ada nasi liwet, tahu goreng dan ikan goreng yang disajikan dengan sambel goang dan sambel leunca. Ada juga kondimen pelengkap, yakni sayur asem yang menurutku asin sekali dan kuahnya juga hitam sehingga saya putuskan untuk tidak lanjut memakannya.

Gendang gendut suara kecapi, kenyang perut senanglah hati. Kelar urusan isi perut, maka kami pun dengan rasa senang meninggalkan restoran, dan bersiap menuju penginapan.


Oh ya, ada tiga tipe pilihan penginapan pondok wisata di TWGC ini, yakni tipe pinus tersedia enam kamar, damar empat kamar, dan cemara ada 18 unit. Mempertimbangkan jumlah kami yang banyak, meski harga dari tipe ini sama, akhirnya terpilihlah pemondokan Cemara.
Pondok wisata tempat saya menginap bersama lima rekan.
Pondok Cemara ini yang paling besar di antara pemondokan lainnya. Masing-masing pondok terdiri dari tiga queen bed berkapasitas enam orang. Nah, dua malam itu, saya menginap bersama mba Gita, Mom Jo, Muti, Citra, dan mba Lia dari Universitas Mercu Buana, Jakarta.
Suka banget sih dengan desain interiornya yang ala villa. Dari pintu masuk, naik dua tangga, langsung terpampang tiga bed size queen berlapiskan bedcover putih bersih ala hotel. Di dinding sebelah kiri ada televisi layar datar 32 inci, di bawahnya, meja kayu panjang berlaci tempat kami meletakkan barang-barang seperti tas, sepatu. Di salah satu sudut mejanya, sudah tersedia enam botol air mineral, empat sachet serbuk bandrek, dan kamar mandi dalam yang bersih dengan shower.

Sementara di ujung sebelahnya tersedia balkon dengan kursi bambu panjang yang langsung menghadap taman hutan pinus dengan rumah-rumah penginapan kecil ala kurcaci di berbagai celahnya. What a beautiful view in the middle of the forest.

Tapiiii, ya namanya di hutan ya kan, di dataran tinggi lagi. Pastilah cuacanya dingin. Sore pukul 15.00 WIB saya cek suhu 20 derajat celcius. Untung ada matahari, jadi nggak terlalu dingin-dingin bangetlah, meski tetap saya sarankan pakai baju hangat sik.

Mom Jo sudah menyuruh kami untuk mandi segera, supaya nanti dinner ala ngeliwet di restoran yang ada di pinggir jalan raya Tangkuban Perahu tidak telat. "Ayo buruan mandi gih, soalnya ntar abis makan malam kita pesta api unggun," suruh mom Jo ke kami-kami yang masih gegoleran di kasur sambil selimutan.
 

Satu per satu, turunlah kami dari atas kasur. Kata pengelola sik, tersedia air panas. Benar tersedia. Tapi kan yang mandi enam orang, sementara kebutuhan air panas hanya bisa bertahan untuk dua-tiga orang saja. Maka jadilah yang tiga orang termasuk saya mandi dengan air dingin. Ngidinnnnnn warbiyasak. Tapi ditahan-tahanin deh. Masa iya dari Jakarta ampe Bandung nggak mandi? Mandilah.

Kelar mandi, kami semua turun ke restoran sekitar pukul 18.30 WIB. Ngeliwet tapi di atas meja. Keakraban makin terasa, apalagi diwarnai canda tawa. Malam makin larut, kami kembali naik ke penginapan. Jaraknya dari restoran, sekitar 350 meter dengan alur turun, naik, naik ke puncak gunung. Nggak langsung masuk pondok dong, karena malam itu kami mengadakan malam keakraban, berupa pesta api unggun ditemani jagung bakar dan martabak. Seru-seruan main kuis, ngakak bareng, nyanyi bareng meski ya you knowlah ya, suara sik pas-pasan mendekati teknik vokal Anggun, yang penting kami nyanyi bersama. _kepedean_
Latihan koor eh belajar vokal untuk pesta api unggun yang sukses.
Oh ya, by the way, kayu dan jagung bakar untuk api unggun-an ini sudah disediakan langsung pengelola TWGC. Ini sudah termasuk fasilitas dari harga paket yang kami pilih.

Demikian juga sarapan pagi dengan menu ala hotel di pendopo di tengah hutan. Saya paling suka sarapan pagi di sini. Atmosfir sejuknya khas pedesaan di kaki pegunungan Tangkuban Perahu sambil menikmati aneka menu pilihan ala prasmanan di ruang terbuka, sangat menggambarkan alam yang masih selaras, sejuk dan harmoni diiringi suara burung-burung dari entah. Tak ada hingar bingar dan polusi seperti di ibu kota negara sana.


