Latest Posts

Pulau Subang Mas: Discover Hidden Paradise Inside Batam by Boat

By Monday, August 07, 2017 , ,

Best view Pantai Permata di Pulau Subang Mas, Batam.
 "How can this place is so beautiful? the beach and the sea is very nice and nobody local know it?"
 ITULAH pertanyaan Nguyen Than Toan, rekan couchsurfing asal Vietnam kepadaku, saat ia baru saja keluar dari laut di Pantai Permata, Pulau Subang Mas, pulau yang pertama kali kami singgahi, saat mengadakan Island Hopping, Sabtu (5/8) lalu.

Saya pun memberitahunya bahwa pulau Subang Mas ini adalah pulau berpenghuni. Hanya saja, penduduknya mengelompok di ujung pulau saja, yang berhadapan langsung dengan Pulau Tunjuk. "Kalau nanti kapal kita melewati bagian belakang pulau ini, nanti kamu bisa melihat rumah panggung di sana. Di situlah warga pulau ini tinggal berkelompok," ujarku padanya. (Baca di sini saat kunjunganku sebelumnya: Meet Up Dolphins at Mencaras Island)
Pantai Permata. Pasir pantainya lembut banget. Very soflty.
Saya pun mengatakan kepadanya, ini hanyalah satu dari pantai terindah di Batam. Ada banyak pantai-pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih apabila kami mengunjungi pulau-pulau lainnya. "Ya boleh dibilang, meski pun ini pulau berpenghuni, tak banyak warga yang sadar bahwa garis pantai dengan pasir putih yang panjang ini menjadi salah satu hidden paradise wajib kunjung apabila datang ke Batam. Honestly, Batam ini dikelilingi ratusan pulau khas tropis yang masih murni dengan pantai-pantai indah yang masih tersembunyi. Kami sudah menemukan beberapa dan masih banyak lagi. We must discover it by boat, if you want to know more," ujarku.

Beberapa kali Toan mengungkapkan ketakjubannya. "Very quiet place," ungkapnya. _That's why it called Hidden Gems Beach Toan_

Ia pun mengatakan, negaranya Vietnam memiliki beberapa garis pantai, bahkan ia sudah mengunjungi pantai Dham Trau (Sorry kalau salah penulisan. Bahkan saya tak tahu ini pantai dimananya di Vietnam. Saya hanya pernah mengunjungi kawasan pantai di Fish Village, Mui Ne)  yang menurut turis mancanegara adalah pantai terindah di negaranya. Namun, menurutnya, pantai tersebut kalah dengan pantai Permata di Subang Mas tersebut. "Ini sangat indah you know? Sangat natural. Saya suka," ungkap pria yang tengah menempuh gelar PhD bidang IT lewat beasiswa di National University of Singapore (NUS) ini.
We take photo together as return ticket to a moment otherwise gone. Tim Adventur kali ini (L to R): kak Lina Sasmita, girl who i didn,t know her name, me, kak Rina, Zack, Nguyen Tanh Toan, bang Ahmadi, Asad, Harahap Soleh, Icha)
Sudah dua kali ia berkunjung ke Batam. Sebelumnya, ia sudah mengunjungi Pulau Abang. Dengan bangga, ia menyebutkan ia merasa beruntung saat bisa melihat coral-coral yang indah dengan mata telanjang kala berenang di Pulau Abang tersebut. Ah, Toan kamu saja yang Vietnamese takjub banget melihat secuil keindahan tersembunyi di negeriku, apalagi saya yang Indonesian asli, saya lebih takjub. "That's why i love my country so much," ungkapku tertawa sambil mengajaknya kembali menjelajahi bagian kiri pantai. Di sana, sudah duluan kak Rina, Soleh Harahap,Asad, Zack dan temannya, Icha, Bang Ahmadi, serta kak Lina mengeksplorasi kawasan dan mengabadikannya lewat foto.
FOKUS ama objek di lubang donatnya aja ya kakak.. haha
Pantai Permata di Pulau Subang Mas, menurutku boleh dikatakan sebagai one of hidden paradise inside Batam yang bisa ditempuh menggunakan kapal. Kami sendiri menyewa pompong atau long tail boat bertenaga mesin dengan tekong pak Daud. Beliau orang yang selalu setia membawa kami apabila ada kegiatan weekend short escape mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitar Batam.

