Latest Posts
Pizza made by me.. yeay.. Picture taken by Mba Dian Radiata.
TAK perlu jauh-jauh ke Italia hanya untuk mendapatkan sepotong pizza Margherita yang toppingnya bertabur saus tomat asli bercampur basil dan lelehan mozarella. Di Indonesia, khususnya di Batam sudah ada. Berbagai restoran pilihan dan bahkan juga hotel hanya untuk mendapatkan roti bundar tipis yang rasanya asin, asam gurih ini.

Pizza!!! ula la laaaa.. yang pertama sekali terbayangkan adalah nostalgia zaman dulu, dimana pergi ke restoran fenomenal Pizza Hut. Yang dikejar bukan cuma pizzanya yang tebal khas Amerika, tapi kenikmatan antri mengambil saladnya yang memang dibebaskan diambil. Keseruannya, bagaimana kita mengatur berbagai jenis sayur dan buah sebanyak-banyaknya di mangkok, lalu ditabur dengan berbagai saus salad. hik hik.
SUASANA La Pizza Authentico tempat kami belajar membuat pizza ala Italiano.
By the way, sejarah pizza ini sangat rumit dan banyak klaim antar negara mengenai ke-eksis-an-nya kini menjadi menu makanan yang tersohor di berbagai belahan dunia. Ada yang bilang, roti bundar ini lahir sebagai makanan buruh migran pada abad ke 16. Namun, klaim satu kawasan di Italia, yakni Napoli yang menyebutkan, pizza mulai berkembang pesat pada tahun 1800-an sebagai makanan terenak, setelah koki tersohor kawasan itu, Raffaele Esposito membuat pizza atas permintaan Kaisar Italia, Umberto I yang meminta dibuatkan makanan khusus yang melambangkan warna bendera Italia, merah, putih, dan hijau, untuk selanjutnya diberikan kepada sang istri tercinta, Ratu Margherita Savoia.

Maka jadilah sang koki membuat adonan pie (pizza) dengan bumbu yang banyak ditemukan tumbuh di Napoli,  Italia yakni tomat dan basil. Di atas adonan itu, ia mengolesnya dengan tomat yang sudah dimasak menjadi saus sebagai perlambang merah,  menaburi basil yang sudah dipotong-potong halus sebagai lambang hijau, dan tak habis ide, untuk melambangkan putih, ia pun memarut mozarella, keju permentasi susu lalu memanggangnya di atas bara api yang sangat panas.
Proses awal making dough pizza.
Adon maaaaang.. sampai lembut.
Uleni dough..
Menu pie bundar itulah yang ia serahkan ke Ratu Margherita. Saat sang ratu mencicipnya, ia pun memuji kelezatannya dan menyebutnya sebagai pizza margherita. Inilah pizza Italia, pie tipis yang bisa kita icip sekarang. Benar atau tidaknya cerita asal muasal pizza itu terserah pembaca menilai. Namun satu yang pasti, pizza ini bahan utamanya terbuat dari adonan tepung terigu, minyak, garam, dan ragi.

Dan satu yang jelas lagi, pizza pertama masuk ke Indonesia pada 1980-an, dan serta bukan pizza tipis dari Italia melainkan pizza khas Amerika yang sudah dimodifikasi dengan roti yang agak tebal dengan berbagai campuran topping, serta ukuran dan porsinya yang sangat besar, cocok untuk karakteristik warga Indonesia yang memang doyan makan bersama.

Ya sudah sik, sebenarnya tujuan utamaku menuliskan ini adalah untuk berbagi pengalaman membikin pizza ala Italiano ini dengan cara asyik bersama chef Jemmi Wenno dan chef Alex Fatrisman di Lapizza Authentico, Swiss-inn hotel, Penuin, Rabu (3/8) lalu.
Chef Jemmi
Menaburkan mozarella ke pizza sebelum dipanggang.
Ini kali pertama saya membuat pizza dibantu langsung chef Jemmi. Lewat konsep fun cooking pizza ala Lapizza Authentico, acara pun berlangsung seru, fun, asyik, dan kocak.Sebelum para tamu undangan praktek membuat langsung pizzanya dan berkreasi dengan toppingnya, terlebih dahulu chef Jemmi mengajari kami. Saat ia menjelaskan sekaligus praktik, saat itulah kami berkesempatan mengabadikan berbagai komposisi pizza tersebut.