Pesta api unggun pun mulai. Diawali perkenalan, dan dan berakhir dengan aneka permainan, kuis, dan keakraban yang hangat sambil menikmati jagung bakar. Hari pertama, kami berpisah, menuju kamar masing-masing. Apakah urusan hari itu kelar? Nyatanya enggak bagiku. Dinginnya malam usai jauh dari api, langsung merasuk tulang. Semua pada tidur meringkuk.

Saya juga mencoba tidur meringkuk supaya tetap hangat. Malah makin dingin. Aduh bagaimana ini? bibir langsung kering, tengkuk hingga telinga dan kaki sangat super duper dingin. Padahal sudah memakai selimut, kaus kaki, hoodie tebal, dan syal, serta membalurkan minyak kayu putih ke tubuh sebelumnya. Tetap saja dingin. Cek aplikasi Weather di ponsel. What? 11 derajat Celcius. Oh God, panteslah dingin. Lembang bisa sedingin ini? Sudah kaya musim gugur, musim dingin di Jepang saja.. hiks.

Waduh, kalau ini saya biarin, bisa hipotermia neh. Umumnya, otak merespon dengan normal itu saat suhu tubuh berada di titik termonetral antara 36,50-37,5 derajat Celcius. Lha, ini saya sudah kedinginan parah begini, buka selimut saja sudah tak mampu, berarti otak mengirim sinyal ke tubuh supaya dihangatkan segera. _Bang, adek butuh kehangatan bang (ngigau)_
Last day at TWGC Lembang in Bandung.
Tapi emang ya, ide kreatif selalu muncul di saat mendesak. Hoodie biru yang tadinya saya pakai dari Jakarta, saya ambil dari tas, sementara yang saya pakai malam itu hoodie merah. Entah ide muncul darimana, langsung saya fungsikan sebagai lapis celana. Fungsinya berubah. Kaki di kepala, kepala di kaki. Bodo amatlah yang penting hangat. Bagian dalam hoodie yang tebal dan emang didesain untuk musim dingin lumayan mampu menutupi suhu ekstrim dini hari itu. Ah ini Lembang rasa Eropa di musim dingin!!!
Minum bandrek di pagi hari setelah kedinginan parah malamnya.
Paginya, bangun dari tidur, semua pada bilang "Gile dingin banget,". Nah lho!!!. Saya yang masih baring, buka selimut dan langsung memperlihatkan penemuan tergila zaman ini, dimana hoodie bisa berfungsi sebagai celana. Keren lagi!!! Disambut ketawa semua. Mom Jo "Iya ih, dingin parah," ujarnya.

Belajar dari pengalaman di hari sebelumnya. Di hari kedua, saya langsung mengajukan diri untuk jadi yang pertama mandi usai minum bandrek. Biar kebagian air panas gitu. Namun, mom Jo mendadak kebelet panggilan alam, ya sudah deh biar mom Jo yang sekalian mandi duluan. Lalu saya. Mandi dengan air panas pun sukses pagi itu.

Pokoknya, pengalaman menginap di sini seru sik. Dan lagi, meski berada di tengah hutan, TWGC ini memiliki aneka fasilitas kece. Mulai dari wahana outbond yang lengkap, jalur tracking yang enggak licin, hingga tamannya yang didesain kece dan senatural mungkin. Kalau jomblo menilainya, cocok untuk lokasi Pre-Wed outdoor gitu sik. *bhak.
Mushola

Suasana malam hari saat kembali ke pondok.
Oh ya, paket yang kami nikmati di TWGC ini adalah paket Glamcamp alias glamour camping. Cuma, karena pertimbangan ada anak kecil, maka jadilah kami mengikuti paket glamcamp mulai dari outbond, trekking, campfire, hingga aneka menu dan fasilitasnya. Namun tetap, nginapnya ala pondok desa. hahaha ***

Fact:

  • Lokasinya sangat asri. Tersedia juga arena camping keluarga, dan camping bawa tenda sendiri.
  • Sudah terdapat toilet umum dan musola di beberapa titik area
  • Dilengkapi Sekuriti ronda 24 jam 
  • Masing-masing tipe penginapan mempunyai staf yang bertugas 24 jam 
  • Harga pondok penginapan kami sekitar Rp 1,4 juta/malam (include tax dan service) 
  • Lokasinya di Jalan Raya Gunung Tangkuban Perahu, KM 8, Desa Cikole, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. (*)
Paket Hoka Suka Eby Furai di HokBen jadi menu kesukaan. Duuh kangen makan ini lagi.
TIGA bulan saya hidup di Jakarta. Selama sekitar 90 hari itu juga, saya berkenalan dengan aneka jenis kuliner baru yang tak kutemui di Batam. Ada beberapa tempat makan yang saya kunjungi berulang-ulang hanya untuk menikmati satu menunya. Ada juga hanya sekali mengunjungi tempat makan itu, lalu tak pernah kembali lagi.

