Latest Posts

Wisata Bunuh Diri di Pantai Tojinbo Jepang

By Wednesday, November 25, 2015 , ,

Eksotis, Sempurna Tapi Menegangkan

Pantai Tojinbo, Tojinbo, Cliff, Fukui, Jurang Tojinbo, Jepang, Japan, Wisata Bunuh Diri, harakiri, www.catatantraveler.com, catatan traveler chaycya, traveling, backpacker, gunung fuji, honshu,
Panorama pantai Tojinbo dari main view To Jin Bo. Kira-kira dua sejoli itu lagi ngapain yak?
JEPANG terkenal sebagai negara yang masih menjalankan budaya harakiri, atau budaya bunuh diri karena kesalahan sosial. Ada banyak tempat menjalankan aksi harakiri ini. Ada yang bilang di kaki gunung Fuji, ada yang di rumahnya sendiri, bahkan ada pula yang memilih lautan untuk mengakhiri segalanya.

Pantai Tojinbo, Tojinbo, Cliff, Fukui, Jurang Tojinbo, Jepang, Japan, Wisata Bunuh Diri, harakiri, www.catatantraveler.com, catatan traveler chaycya, traveling, backpacker, gunung fuji, honshu,
Sejau mata memandang. (Model diperankan oleh: dedek Honoka Nojiri)

Tojinbo, atau oleh masyarakat Jepang menyebutnya Tojimbo merupakan pantai bertebing terjal yang terletak di kota Sakai, perbatasan antara prefektur (provinsi) Fukui dan prefektur Ishikawa. Pantai ini mengarah ke laut Jepang dengan terjangan ombak yang kuat sepanjang tahun. Menuju kawasan ini butuh 10 jam perjalanan dari Tokyo menggunakan bus.

Perjalananku ke Jepang tak hanya berhenti di Tokyo, Kyoto dan Osaka saja. Saya berkesempatan mengunjungi prefektur Fukui, salah satu prefektur penghasil beras terbesar di kepulauan Honshu, pulau terbesar di Jepang selain Shikoku, Kyusu dan Hokkaido.
Pantai Tojinbo, Tojinbo, Cliff, Fukui, Jurang Tojinbo, Jepang, Japan, Wisata Bunuh Diri, harakiri, www.catatantraveler.com, catatan traveler chaycya, traveling, backpacker, gunung fuji, honshu,
Ada banyak pilihan rute menikmati andesit dan karang Tojinbo

Perjalanan ke kota ini adalah perjalanan tak disengaja. Berawal dari ajakan rekan couchsurfing, Honoka Nojiri ke kampung halamannya di Fukui. Alhasil waktu di Kyoto pun menjadi terbagi sehari untuk mengunjungi kota ini. Menuju kota ini, butuh waktu tiga jam menggunakan bus Keifuku dari stasiun bus Fushimi-ku, Kyoto.

Mengunjungi Fukui, Kouhei Funahashi, seorang mahasiswa jurusan Biologi dari Universitas Fukui pun turut bersama dan menjemput dari stasiun Fukui. Butuh waktu satu jam menggunakan mobil pribadi menuju Tojinbo. "Tojimbo merupakan tempat wisata pantai yang terkenal di Fukui setelah museum Dinosaurus," ujar Kouhei disela-sela perjalanan.
Oh ya, Kouhei merupakan teman dekat sekaligus teman kuliah Honoka Nojiri di Universitas Fukui.
Baik Honoka, maupun Kohei, teman baruku ini menjelaskan, Tojinbo sering dijadikan sebagai lokasi syuting film action di Jepang, atau lokasi pengambilan gambar yang memacu adrenalin untuk acara televisi. "Lokasi itu juga sebagai lokasi spiritual. Ah lihat saja nanti, kamu akan takjub," ujarnya.
Pantai Tojinbo, Tojinbo, Cliff, Fukui, Jurang Tojinbo, Jepang, Japan, Wisata Bunuh Diri, harakiri, www.catatantraveler.com, catatan traveler chaycya, traveling, backpacker, gunung fuji, honshu,
Pulau di kejauhan itu namanya Ojima

Menuju Tojinbo, dibutuhkan jalan kaki sekitar 15 menit dari lokasi parkir mobil. Jalanan yang menanjak lalu menurun tersebut tidak akan terasa, karena di kiri kanan jalan banyak kedai warga dengan rumah tradisional Jepang, yang menjual aneka jenis makanan laut. Fukui, selain dikenal sebagai lokasi persawahan, juga terkenal dengan hasil lautnya yang melimpah.
Pantai Tojinbo, Tojinbo, Cliff, Fukui, Jurang Tojinbo, Jepang, Japan, Wisata Bunuh Diri, harakiri, www.catatantraveler.com, catatan traveler chaycya, traveling, backpacker, gunung fuji, honshu,
Lucu-lucu yak penjual ikan laut di Fukui eh kawasan Tojinbo ini?

