Jewel Changi Airport: Kota ala Sci-Fi Masa Depan di Singapura

Jewel Changi Airport, Singapura
Jewel Changi Airport di Singapura
SINGAPURA memang punya segudang ide untuk mendatangkan turis ke negaranya. Di tengah keterbatasan lahan, semua sudut dijadikan berguna. Ruang terminal 1 yang terhubung ke terminal 2 dan 3 ini dulunya area taman dan jalan bandara. Namun, kini berubah menjadi tempat wisata hype dengan bangunan futuristik  berbentuk lingkaran menyerupai bongkahan berlian yang bersinar.  Desain interiornya menyerupai kota sci-fi di masa depan. Ya, Jewel Changi Airport namanya.

Lokasinya berada di dalam bandara Changi.  Jewel ini menjadi ikon destinasi wisata baru Singapura yang resmi dibuka untuk umum pada Rabu, 17 April 2019, sekitar dua bulan lalu. Semua orang bebas masuk. Mulai dari warga Singapura, pendatang, atau mereka pengunjung bandara yang transit penerbangan dan memiliki waktu yang banyak. Dirasa malas keluar Changi, cukup datangi Jewel saja. Waktu sehari, kurang untuk menjelajahi seluruh wahana yang tersedia di dalamnya.
Jewel Changi Airport, Singapura
Dari Batam, menuju Jewel ini sangat gampang dengan menggunakan transportasi publik, Mass Rapid Transit (MRT). Dari Harbour Front, turun di stasiun Outram Park. Nah dari Outram Park pilih jalur hijau tujuan Pasir Ris. Lalu turun di Stasiun Tanah Merah. Dari Outram Park, tidak ada MRT langsung ke Changi, wajib interchange di stasiun Tanah Merah. Dari tanah merah, cukup keluar dari MRT, lanjut MRT ke Bandara Changi.
Jewel Changi Aiport, Singapura,

Jewel Changi Airport, Singapura,

Jewel Changi Airport, Singapura,
Nah, kalau pengunjung rutenya dari Batam atau Tanjungpinang dengan tujuan pelabuhan Tanah Merah di Singapura, cukup naik ke stasiun Tanah Merah, atau bisa menggunakan bus tujuan bandara.

Tiba di bandara Changi, naik ke atas, di sebelah kiri eskalator, langsung kembali naik eskalator menuju Jewel. Di sanalah Jewel berada. Di atas terminal 1. Pemandangan Jewel dari sini terlihat secara keseluruhan. Gedung bulat menyerupai donat dengan menara Changi di sebelahnya. Ikuti saja alleyway, lorong khusus pejalan kaki untuk masuk ke dalam ruangan Jewel ini. Di dalam, suasana kota masa depan seperti di film Sci-Fi akan terasa.
Jewel Changi Airport, Singapura,
Pertama, pengunjung akan disambut dengan beragam toko dan berbagai outlet berbagai brand terkenal.  Sebut saja Pokemon Centre, Lavender, Supermama, Tiger Street, dan berbagai ritel fashion dan kuliner kenamaan asal Singapura untuk berbagai usia.

Di sini, ada 280 toko yang tata letaknya didesain serapi mungkin ala supermall berkelas. Satu yang menarik perhatianku, ketika mengunjungi Burger and Lobster, gerai kuliner asal Inggris yang baru perdana buka di negeri ini.  Ada juga Pink Fish, serta outlet coklat Laderach dari Swiss, dan juga Sundown Special. Seluruh makanan berat mulai dari menu utama hingga dessert tersedia di sini dengan harga mulai 12 dolar Singapura per porsi.

Berbagai restoran ini, letaknya menyatu dengan taman Jewel. Sambil memesan menu, kita seolah menikmatinya di tengah hutan dengan suara air terjun yang deras menambah suasana sejuk. Tidak akan sadar bahwa kita tengah berada di hutan buatan yang lokasinya di dalam bandara.
Jewel Changi Aiport, Singapura,
Jewel Changi Aiport, Singapura,
Shiseido Forest Valley
Oh ya, Jewel Changi Airport ini dirancang oleh arsitek kenamaan dunia, Moshe Safdie. Dia seorang Yahudi berkewarganegaraan Kanada. Idenya untuk mengembangkan berbagai jenis atraksi wisata, pusat perbelanjaan, hingga kuliner dan gaya hidup dalam satu bangunan, bukan kali pertama di Singapura. Sebelumnya, ia jugalah yang merancang Marina Bay Sands dan Art Science Museum Singapura, salah dua bangunan yang juga jadi objek wisata di Negeri Opa Lee Kwan Yew itu.

Nama besar Moshe memang sudah tak asing lagi di dunia arsitektur. Sejumlah karya tangannya menjadi landmark di berbagai negara. Sebut saja Habitat 67, Komplek perumahan mewah dengan bentuk bangunan tak biasa di Montreal Kanada. Ada juga Kaufmann Center di Amerika Serikat, dan apartemen mewah Altair di Kolombo. Masih banyak hasil karyanya yang lain yang juga spektakuler sik. Cuma Jewel ini yang lagi hype dan terbaru.