Selain rasa, penyajian dan kebersihan menjadi kriteria yang saya pertimbangkan kala menikmati makanan dan minuman. Tak peduli di warung tenda, pusat jajanan kaki lima, di pusat pasar, di restoran berkelas, atau di restoran hotel, kriteria itu selalu saya pegang teguh.

Ada satu restoran yang sering saya kunjungi kala berada di Ibu Kota Negara ini, yakni Hoka-Hoka Bento atau yang kini dikenal dengan Hokben Restaurant. Ini menjadi restoran cepat saji tertua di Jakarta. Restoran ini ada pertama kali, saya belum lahir sik.
Hokben di PIM 1
Penyajian makanan di HokBen ini, membuatku bernostalgia ke musim gugur 2015 lalu di Osaka, Jepang. Dua hari di sana, saya selalu menikmati makan siang ala bento. Sangat mudah mendapatkan makanan ini di sana, baik di Shin-Imamiya, atau juga di Umeda-Shi.

Kalau di Osaka, beli bentonya di warung pinggir jalan, lantas makan di taman, bersama para pekerja kantoran yang juga menikmati makan siangnya, nah kalau di Jakarta, saya membelinya di restoran Hokben langsung atau pesan lewat aplikasi.

Pertemuan pertamaku dengan Hokben ini ketika cuci mata di Pondok Indah Mall (PIM 1). Niatnya sih mau beli Water Bank Mineral untuk semprot muka dari salah satu merek kosmetik hits dari Korea Selatan. Karena memang adanya cuma di mall itu. Mengisi waktu menghindari rush hour, keliling-keliling dong di mall itu, lihat-lihat diskon di H&M, bandingin harga sepatu di Docmart, lalu turun ke Metro. Eh kok lapar? naik ke lantai atas, dari sebelah kiri eskalator, terpampanglah nyata Hokben. Ya sudah deh, makan dimari aja.
 
Antri, mengikuti orang-orang yang antri, lihat daftar yang terpampang, mataku tertuju pada menu baru dari resto cepat saji khas Jepang itu. Ada tiga menu paket pilihan yang disajikan, yakni:
  •   Hoka Suka 1
Menu ini terdiri dari tiga tusuk Yakitori Grilled yang disajikan lengkap dengan nasi, sambel kentang kering, acar kuning, serta sambal Indonesia.
  • Hoka Suka 2
Memadukan empat menu udang Ebi Furai yang dilengkapi nasi dengan kentang kering,acar kuning, serta sambal Indonesia.
  • Hoka Suka 3
Menu ini mengombinasikan seporsi Chicken Katsu yang didampingi nasidengan kentang kering, acar kuning, serta sambal Indonesia.
Paket Hoka Suka Chicken Katsu.Enak juga
Karena lagi pengen makan udang, saya pun memesan paket Hoka Suka 2. Kirain sambelnya cuma satu pilihan. Eh si staf menanyakan "Sambalnya mau pilih apa bu? ada tiga pilihan yakni sambal matah dari Bali, sambal bawang dari Jawa, dan sambal hijau dari Padang," ujarnya.
Aneka pilihan sambal khas Indonesia di HokBen. Untuk menu lain selain Hoka Suka, sambal ini bisa dibeli seharga Rp 5 ribu per bungkus. Seuprit sik ya.

Kaget dong. Ha? menu Jepang tapi kok ada sambal Indonesia? Bayar biaya tambahan lagi untuk sambal?- si staf jawab, itu sudah termasuk ke paket Hoka Suka.

Jadi ternyata, paket Hoka Suka ini adalah paket terbaru Hokben yang menyajikan menu bento dengan menyatukan aneka kondimen khas Indonesia, seperti sambal, kentang kering, dan acar kuning. Cocok di lidah? Setelah saya nikmatin sendiri, ternyata makanan Jepang cocok dengan kondimen Indonesia sik. Enak.
Paket Hoka Suka Yakitori. Sate ayam sik yak.
Emang dasar Bento itu kering yah. Supaya agak berkuah dikit, saya pun memesan juga shrimp dumpling soup seharga Rp 17.273. Suka sama dumplingnya.