Tibalah di tubir paling ujung. Pemandangan menakjubkan pun langsung terlihat. Angin laut musim gugur yang dingin langsung menerpa. Suhu dingin 5 derajat celcius langsung menyeruak. Coat dan syal hangat tak mampu menutupi dingin. Namun hal tersebut tak menghalangi melihat langsung lebih dekat tebing terjal di sana. Sejauh mata memandang dari kiri ke kanan, tebing tersebut sangat kokoh dengan permukaan yang tidak rata.

Di titik utama pantai Tojinbo tersebut, ada kaligrafi Jepang bertuliskan To Jin Bo.Tebing ini mempunyai panjang 1 kilometer dan tinggi sekitar 25 meter. Menuju tiap pesisirnya, ada jalan kecil, susuran dari bebatuan. Dari jalanan kecil tersebut, tebing tersusun dengan bentuk yang aneh. Deburan ombak yang keras menghantam karang, ditambah suasana eksotis membuat kawasan ini sangat indah, namun menegangkan apabila berdiri dan berjalan menyusuri jalan kecil di tebingnya.

Tempat ini memang berbeda dari tempat wisata yang sudah dikunjungi di Jepang. Pantainya terdiri dari dinding andesit. Berdasarkan Wikipedia, hanya ada tiga fenomena dinding andesit di dunia yakni Jepang, Korea dan Norwegia. Andesit pantai Tojinbo terbentuk sekitar 1,2 miliar lalu (Bayangkan, umur bumi saja diperkirakan baru 4,5 miliar tahun. Hwaaaaah, berarti? sudah berapa banyak spesies yang musnah silih berganti yak? Sedangkan ini andesit masih saja bertahan hingga sekarang ). Pantas saja, pemerintahan Jepang menunjuk lokasi ini sebagai kekayaan alam Nasional dan menjadikannya tempat wisata sejak 2004 lalu.

Tak hanya berdinding andesit, kawasan ini juga hampir 80 persen cliff.  Dinding andesit dengan pantai karang yang curam dan terjal berpadu dengan air laut jernih dan ombaknya yang keras membuat kawasan tersebut sangat indah. Nyanyian alam sempurna perpaduan dari desiran angin dan suara ombak membuat aura aneh bagi pengunjungnya. Meski begitu, banyak pengunjung penuh excited menikmati pemandangan alam tersebut, termasuk saya.
Pantai Tojinbo, Tojinbo, Cliff, Fukui, Jurang Tojinbo, Jepang, Japan, Wisata Bunuh Diri, harakiri, www.catatantraveler.com, catatan traveler chaycya, traveling, backpacker, gunung fuji, honshu,
Dinding andesit diantara cliff atau jurang. (Ah mengunjungi kawasan ini seolah menjadi ajang pembuktian pelajaran Geografi zaman SMA aku ini.. hehe)

Turun ke bagian tebing paling depan, melihat sekelilingnya, pantai Tojinbo ini memang sangat indah. Laut seolah dipagari tebing batu. Di tengah tebing, ada tangga batu menuju akses ke laut. Sayang, tangga tersebut tertutup tali dan tulisan (lagi-lagi) berbahasa Jepang. "Arti tulisan ini, Pikirkan kembali ibumu apabila melewati tangga ini," ujar Hiroyuki, salah satu pengunjung asal Fukuoka yang saya mintai tolong mengambil foto saya di dekat tebing tersebut, dan akhirnya doi juga minta tolong ambil fotonya disana juga. Gantian deh.

Di balik keindahan pantai ini, ditambah tela-teki keberadaannya, hampir membuat takut, namun tetap menyusuri pantai terjal tersebut, hingga meninggalkan rekan di belakang. Berjalan di pantai ini harus ekstra hati-hati, tergelincir sedikit saja, nyawa menjadi taruhan.

"Pelan-pelan Chahaya kakak, jangan terlalu pinggir jalannya," teriak Honoka dari belakang saat kami hendak menuju tengah-tengah pantai berbatu dengan permukaan yang tidak rata tersebut. Di tempat tersebut, bersama rekan, sempat mengabadikan foto bersama dan merekam video keindahan pantai karang ini.

Di kawasan pantai tersebut, di atas toilet umum, ada rumah dengan desain rumah tradisional Jepang. Oleh Kouhei, rumah tersebut dijadikan sebagai pusat konseling dan tempat peristirahatan. "Jadi, ada banyak orang datang ke sini, menyeimbangkan kehidupan spiritual mereka," jelas Kouhei.

Tak hanya Kouhei, Santi S,sahabat sejak SMA yang kini bermukim di Kawasaki pun menceritakan, di pantai ini sering terjadi peristiwa bunuh diri. Menurutnya, sering ada berita bunuh diri dari tempat tersebut. Tempat itu memang sangat berbahaya. "Makanya, oleh sebagian warga Jepang, bunuh diri ke laut itu adalah hal wajar, karena ombak laut dianggap sebagai nyanyian kesepian," ujar sahabat tersebut.

