Latest Posts

Apa Salah Dia???

By Thursday, June 02, 2011

Begini..
Dulu selalu menyakiti..
Menganggap bodoh..
Memanfaatkan..
Membentak..
Memfitnah..
Menginjak..
Menyakiti..
Menangis Dibuatnya..

Aku tak mengerti..
Mengapa air mata itu menganak sungai di pipi putihnya.
Mengapa selalu bertelut, mata terpejam, kepal tangan di dada..
Selalu menangis mohon perubahan dari mahluk..
Selalu merasa dirinya tak dianggap bagian dari manusia itu..
Memang tak dianggap..
Dianggap sebagai pencuci otak dari bagian manusia itu..
Ya, mencuci ke arah yang lebih baik..

Kini aku tahu sekarang..
Dia telah bangkit..
Dia kuat menunjukkan betapa dia tidak bisa dibohongi lagi..
Betapa dia tidak bisa menerima perbuatan sakit dan keji itu lagi..
Dia melawan, bertindak, membela diri yang dulu tidak dilakukannya karena harus menaruh hormat dan sopan kepada bagian dari manusia itu..
Ketika ucapan itu melawan,bagian manusia itu kaget..
Menangis (tidak menyangka orang yang dulu dianggap tak mampu melawan itu kini bangkit dan melawan ketidakadilan)
Kaget, bagian manusia itu pun menjerit dalam tangis,
Memaksa bagiannya bersekutu melawan dia.
Namun dia tak tinggal diam lagi..
Membuka dan menerjang..
Tidak henti sampai segalanya kelar dan usai.

Dia inspirasi, penyemangatku.
Dia hormatku yang mengangkat kami kembali dari keterpurukan..
menyuruh "Pandang dunia bukan sbg musuhmu, tapi taklukkan dia seolah kau panglima perang yang harus menang".
Dia yang sll mendoakan dan berjuang bagi kami..
Dengan susah payah meski harus pinjam sana pinjam sini..

Cintaku melebihi nyawaku kepadanya.

Bila ada orang yang rela bersimbah darah demi dia dan keluarga..itu aku..
Jangan pandang aku silemah yang harus mengakui kodratku untuk urusan ini.
Aku bisa menjadi singa lapar dengan mata elang yang siap menerkam.
Jangan coba-coba menyakiti keluargaku..
Bila dengan lidahmu engkau menghunus keluargaku..
Maka aku akan lebih lagi..
Aku bukan pendendam, karena mereka selalu mengajarkanku kasih..
Anggaplah mereka, maka kau akan kuanggap..


Chaycya..
GLroom 9.15pm
Tu,04192011

You Might Also Like

0 komentar