Pulang dengan hati kenyang. Lalu dalam hati, bakal kembali lagi deh untuk coba menu lainnya. Sekejap itu saya jatuh cinta ama Hokben.

Benar saja, minggu berikutnya, kelaparan usai meliput sidang terorisme dengan terdakwa mantan pejabat di Batam, yang diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, lantas mencari lokasi makan terdekat dengan bantuan aplikasi Zomato, terpilihlah Mall Taman Anggrek, pusat perbelanjaan terdekat. Di aplikasi itu, hal yang terlihat pertama adalah Hokben.

Kelaperan, ya sudah!!! jadilah saya memilih kembali ke Hokben. Di sana, saking kelaperannya, dan mata sudah berkunang-kunang, saat staf resto menyebutkan ada paket baru, yakni tiga paket Hoka Suka, terang saja, memotong penjelasannya mengenai paket baru tersebut, saya langsung pesan Paket Hoka Suka 3 yang ada chicken katsunya. Si staf pun berhenti, mengambil menu paket, lantas memberikannya kepadaku.

Tak butuh berapa lama, setelah saya memilih tempat duduk, lantas kaya tyrex dilepas, sekejap saja itu menu ludes saya makan. Apa karena lapar, atau karena memang menunya enak banget, entahlah tapi yang jelas kala malas keluar mess sehabis pulang kantor, saya memesan menu itu lewat aplikasi kembali dan rasanya selalu sukses membuatku doyan lagi. hahaha _Rakus_

*33 Tahun Hokben di Indonesia
Tahukah kamu guys, Hokben ini dulunya dikenal dengan Hoka Hoka Bento. Meski restorannya bergaya Jepang, tapiiiiiiii restoran ini mutlak milik warga Indonesia. Nggak ada darah Jepang sama sekali. Dan tahukah kamu? usianya lebih tua dari umurku juga. Sudah 33 tahun ini restoran hadir di Indonesia, tepatnya di Jakarta pada 18 April 1985 di bawah PT Eka Bogainti.

Saat ini, restoran ini sudah memiliki 145 gerai yang tersebar di Jawa dan Bali saja. Layanan HokBen terdiri dari makan di tempat (Dine-in), pesanan dibawa pulang (Take Away), HokBen Delivery melalui 1 500 505 atau melalui pesan online di www.hokben.co.id, dan HokBenApps yang tersedia di Google Playstore & Apple Store, pesanan melalui kendaraan lewat (Drive Thru), acara ulang tahun (Birthday Party), serta pesanan dalam jumlah besar (Large Order).

Kepala Komunikasi Marketing Grup Hokben, mba Francisca Lucky pernah bilang ke saya, HokBen sebagai pelopor makanan bergaya Jepang di Indonesia terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan berkualitas bagi para pelanggan setianya. “Tingginya minat masyarakat Indonesia yang gemar akan makanan pedas,mendorong HokBen untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan tiga pilihan Sambal Indonesia. Terbuat dari bahan baku berkualitas dan bumbu pilihan Hoka Suka ini merupakan perpaduan apik antara cita rasa khas Jepang dan Indonesia," ujarnya.
Paket HokBen klo dipesan via aplikasi online. Bagus ya kemasannya.
Mengenai harga, Hokben ini standard kok untuk ukuran makanan cepat saji, mulai Rp 15 ribu- sampai 58 ribuan sudah termasuk pajak. Oh ya jadi ingat, dulu bang Ahmadi, rekan kerja saya menitipkan kartu e-Flazz dan voucer Hokben senilai Rp 100 ribu, lalu itu voucer kemana???? sumpah lupa pakai selama di sana. hiks.. Padahal udah bisa dapat dua porsi menu HokBen. bye!!!
JAKARTA History Museum. Picture taken by RO Photograhphy
BATAVIA Stadhuis, atau Balai Kota Batavia. Bangunan tua bercat putih dengan pintu tinggi ini menjadi salah satu penanda bahwa Jakarta, ibu kota negeri ini, pernah menjadi pusat pemerintahan Ducth East Indies (Indonesia kini) di masa penjajahan kolonial Belanda mulai tahun 1710. Kala itu, kolonial dipimpin Gubernur Jenderal Joan van Hoorn.