Tipe bangunan futuristik memang selalu tersemat dalam setiap karya besar pria 80 tahun ini.  Khusus untuk Jewel, saya angkat topi kepada opa Moshe ini. Betapa tidak, idenya menggabungkan nuansa alam tropis dengan pusat perbelanjaan modern yang dilewati kereta listrik berteknologi tinggi di bangunan bandara menjadi sebuah kenyataan yang bisa dinikmati seluruh pengunjung dunia di Singapura.
 
Dua atraksi yang kini bisa dinikmati secara gratis di Jewel, karya Moshe ini adalah HSBC Rain Vortex dan Shiseido Forest Valley. Sebuah air terjun setinggi 40 meter yang mengalir dari lingkaran, pusat bangunan Jewel. Air terjun ini dikelilingi hutan tropis yang lebat dengan lebih dari 2000 pepohonan dan  4000 aneka jenis bunga tertata di dalamnya.

Selain menikmati wahana wisata ini, pengunjung juga secara tak langsung diberi edukasi. Di masing-masing tema hutan dan tamannya, tersemat informasi bahwa seluruh tanaman di gedung ini terdiri dari 120 spesies yang berasal dari Singapura, Tiongkok, Spanyol, Thailand, Indonesia, dan juga Amerika. HSBC Rain Vortex dan Shiseido Forest Valley menjadi dua tempat paling banyak dikunjungi para pendatang di tempat ini.

Tampaknya, Jewel ini juga bekerjasama dengan berbagai perusahaan besar. Hal ini terlihat dari berbagai taman dan wahana yang terdapat di tiap lantainya. Sebut saja Manulife Walking Nets yang baru saja resmi dibuka untuk umum, Discovery Slide, Bouncing Nets, dan aneka wahana lainnya.
Jewel Changi Aiport, Singapura,
Satu yang membuat bangunan lima lantai dengan luas 135,7 ribu meter persegi ini seperti kota masa depan ketika kita berada di sana, adalah ketika kita sambil duduk menikmati makanan dan minuman yang dipesan, atau berbelanja ke salah satu brand, sambil bisa melihat hutan, air terjun yang dilewati kereta gantung bermesin listrik lewat di sana hanya dengan sekali memandang. Sungguh menakjubkan. ***
 
INTERMEZO
Jewel Changi Aiport, Singapura,
Morris and i di Jewel Changi Airport.
Menuju Jewel, kami melakukan kunjungan sehari. Saya berangkat bersama teman, yang menghabiskan waktunya di sela-sela perjalanan tugas ke Kepri. Morris namanya. Ia seorang manajer di salah satu perusahaan jaringan layanan perhotelan asal India, yang melakukan inspeksi ke beberapa hotel rekanannya di Batam dan Tanjungpinang. Mengisi waktu kosong di akhir pekan, kami memutuskan menyeberang ke Singapura.

Oh ya, Morris itu teman satu SMPku. Kami pernah sekelas di kelas 1 dan kelas 3. Lulus, beda SMA, demikian juga kuliah. Ia di Universitas Riau, sementara saya jaga kandang di Universitas Sumatera Utara. Kami di SMP itu dulu kompak banget, ya tapi kadang musuhan juga hanya gegara telat balikin Majalah Donal Bebek, atau balikin VCD film sci-fi Smart House atau The Wizard of Oz. Ya namanya juga zaman SMP ya kan. hahaha, tapi puji Tuhan kami bersahabat sampai sekarang.
Jewel Changi Aiport, Singapura,
Nah, di 2013 lalu, kami juga pernah menjelajah tempat-tempat wisata di Singapura.  Saya yang kebetulan bertugas di sana, menyempatkatkan bertemu dengannya yang tengah liburan seminggu. Kami tak berdua, melainkan ada juga Andi yang juga tengah survey salah satu kapal di Pelabuhan Singapura. Memanfaatkan waktu itu, kami berkeliling negara kota itu dengan Morris. Di kawasan Orchard Road, kami sempat mengerjai Morris. "Kamu ke Singapura itu, meski pun sudah mengunjungi Orchard Road dan foto di plang jalannya itu, tapi belum sah ke sini kalau belum mencicip es krim potong ala Uncle Old Singaporean. Kudu icip. Yuk beli," ujarku.

Ditanggapi serius sama dia. Beli itu es krim, lalu makan ditemani burung-burung merpati di taman Takashimaya. Saat ia mencicipi itu, ia menyebutkan "Enak ya es krim ini. Oh ini jajanan khas Singapura?" "Iya, kamu udah bisa pamer ke teman-temanmu udah mencicip es krim potong Singapura yang tersohor ini. Kamu boleh sombong sekarang," ujarku. Lalu nggak bisa tahan tawa lagi, saya dan Andi ngakak. Ia sempat kebingungan, tersadar lalu ngakak. Duuh polos kali kau ah!!!
Jewel Changi Airport, Singapura,
2013
Jewel Changi Airport, Singapura,
2019
Nah, ke Singapura kali kedua bareng dia ini, dia mengajak " Can we do that again?" ujarnya sambil membagikan foto kami saat makan es krim saat dikerjai itu. wkwkwk. Ya uweslah ayuk!!! (*)

Post a Comment

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates