Latest Posts

Indonesia Itu... Ya di Indonesia

By Monday, December 14, 2015

ADA saja yang menggelitik setiap saya mengadakan perjalanan ke suatu tempat atau kawasan baru.

Pengalaman menjadi seorang traveler dari Indonesia itu banyak senangnya, tapi lumayan sebelnya juga.

Akhir Oktober lalu, saat perjalanan ke Jepang, dua hari saya habiskan di Kyoto. Menginap di Piece hostel Kyoto, malamnya, seluruh hotel atau tepatnya tamu hotel yang sedang bersantai ria di lobbi dan ruang makan yang menyatu dengan concierge mendadak gempar. Segerombolan Naruto and the Gank (yang belakangan saya ketahui bernama Akatsuki.. Hahaha *padahal saya sudah sok tahu mengenai Fox chakra dan shinobi war ke mereka.. Ya Tuhan semoga mereka tidak mengerti apa yang saya ucapkan.. Hahahaha) tiba-tiba masuk dan menjadi pusat perhatian.

Mereka mengenakan costum ala cosplay. Jubah hitam dengan awan merah, lalu rambut sesuai karakter dan juga pengikat kepala yang unik khas Naruto. Mereka berlima. Tampilan itulah yang membuat sebagian besar tamu multinegara yang stay disana berebut minta foto dengan mereka, termasuk saya dong *kala itu penyakit narsis belum sembuh total.

Singkat cerita, mereka menginap di hotel yang sama denganku. Bahkan, dua dari mereka menginap satu kamar denganku. Ya saya memilih menginap di dorm shared room berisi 10 orang di ruang 201 di lantai 2.

Esok hari, alarm yang termodifikasi pukul 04.00 WIB bunyi. Dannnnn jelas  saja bunyi pukul 06.00 waktu sana (Noted: Jepang memiliki zona waktu GMT 09.00  sama dengan zona waktu Indonesia kita di bagian Timur seperti Ambon, atau dua jam lebih cepat dari zona GMT 07 WIB). Saya langsung melompat dari bunk bed, mengambil perlengkapan mandi, karena pagi itu akan berangkat ke prefektur Fukui, sekitar tiga jam menggunakan bus dari Kyoto. *belum lagi drama tersesat ala kawan booooo.

Mandi mandi di lantai satu. Mennnn kamar mandinya kecil banget. Jangan harap kamu bisa yoga atau senam ballet ala2 disitu sambil bilas2 dan kucek2 rambut. Ukurannya tak sampai serentangan tangan. Lantas dimana dong kita beres-beres dan make up-an? Ada ruang make up khusus.

Nah di ruang make up inilah baper (sebel) dimulai. Dua orang tamu asal China/Tionghoa keluar saat saya masuk untuk merapikan diri. Rentang beberapa saat kemudian, dua orang Jepang masuk. Saya tak terlalu memperhatikan. Saya terlalu fokus mengeringkan rambut.

Salah satunya menyapaku. "Sumimasen?? Is it possible to use?" tanyanya sambil menunjuk kursi di sebelahku. "Yes," Ujarku mempersilakan. Dia pun duduk di sampingku. Saya melihatinya dari kaca. "Excuse me, you r the girl with naruto costume last night, don't you?" Tanyaku.

"Naruto?? Yes but we are Akatsuki," Ujarnya. "Waaaaa.. Kalian sangat berbeda sekali dengan tampilan semalam.. Kawaiiii.. Very beautiful in natural face..," ujarku memuji.. *Ya Tuhan mereka mengerti ga sik?

Kami pun mengobrol sambil merapikan diri masing-masing dengan kemampuan penangkapan bahasa yang terbatas. *Mungkin hanya bahasa kalbulah yang sama-sama kami mengerti dalam percakapan itu.

Tiba-tiba, saat saya hendak meninggalkan ruang make up, satu dari dua yang bernama Emmy itu menanyaiku:

Emmy: where r u from?
Me: Indonesia
Emmy: wow.. Namaste. Curry food
Me: NOoooo.. that's India
Emmy: oh its different? Sorry. 
Me: very different. Indonesia in South east Asia while India in South Asia. Do you know Bali?
Emmy: oh yes yes.. I know, the beautiful place in the world.
Me: thats apart of Indonesia..nice to meet you.. Bye bye.. *huuuh, Bali doi tau, Indonesia doi ga tau. Apa perlu saya buat hastag #IndonesiabukancumaBali atau #BaliBukanIndia? -Hih-

Hal yang sama juga saya alami saat membersihkan perlengkapan makan usai sarapan pagi di lobby. -Piece Hostel Kyoto memberlakukan sistem 'Self Service' bagi seluruh tamunya. Tidak ada pelayanan staf saat tamu mau makan atau minum. Semua ambil sendiri dan bersihkan sendiri. Jadi, setelah breakfast, seluruh tamu akan antri mencuci piring mau pun gelas masing-masing dan menaruhnya kembali di rak. Sangat tertib dan rapi sekali-. Saat antri mencuci, saya bertemu Otsuka, yang juga rekan Emmy. Mereka berasal dari Fukuoka. Dia tersenyum lantas berbincang singkat.

Me: Good morning.
Otsuka: Morning (Dia pun mendengarkan Emmy berbicara yang menyatakan, saya berasal dari Indonesia dan akan berangkat sebentar lagi ke Fukui). You want to go to Fukui? wow..Sugoi (sambil pasang muka antara takjub dan heran)
Me:Ya, saya akan berangkat kesana.
Otsuka: You from Indonesia? too far from Japan.
Me: (tersenyum) yes.. do you know my country Indonesia? what do you think about that?
Otsuka: Hmmmmm... traffic jam all day long, and flooding in december right?
Me: (mulai senyum paksaan tapi emang fakta).. hahaha.. tak semua kawasan di Indonesia seperti itu.