Dari pantai yang terletak 100 meter di atas permukaan laut ini, ada sebuah pulau kecil di kejauhan. Namanya Pulau Ojima, atau menurut Honoka, oleh warga Fukui sering disebut Pulau O. Adakah penduduk disana? Apa itu lokasi wisata yang menarik juga? Kouhei menjawab dengan kaget. "No!!! itu pulau tak berpenghuni.Itu pulau hanya bagi orang yang ingin menyendiri dan tidak ingin kembali lagi," ujarnya dengan halus.

Maksudnya? Ia pun hanya tersenyum meninggalkan teka-teki.

Dalam perjalanan pulang dari pantai tersebut, saya sempat mengabadikan sebuah patung manusia menggunakan topi khas Jepang. Berdiri memegang tongkat. Lalu berlalu, dan tiba-tiba Kouhei menunjukkan sebuah patung berbentuk aneh. Bentuknya seperti Panda dalam film Kung Fu Panda, tapi tangan dan telinganya seperti manusia. "Tahu arti dari Tojinbo? dari sinilah legendanya," ujarnya.
Pantai Tojinbo, Tojinbo, Cliff, Fukui, Jurang Tojinbo, Jepang, Japan, Wisata Bunuh Diri, harakiri, www.catatantraveler.com, catatan traveler chaycya, traveling, backpacker, gunung fuji, honshu,
The man behind the story
 Tojinbo itu pendeta yang dibunuh dengan cara didorong ke laut. Masyarakat percaya, terjangan ombak sepanjang tahun disini karena arwah Tojinbo yang murka. "Setiap tahun selalu ada upacara pemujaan disini," ujar Kouhei.
Pantai Tojinbo, Tojinbo, Cliff, Fukui, Jurang Tojinbo, Jepang, Japan, Wisata Bunuh Diri, harakiri, www.catatantraveler.com, catatan traveler chaycya, traveling, backpacker, gunung fuji, honshu,
Patung Tojinbo ini bisa ditemui di pinggir jalan saat turun menuju kawasan pantai
Apakah karena cerita tersebut, masyarakat Jepang menjadikan tempat yang bisa diakses dengan kereta peluru Shinkansen Kanagawa jalur Hokuriku ini sebagai salah satu lokasi bunuh diri? Setiap tahun, ada saja ditemukan mayat di laut Tojinbo, atau orang hilang yang dicari disini, dan tiba-tiba ketemu mengambang.

Jepang, tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki angka bunuh diri tertinggi di dunia setelah Korea Selatan dan Guyana. Faktor bunuh diri ini karena dipicu budaya harakiri, atau budaya malu karena kesalahan sosial. Tahun 2014 tercatat sebanyak 18,4 persen atau sekitar 50 ribu warga Jepang yang bunuh diri. Jumlah ini hampir menyamai angka bunuh diri di Indonesia yang rata-rata karena penyebab faktor sosial dan ekonomi.
Pantai Tojinbo, Tojinbo, Cliff, Fukui, Jurang Tojinbo, Jepang, Japan, Wisata Bunuh Diri, harakiri, www.catatantraveler.com, catatan traveler chaycya, traveling, backpacker, gunung fuji, honshu,
Pada akhirnya, sang penulis juga tetap narsis di tempat wisata yang terkenal dengan wisata bunuh diri ini. (Sakai-Mikunichoanto, 1 November 2015) --- arigatou gozeimasu to Hiroyuki san buat foto ini.

Panorama Tojinbo yang menakjubkan, malah sering digunakan sebagai tempat wisata bunuh diri warga dari berbagai pelosok Jepang. Oh ya, khusus bagi warga yang ingin mengunjungi tempat wisata di kota Sakai ini, bisa menggunakan kereta Japan Railpass (JR) menuju stasiun Awaraonsen di kota Awarayunomaci, lalu lanjut naik bus Keifuku dengan jalur Tojinbo. ***


PS: Tulisan ini juga sudah diterbitkan bersambung di Harian Batam Pos (Jawa Pos Group), Edisi 11 November 2015 & di edisi Online juga.




You Might Also Like

6 komentar

  1. Duh jepang dimana2 ada tempat bagus buat di datangin yak, ....

    ReplyDelete
  2. Asad: Bener Sad.. hampir semua sudut layak dijadikan tempat wisata. Toiletnya aja aku jadiin tempat wisata disana meski pun ga kebelet, tapi bok ya dirasa penting untuk melihat untuk bahan tulisan.. ahaha

    ReplyDelete
  3. waduh,, indahnya, sayang jika digunakan untuk bunuh diri

    salam
    helm sepeda onthel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. keren yak mereka, suicide aja pilih2 tempat yang indah.. :))

      Delete
  4. mistis banget ya suasananya...maklum ya tempat bunuh diri hiks

    ReplyDelete
  5. Dear uni Ana,
    Yep.. tapi antara mistis dan gak mistis sih haha

    ReplyDelete