Ini kunjungan kali ke-2 bagiku ke tempat wisata yang kini lebih dikenal dengan sebutan Kota Tua yang terletak di Jakarta Pusat ini, Jumat (6/4) lalu. Kunjungan pertama, jalan bareng nyokap, adek, dan abang. Kami tak masuk ke museumnya karena sudah sudah sore. Cukup menikmati bagian luarnya saja. Nah, kunjungan kedua ini, janjian bersama kenalan baru, Ricky, kami memilih mengeksplorasi bangunan yang kini menjadi Museum Sejarah Jakarta ini.
KAWASAN Kota Tua. Picture taken by me/CatatanTraveler
Masuk melalui pintu samping dengan membayar tiket masuk Rp 5 ribu per orang,  pengunjung diberi kebebasan mengunjungi setiap ruangannya. Dimulai dari ruang persegi yang kerap kali digunakan sebagai atrium pameran, pengunjung akan diajak ke bagian taman tengah di bagian dalam gedung. Dari taman tengah itu, ada berbagai pintu pilihan. Mulai dari pintu teater, jajanan pasar, hingga pintu utama museum yang dibawahnya ada lorong dengan empat ruang penjara bawah tanah.

Bangunan ini sangat luas, terdiri dari puluhan ruangan, mulai dari ruang bawah tanah hingga lantai dua. Pengelola museum masih mempertahankan desain interior dan perabot yang ada di dalamnya.

Memasuki gedung ini, seolah dibawa kembali ke masa lalu, dimana Indonesia dijajah berabad-abad oleh satu negara di daratan Eropa, di bawah pimpinan Ratu Wilhelmina from The Netherlands.

Ada beberapa hal unik yang saya temukan kala memasuki museum ini. Salah satunya, lukisan seorang perempuan bule dengan busana zaman klasik. Di depan lukisan, ada informasi, bahwa perempuan tersebut bernama Petronella Willhelmina van Hoorn. Dia merupakan putri dari Gubernur Batavia, Joan van Hoorn.
Lukisan Petronella Willhelmina van Hoorn di Museum Sejarah Jakarta.

SI CatatanTraveler di salah satu ruang museum. Picture taken by RO Photography.
Kenapa kenangan tentang dia ada dalam museum itu? Karena ia menjadi salah satu yang meletakkan batu pertama pembangunan Stadhuis yang berada persis di samping Museum Wayang, bekas gereja tua Old Dutch Church atau Oude Hollandse Kerk. Pada saat peletakan batu pertama itu, usia Wilhellmina masih delapan tahun. Dan berdirinya bangunan itu hingga sekarang, tak lepas juga dari campur tangannya kala ia kembali ke Belanda, negeri leluhurnya. Kepada pemerintahan Abraham van Riebeeck, ia juga yang turut andil dalam pelestarian bangunan dan taman kawasan Stadhuis ini, dibantu suami keduanya, Lubbert Adolf Torck. _Thanks to her_

Saya nggak akan bahas mendalam mengenai sejarahnya dulu deh, Ntaran aja di postingan selanjutnya, termasuk pengalaman saya yang lagi asyik-asyiknya menikmati setiap abjad dan alfabet berbaris kalimat mengenai informasi sejarah, tiba-tiba si Ricky ngaku indigo. What the....

Bangunan ini dijadikan menjadi tempat wisata, dan museum sejarah Kota Jakarta, pada masa pemerintahan Gubernur almarhum Ali Sadikin pada 1974. Di museum ini, terdata lebih dari 20 ribu barang dipajang, yang berkaitan dengan sejarah Batavia zaman dulu, mulai dari senjata, prasasti, lukisan, sketsa, litografi, mebel, perhiasan pernikahan Betawi, hingga alat cetak kue berbahan kayu.
HASIL peninggalan berupa alat cetak kue satu berbahan kayu.
Oh ya, berbicara mengenai kue, ada satu kue khas yang selalu ada dalam setiap perayaan warga Indonesia. Dan kue itu adalah peninggalan penjajahan Belanda di bumi Indonesia. Mau tahu apa? Kue Nastar.

Kue Nastar. source: country view market.
Yap, kue nastar. Kue lezat, yang selalu ada dalam setiap perayaan, khususnya Natal dan tahun baru bagiku ini berasal dari Belanda. Berasal dari kata Ananas dan Tart, yang artinya kue berbalut nenas alias kue nastar yang kita kenal kini. Dan itulah salah satu pengaruh penjajahan kolonial di bumi Indonesia di bidang kuliner yang masih populer hingga kini. Haha _Ujung-ujungnya lari ke kue_

Meski selalu identik menjadi sajian dalam setiap perayaan Lebaran, Natal, atau tahun baru, tapi kue ini memiliki banyak penikmatnya di hari-hari biasa. Tak heran, kini banyak usaha yang menjual penganan yang masuk ke kelompok kue kering ini. Kue ini terkenal dengan rasa gurih dengan bahan slei nanas yang manis di tengahnya.

