Latest Posts

HUH

By Saturday, June 23, 2012

Segumpal senyum kecut menandakan kesal yang teramat sangat, saat kau menyinggung secuil ranah itu.

Mengapa? Masalah buat lu? Penasaran?
Baru tahu ada mahluk seperti lu..
Aku langsung ilfill mengarah ke muak.

Bisa mentolerir segala canda berujung tawa.
Tapi kalau sudah mengarah ke 'ranah' itu,
Stop, berhenti..
Emosiku, bahkan nuraniku pun tak dapat menerimanya.

Siapa kamu dengan sikap seperti itu?
Apa kamu tahu siapa aku?
Mudah melihat sisi orang lain, kamu menjalaninya, dan menikmatinya.
Bagi aku, itu tidak berlaku.
Ada batas dalam diriku yang tidak boleh seorang pun tahu.
Dan kamu, hei taik!!! Kamu sudah keterlaluan ingin menerobos itu semua.
Tidak boleh dibiarkan..

Kamu kuhargai hanya bagian dari situ saja
Selebihnya, kamu tak lebih dari mereka bagiku.
Sudah, itu saja.

Silakan kontrol emosi meluap-luapmu itu.
Supaya mahluk, bahkan semesta tidak membencimu.

Chya, 23062012
Suatu kesal di dini hari
12.10 am

You Might Also Like

0 komentar