Pulau Subang Mas sendiri masih bagian dari wilayah Kota Batam, meski lokasinya sangat dekat, hanya sekitar 30 menit dari Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, namun pulau ini masuk ke wilayah administratif Kecamatan Galang. Dari Jembatan Nara Singa atau jembatan 2 Barelang, jarak tempuh ke pulau ini membutuhkan waktu sekitar satu jam. Menuju ke sana, sembari pompong membelah lautan, kami disuguhi pemandangan pulau-pulau di kejauhan, dan bahkan melewati jalur mangrove lebat yang panjang dan indah. Negeri ini luar biasa indah sekali. Hanya mereka yang benar-benar mengerti melihat keindahannyalah yang pantas mengucapkan syukur tiada henti atas ciptaan Sang Creator Maha Sempurna ini. Siapa bilang Batam hanya pulau Batam daratan Bengkong, Batamcenter, dan Nagoya dengan segala problematika di dalamnya saja? BIG NO!!! Batam itu indah apabila kamu berani mengeksplorasi pulau-pulau kecil di luar kawasannya seperti yang kami lakukan ini.
SEJAUH mata memandang dari batu karang di Pantai Permata, Pulau Subang Mas.
Island hopping kali ini, kami lebih banyak menghabiskan waktu di Pantai Permata. Sebelum kapal mendekat ke kawasan pantai, saat kesepakatan menuju Pulau Subang Mas sebagai pulau yang pertama dikunjungi, saya sudah wanti-wanti ke rekan, khususnya kak Lina, supaya jangan turun di kawasan yang ada penduduknya. Melainkan langsung saja dibawa ke pantai putih dengan garis pantai yang panjang itu. Hampir saja pak Daud membawa kami turun ke kawasan yang berpenghuni, namun seketika kita minta, langsung turun di pantai saja. Dari kejauhan, Permata itu terlihat dengan sapaan khas zamrud khatulistiwa dengan air laut gradasi tiga warna: hijau pekat, toska dan bening dengan ujung garis putih pantai dan tumbuhan hijau khas pulau. Cuaca cerah hari itu membuat langit tampak biru dan putih menggaris di angkasa.Sempurna sekali, dan seketika itu kami jatuh cinta.

Seketika itu pula kami putuskan untuk  lebih lama di sana. Bahkan rekan Soleh di Pejalan Single mengungkapkan keinginannya, mendingan santai-santai di pulau ini saja. Tak usah island hop lagi saking ia jatuh cinta dengan pantai tersebut.

Dari kejauhan, garis pantai itu sangat panjang. Namun setelah dekat, ternyata areanya terbagi-bagi dengan dibatasi batu karang berbagai ukuran mulai dari kecil hingga besar. Kami sangat menikmati keindahannya, bahkan menjadikan beberapa tempatnya untuk bernarsis ria, mengabadikan berbagai sudut keindahan Pantai Permata itu.

Saat rekan lainnya berenang agak jauh ke laut, saya, Icha, Soleh, dan kak Lina mengeluarkan potluck. Duduk di atas batu di bawah pohon hijau yang teduh di pantai berpasir putih. Kenikmatan mana lagi yang kami dustakan? tidak ada. Apalagi ditambah semangkuk pop mie, aneka cemilan dan banyaknya jenis makanan. Ah Island hopping memang menjadi salah satu momen terindahku dalam mengecap berbagai warna perjalanan.

Selain menyajikan keindahan pantai dan bukit hijauh, Pulau Subang Mas ini juga merupakan salah satu pulau legenda di Batam. Dimana, di pulau ini terdapat makam Engku Putri Dahlia, putri kesayangan dari Raja Daik Lingga yang kecelakaan kapal karam bersama para panglimanya.

How To Get There
Hidden Paradise. Picture taken by Soleh Harahap
Sesuai judul yang saya buat, Pulau Subang Mas: Discover Hidden Paradise Inside Batam by Boat, tidak ada transportasi publik langsung ke pulau ini. Kalau pun ada, hanya dua kali sehari, yakni pagi dan sore dengan biaya Rp 60 ribu sekali jalan menggunakan kapal pompong melalui Pelabuhan Rakyat Telaga Punggur.

Kami sendiri menuju pulau ini, harus menyewa pompong seharga Rp 800 ribu melalui Jembatan Dua Barelang. Biaya tersebut sudah menjadi harga paten dengan langganan tekong, pak Daud yang ramah, yang selalu menjadi guide kami. Kami selalu siap dibawa ke pulau mana saja oleh beliau. Island hopping kali ini saja, yang tadinya rencana mengunjungi lima pulau dalam sehari, hanya terealisasi tiga pulau, yakni Pulau Subang Mas, Pulau Tunjung, dan Pulau Awi di kawasan Piayu Laut. Mengapa hanya tiga pulau? karena kami semua sudah terpesona dengan keindahan Pantai Permata di Pulau Subang Mas, jadi lebih banyak waktu dihabiskan disana.

Bagi kamu yang tertarik mengunjungi pulau ini atau pulau-pulau di sekitar Batam, drop saja pertanyaan di komentar atau kirim email (ada di Informasi) dengan subjek: Island Hopping Batam. ***

You Might Also Like

7 komentar

  1. Replies
    1. Pejalan Single,
      Mumpung mood menulisnya lagi 'kesetanan' so diupdate aja dulu.. hehe

      Delete
  2. Pengen banget ke pantai, sekarang bisa diajak jalan ke Mal aja udah seneng hiks.. (nasib punya "buntut" kak)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Dian Fernanda,

      Ayuk atuh sesekali klo ada waktu mba Dian.. hehe

      Delete
  3. Suka lah ke pulau ini. Suka pantainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahmadi Sultan,

      Me too.. Next, kalau kesana lagi, kita turun di kawasan tempat tinggal warganya saja. Ada warung jual air kelapa muda pake gula merah. segar banget..

      Delete