Lalu kami sama-sama tertawa sambil dia bilang "Sorry". Dan melanjutkan perbincangan, mereka akan menghabiskan waktu di Fushimi Inari Taisha, dan Arashiyama Bamboo Groove sebelum kembali ke Fukuoka. Kami pun sama-sama mengucapkan "Semoga menikmati perjalanan bersama-sama".

Lihatlah, masih ada saja yang belum tahu mengenai INDONESIA.. sediiiih banget.. hiks.

Ada lagi, ini bagian perjalanan paling norak yang buat sebel. Bahkan di negara Vietnam pun, masih ada beberapa yang tak tahu Indonesia. *helllooooo you think?? Negara satu kawasan saja ga tahu?? Waah parah!! Atau emang doi nilai Geografinya jeblok kali yak? *langsung pasang muka jutek. Isssh sebegitu ga terkenalnya kah Indonesia, negeriku yang warganya termasuk saya sangat ramah itu? Apa mereka ga punya pelajaran mengenai geografi kawasan? Aaaah bodo amat, gemah ripah loh jinawi ah.. Hiks..

Tapi ya, yang paling lucu ada juga. Kali ini bukan karena mereka2 itu tak tahu Indonesia, tapi saya yang selalu dianggap dari Filippina.. Hahahaha *ora sudi.

Di Thailand, saya dianggap pinoy (Sebutan buat orang Filippina). Di Vietnam apalagi.. Beberapa turis Pinoy mengajakku berbahasa mereka, Bahasa Tagalog. Oh mai gaad.. Saya langsung kabur dong dari Ben Than market sambil bilang "sorry i don't understand. I'm Indonesian".

Demikian juga saat pilih-pilih kopi di Pham Ngu Lao. Seorang pria dan pacarnya masuk turut memilih-milih kopi. Dia berpakaian tshirt merah bertuliskan BANDUNG. Saya kira orang Indonesia,  saya pun senyum. Namun rupanya, pacarnya menanyainya dengan bahasa Tagalog. Entah apa pembahasan mereka, dan dia langsung melihatku dan tersenyum lalu menanyakan dengan bahasa yang tidak kumengerti." Sorry, what do you say? I don't understand. I am Chahaya from Indonesia," ujarku.

"Oh maaf saya kira kamu orang Pilipino. Mirip sekali," ujarnya. "Oh kamu menjadi orang kesejuta yang bilang begitu selama saya disini," ujarku tertawa.

 Dia pun menanyakan kopi mana yang bagus dan murah. "Saya takut ditipu disini. Kami baru kena scam sepulang dari Dalat. Takut kena tipu juga disini," katanya gitu.

Saya pun menunjuk kopi harum yang saya beli. Dan mereka lantas membelinya.

Dan kemarin di Singapura, usai sarapan pagi merangkap siang di kawasan China Town, turun ke lantai dasar, tiba-tiba penjual handphone disana melihat kami dan bilang "Sawadika!!! Let me know what you want". *bah apa aku mirip orang Thailand juga dimata orang Singapura? Aku INDONESIAaaaaaaaa!!! ***

BI, December 14,2015
COS

You Might Also Like

10 komentar

  1. Haha...tapi klo baca buku Agustinus Wibowo sewaktu nun jauh di pedalaman Afgan terus ketemu bule dan bule itu tau Indonesia. Rasanya takjub :D haha bahas dia terus ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntahlah kak Lin.. Agak2 gimana gitu perasaan ini klo orang2 luar sana ga tau Indonesia.. *sedih hati adek kak..

      Maaaak.. Agustinus Wibowo lagi??? Wkwkkwkw *bahas diaaa bahasss

      Delete
  2. Org indonesia dkira orang filipina itu terlalu mainstream wkwkwkw...kalo dikira orang dari papua baru kaget haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Rina: Hahahaha.. Jadi ingat, dulu kecil karena saya paling item diantara sodara2, saya selalu diejek papua atau flores.. Benci banget klo dibilang gitu.. Suka nangis #nostalgiamasakecil

      Delete
  3. Aku belum pernah dikira orang Filipin.. Kalo dikira orang Singapur, Malaysia, ato Thailand sih pernah... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Dian: Hahaha.. Aku selalu dianggap Orang Pilipinna mba Dee.. Pernah sekalinya saat nawar taksi di dari Stulang Laut Malaysia menuju kantor konsulat RI di Jalan Taat waktu itu. Tawar menawar tarif taksi, nah di dalam, saat aku ditelpon staf konsulat menanyakan sudah dimana. Dengan berbahasa Indonesia pastinya saya jawab. Tetiba si sopir taksi ngomong begini "Awak Indonesiakah? saya kira kamu dari Manila".. bwahahahaha.. sedih hati ini... *Apa saya diadopsi dari Manila yak..? hwaaaaaaaaa hiks

      Delete
  4. Btw tampilan blog barunya manis banget, Chay :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkk.... Itu ga selamanya mba Dee.. iseng aja sampai ketemu template yang klop di hati :))

      Delete
  5. Hi say, apa kabar? wah bisa "menemukan" dirimu di blog ini ya. Masih ingat sama kk nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kakak Citra...

      Puji Tuhan kabar baik. Ingat dong.. apa kabar kk?
      Terimakasih sudah mampir ya :)

      Delete