Melihat kesukaan masyarakat terhadap kue ini, maka tidak ada salahnya untuk menjadikan jenis kue ini sebagai usaha kuliner. Kakak saya sendiri termasuk pebisnis kue nastar ini. Ia menjualnya dengan harga premium, karena memang bahan-bahan dasarnya ia buat premium. Ini menjadi salah satu usahanya di rumah, sejak ia berhenti dari kantor tempatnya bekerja, dan kini fulltime menjadi ibu rumah tangga dan istri yang baik sambil menjalankan bisnis dari rumah.

Saya ada pertanyaan, Ketika Anda akan membuat usaha untuk menjual kue nastar ini, Apa saja tips yang harus diperhatikan supaya bisnis ini panjang, punya prospek yang cerah? Berikut tipsnya dari kakak saya:
  1. Perhatikan modal yang dibutuhkan, harus sesuai dengan jumlah atau banyaknya paket kue yang akan dijual. Jangan lebih besar modal dari hasil penjualan.
  2. Pelajari pasar untuk cara penjualan. Bisa memilih apakah mulut by mulut atau offline, online by sosial media, platform e-commerce, atau titip katering dan ke berbagai toko kue. Pilih yang menurut Anda nyaman.
  3. Pilih promosi yang tepat. Ketika akan membuka usaha kue ini juga harus memperhatikan promosi yang akan dilakukan. Pilihlah promosi yang terbaik baik itu menggunakan sistem online atau offline. Misalnya berpromosi menggunakan banner, selebaran, atau bisa menggunakan dengan iklan di internet. Sehingga akan mempunyai lebih banyak peminat karena pasar yang lebih luas apabila bisa untuk menggunakan promosi yang tepat.
  4. Perhatikan kekonsistenan kualitas dan rasa kue. Kekonsistenan akan membuat para pelanggan dan penikmat kue nggak akan berpaling.  Kadang masyarakat Indonesia, mentang-mentang laku keras, komposisi bahan dikurangin. Jangan!!! tetaplah pada porsi komposisi adonan untuk mempertahankan cita rasa. Dengan begitu, branding dan kredibilitas usaha Anda mengenai penjualan kue nastar ini akan tetap kuat.
Look out from the inside of Jakarta History Museum.
Dari Kota Tua di Jakarta Pusat, mempelajari langsung perjalanan sejarah penjajahan Belanda di Negeri ini khususnya di Batavia hingga peninggalan kulinernya yang kini bisa kita nikmati dan dapatkan dengan mudah, yakni kue nastar, saya cuma mau bilang: Kalau jalan-jalan ke tempat wisata mana pun, jangan lupa kulineran.  _Teteup ujung-ujungnya makanan mulu.hahaha_
TIDUR itu bukan hanya istirahat saja, melainkan suatu proses yang harus dilalui dalam proses pertumbuhan dan meregenerasi sel tubuh dan kulit kita.

Hal ini yang diungkapkan  Mukti Argo Pambudi, Branch Manager  Serta, Matras Nomor 1 Berkualitas dari Amerika di Indonesia saat acara Gathering Serta di Living Soul, Plaza Indonesia, 21 Maret 2018.


Lha kok bisa kamu hadir Chay? Yap!!! Kebetulan saya lagi di Jakarta. Ada ajakan dari mak Ucil, anggota Blogger dari Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB), maka saya pun mengajukan diri ikut, dan di accepted. Horeeee!!!

Everything happen for a reasons. Ya, i do agree with that quote. Saya ikut di gathering ini, bisa saja menjadi jalan sembuh bagi insomnia yang sudah saya lalui lebih dari tiga tahun belakangan. Saya sudah berjuang untuk itu selama ini. Membeli masker tidur, mencoba menjauhkan hobbi nonton drama Korea, menjauhkan ponsel dari jangkauan. Namun, tetap saja tak bisa tidur. Setiap memejamkan mata, pikiran selalu berkecamuk. Random.

Kerap kali menangis. Kok bisa sik saya masih melek padahal orang-orang sudah terlelap dan bahkan bermimpi lebih dari lima tema bahkan? Kok bisa sik ini sudah dini hari saya nggak bisa tidur? Sering, saya bisa tidur setelah adzan subuh dari masjid di depan rumah berkumandang. _tears_

Mukti memberikan penjelasan mengenai tidur yang nyaman.
Dan mendengar pernyataan langsung dari om Mukti itu, bahwa tidur bukan hanya istirahat melainkan proses... Itu jelas sekali menampar kembali semangatku untuk sembuh dari  Insomnia.

"Healthy lifestyle itu bisa dilihat dari tiga komponen, yakni Sleeping, Meal, and Sport," jelas om Mukti.

Benar banget. Saat ini banyak orang Indonesia take it for granted. Khususnya sleeping atau tidur neh. Tidur ini sangat penting bagi kesehatan. 1/3 dari hidup kita itu adalah tidur. Lantas bagaimana mengatur pola tidur yang baik? _Dengarkan ini hai pejuang insomnia!!!_

"Di dalam Serta, sesuai tagline-nya, membuat matras terbaik di dunia, tidur itu selain dipenuhi keinginan daging sendiri, juga harus memenuhi unsur kenyamanan ruangan, ambiance, matras, dan juga lampu. Good sleep on your mattress," jelas om Mukti.

Ada tiga pengaruh, orang bisa tidur, yakni Waktu, Kenyamanan, dan Cuaca. Tahukah kamu guys? Tidur itu sangat penting untuk tubuh kita. Kurang tidur akan membuat orang kecelakaan, jatuh, dan bahkan menurunkan daya ingat. Terparah, merusak konsentrasi. Untuk inilah Serta menghadirkan matras modern dengan bahan berkualitas dan nyaman, yang bisa menghasilkan Good Sleep, Good day, and Good Life.


Menikmati tidur berkualitas, matras yang berkantor pusat di Hoffman States, Illinois, Amerika Serikat ini telah mengadakan penelitian cara tidur. Dari hasil penelitian ini, ada dua karakter tidur, yakni Back Sleeper (tidur lurus) dan Side Sleeper (tidur samping), serta gabugan dari dua-duanya.  Dalam proses tidur, om Mukti menjelaskan orang akan jujur pada dirinya sendiri. Dimana, mereka akan mencari posisi ternyamannya saat tidur. "Nah dari comfort zone inilah Serta menciptakan suasana tidur ternyaman bagi penggunanya," jelas Om Mukti.

- Menikmati Proses Tidur

Sesi HypnoTherapy bersama mbak Diana Elsa Voni
Ada beberapa tahapan proses yang harus kita lalui saat tidur:
  • Light Sleep Transition
  • Stage Transition from light sleep to deep sleep
  • Stage Deep Sleep (Pada fase ini, tubuh akan me-restore physical healt. Di sini, proses regenerasi kulit kita diperbaharui dan diperbaiki)
  • Rapid Eyes Movement (Pada fase ini, segala kesedihan, masalah, atau apa pun yang terjadi di belakang hari akan diperbaiki. Makanya REM ini disebut sebagai stage with restores mental and emotional healt).
Lantas bagaimana kita yang kesulitan tidur mengatasi itu semua? Matras yang nyama tak melulu membuat orang gampang tidur. Keadaan diri, kondisi mental, dan kebutuhan nutrisi tubuh berpengaruh juga.

Fokus menggunakan bandul.
Bersyukur banget, dalam gathering Serta ini, Living Soul juga menghadirkan terapis mbak Diana Elsa Voni. Sang yogi berhijab ini memberikan praktik langsung bagaimana menjalani tidur yang teratur dan melepaskan penderitaan insomnia.

Momen ini jelas tak saya sia-siakan. Mbak Diana memberikan cara tidur ala hypnotherapy dengan bantuan pendulum yang bentuknya kece.

"Pendulum ini akan membuat kita fokus pada tujuan yang hendak dicapai. Pendulum ini bukan sihir, melainkan media fokus bagi kita untuk relaksasi sebelum tidur," Diana Ela Voni

Tak hanya terapi, di gathering ini juga menghadirkan nutrisionist yang ramah, Alvin Hartanto. Ia seorang pria yang tersohor di Instagram berkat pola hidup sehatnya dan keramahannya dalam membalas satu persatu pertanyaan followersnya yang berkeinginan mengikuti pola hidup sehatnya.

Istirahat otak akan meningkatkan kreatifitas. 

Begitu yang Alvin ungkapkan. Menurutnya, tidur menjadi cara terbaik untuk meningkatkan kreatifitas. "Saya selalu minta, kala saya tidur, jangan pernah dibangunin. Biarkan saya bangun sendiri. Karena tidur, mempunya waktunya sendiri. Saat tubuh siap untuk bangun, maka ia bangun sendiri," jelasnya.



Berikut manfaat tidur ala Alvin Hartanto:

  1. Mengistirahatkan otak akan meningkatkan kreatifitas
  2. Mengurangi stres
  3. Mengistirahatkan fisik (otot, sendi, dan tulang)
  4. Detoksifikasi (mengistirahatkan organ)
  5. Meningkatkan hormon tubuh
  6. Meremajakan sel-sel tubuh
  7. Memberikan efek self healing
Namun, selain tidur, orang-orang juga perlu memperhatikan pola nutrisi dan gaya hidupnya.

How to maintain healt? eat just natural food, olahraga 2 sampai 3 kali seminggu, sleep, and repeat. Mengenai makanan, jangan pakai mecin. Mecin membuat kadar garam dan air dalam tubuh meningkat

Tips mengenal tubuh dengan baik, Alvin juga mengemukakan, di badan setiap orang itu memiliki kebutuhan kalorinya masing-masing. Demikian juga dengan berolahraga, yang perlu dilakukan itu adalah rajin menggerakkan tubuh dan konsisten.


"Segala sesuatu yang berlebihan itu nggak bagus. Uang bisa dicari tapi kesehatan nggak bisa dibeli"
Oh my God Alvin, ini benar banget.. hiks. 
Thankyou Alvin.
Bagi yang insomnia seperti saya, berikut bahaya kurang tidur yang wajib kita waspadai:

  • Menaikkan hormon leptin yang bisa meningkatkan nafsu makan.
  • Menaikkan kadar kolesterol
  • Metabolisme tubuh melambat
  • Tidak fit dan gampang lelah
  • Gampang sakit
  • Menurunnya produktifitas sex
  • Menaikkan berat badan.
Nah, bagaimana mengatasinya? berikut tipsnya supaya bisa tidur cepat:
  • Hindari cafein di atas pukul 16.00 WIB
  • Mandi air hangat untuk efek relaksasi
  • Pilih suhu ruang yang tepat
  • Hindari olahraga malam hari (Padahal ini yang sering saya lakukan)
  • Hindari blue light dari ponsel
  • Saat hendak tidur, pastikan 100 persen lampu padam.
Usai mengikuti The Essentials of Healthy Lifestyle ini, bertanya dan curhat langsung ke pakarnya di hadapan para rekan-rekan blogger KEB, saya langsung menyadari betapa rusaknya gaya hidup, gaya makan, dan hancurnya waktu tidur yang saya lalui.  Di dalam hati saya berjanji: BERSAMA SERTA AKU MELEPASKAN INSOMNIA. Dan malam usai acara itu, saya berhasil tidur pukul 12.40 am. Suatu kemajuan luar biasa dimana hari sebelumya saya tidur pukul 04.35 pagi. Terimakasih buat Serta, Living Soul Plaza Indonesia, KEB, dan semuanya. Gathering ini sangat bermanfaat bagiku untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

PS. Setelah sesi terapi dan konsultasi itu,saat itu juga kuputuskan untuk bertarung melawan insomniaku. Saya ingin hidup lebih lama. ***


- Hal Penting Wajib Kamu Tahu Tentang Serta

"Untuk menjawab ini, Serta brand Amerika yang tenar di Eropa dan kini merambah Asia menjawab kebutuhan tidur dengan menghadirkan matras yang devoted to comfort, innovatif, dan juga mengandalkan kualitas. Ini suara konsumen yang selalu kita dengar," jelas om Mukti.

Terbukti memang. Brand ini telah mendapatkan penghargaan Woman Choice Award di Amerika dari mulai tahun 2014 sampai 2017 lalu.

Betapa tidak, matras ini terdiri dari dua bagian yakni comfort and support yang menyesuaikan tujuh zona tubuh manusia. Materialnya terbuat dari matress pabric dengan luxurious belgium knit dengan desain jumbo. Bahan pencipta rasa nyaman sendiri terdiri dari wool, latex dan memory foam yang sudah dilengkapi teknologi Dynamic Cooling System.

Dengan bahan ini, matras Serta ini pure health dan anti kuman.

Living Soul di Plaza Indonesia, Jakarta.

Nah, bagi kamu-kamu yang ingin mendapatkan aneka jenis produk ini, bisa langsung mengunjungi showroomnya di Living Soul di lantai 3, Plaza Indonesia. Bisa juga mengunjungi akun Instagramnya di Serta Mattress ID