Di sana, saya bergabung dengan rekan blogger, kak Rina, Asad, Zack, Debby, Lukman, dan juga mba Dian Radiata si pemilik blog Adventurose yang turut serta membawa anaknya si curly imut Lala. Di sana, sembari belajar membuat pizza, kami bercanda gurau bersama, mencicip makanan yang dihidangkan, serta saling berbagi pizza yang kami buat.
FOTO bersama usai kenyang makan pizza.
Namanya fun cooking pizza, saya yang paling telat datang menjadi yang pertama mengajukan diri untuk membuat si roti bundar yang tipis kaya opak ini. Turut serta juga kak Rina dan Debby. Sebelum bermain di topping, terlebih dahulu membuat adonan kulit rotinya alias doughnya. Semua bahan mulai dari tepung terigu, ragi, garam, gula pasir, air hangat dan minyak zaitun saya campur ke mangkuk adonan, lalu mengaduk rata dan menguleninya hingga khalis menggunakan tangan.

Menurut chef, membuat suatu adonan itu harus datang dari hati. Kalau saya menambahin baik hati maupun tangan harus sama-sama bersih saat membuat adonan kue. Kan nanti hasilnya untuk dimakan, ga iya banget dong kue yang kita buat ga bersih dan higienis, iya nggak?

Bener kata nyokap gua guys,sama seperti yang chef bilang, kalau masak atau membuat kue itu, terlebih dahulu harus ada keinginan. Jangan setengah hati, nanti hasilnya tak bagus atau rasanya jadi hambar. Menurut Nyonya Nainggolan alias inangku naburju itu, setiap makanan itu punya roh, setelah membuat adonan inti, jangan langsung dimasak atau dikerjakan, melainkan dibiarkan dulu beberapa saat sampai adonannya dough, halus dan mengeluarkan pati. Tak hanya itu, hasilnya enak atau tidak sudah terlihat saat di proses pengerjaan pertama. Hal ini saya dengarkan saat beliau mengajariku membuat kue dadar gulung (kami menyebutnya limi-limi) setiap hari Paskah tiba.
Dough.
Demikian juga dengan chef Jemmi. Usai membuat dough pizza, ia membiarkan adonannya selama 1 jam dan membungkusnya dengan plastik. Mengapa? supaya adonannya mengembang, mengalami proses pelembutan secara alami. Sehingga saat dipanggang nanti, rasanya juara dan crispy.

Ya udah deh, saya bagi cara-cara membuat pizza step by step berdasarkan pengalaman membuat pizza sendiri di sini aja deh:

* Adonan Kulit roti pizza (dough pizza)
PIZZA cabe rawit buatanku..haha

Bahan:
  • Tepung terigu 500 gram
  • Ragi instan 15 gram
  • Garam 1 tsp
  • Gula pasir 2 tsp
  • Air Hangat 250 ml
  •  Minyak zaitun 3 tsp 
 Cara membuat:
  • Masukkan tepung, ragi, gula, dan garam ke dalam wadah adonan.
  • Buat lubang di tengah adonan yang sudah bercampur lalu masukkan sedikit demi sedikit minyak zaitun dan air hangat.
  • Aduk rata dan uleni sampai adonan bercampur semua hingga lengket membentuk dough.
  • Simpan dough ke wadah yang sudah diolesi sedikit minyak, lalu tutup dengan plastik, dan diamkan selama kurang lebih 1 jam dalam suhu ruang, hingga adonan mengembang dan menjadi lebih lembut.
  •  Bagi adonan sesuai dengan bentuk pizza yang anda butuhkan.
* Saus tomat sebagai base topping
Bahan:
  • Tomato pronto 500 gram
  • Bawang bombay 30 gram
  • Bawang putih 30 gram
  • Bay leave 2 lbr
  • Oregano kering 1 tsp
  • Dry thyme 1 tsp
  • Gula Pasir 1 tsp
  • Lada hitam 1 tsp
  • Virgin olive oil / minyak zaitun 2 tsp.
 Cara Membuat:
  • Tumis bawang bombay, bawang putih, bay leave sampai harum menggunakan minyak zaitun. Angkat lalu dinginkan.
  •  Masak tomato pronto, oregano kering, dry thyme, gula pasir, lada hiotam, beserta tumisan secara bersamaan. Aduk semua bahan hingga tercampur rata, lalu angkat setelah mendidih.
  • Dinginkan atau simpan dalam lemari pendingin.

Bahan Tambahan:
SEBELUM dipanggang.
  • Mozarella (diparut)
  • Keju parmesan
  • Aneka sayuran hijau (slada, etc)
  • Bawang bombay, cabe rawit, ham, bacon, daging ayam (terserah mengikuti selera)


    1. Bentuk dough tadi menjadi kulit pizza yang bundar (bentuk menyesuaikan keinginan)
    2. Setelah tipis, olesi dengan saus tomat secukupnya,
    3. Lalu tambahkan topping bahan tambahan sesuai keinginan (Kalau saya pake cabe rawit juga, biar rasa asinnya netral ke pedas jadi enak krenyes2 kaya opak disausin pedas gituh *ndeso)
    4. Sudah jadi, panggang hingga matang. Jangan gosong ya bu-ibuk. (Panggang bisa di oven, di teflon, di bara api atau dimana pun yang bu-ibu punya).
    5. Siap disajikan.

     Dalam kesempatan itu, setelah kami puas menikmati pizza hasil buatan kami, sharing bersama rekan-rekan, lalu tetiba chef Jemmy mengeluarkan pizza mahakarya terbaiknya, yakni pizza vegetarian yang lezat, enak dan sehat. Thanks for teacing us Chef.. good luck buat Lapizza Authentico. ***

 
Best view Pantai Permata di Pulau Subang Mas, Batam.
 "How can this place is so beautiful? the beach and the sea is very nice and nobody local know it?"
 ITULAH pertanyaan Nguyen Than Toan, rekan couchsurfing asal Vietnam kepadaku, saat ia baru saja keluar dari laut di Pantai Permata, Pulau Subang Mas, pulau yang pertama kali kami singgahi, saat mengadakan Island Hopping, Sabtu (5/8) lalu.

Saya pun memberitahunya bahwa pulau Subang Mas ini adalah pulau berpenghuni. Hanya saja, penduduknya mengelompok di ujung pulau saja, yang berhadapan langsung dengan Pulau Tunjuk. "Kalau nanti kapal kita melewati bagian belakang pulau ini, nanti kamu bisa melihat rumah panggung di sana. Di situlah warga pulau ini tinggal berkelompok," ujarku padanya. (Baca di sini saat kunjunganku sebelumnya: Meet Up Dolphins at Mencaras Island)
Pantai Permata. Pasir pantainya lembut banget. Very soflty.
Saya pun mengatakan kepadanya, ini hanyalah satu dari pantai terindah di Batam. Ada banyak pantai-pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih apabila kami mengunjungi pulau-pulau lainnya. "Ya boleh dibilang, meski pun ini pulau berpenghuni, tak banyak warga yang sadar bahwa garis pantai dengan pasir putih yang panjang ini menjadi salah satu hidden paradise wajib kunjung apabila datang ke Batam. Honestly, Batam ini dikelilingi ratusan pulau khas tropis yang masih murni dengan pantai-pantai indah yang masih tersembunyi. Kami sudah menemukan beberapa dan masih banyak lagi. We must discover it by boat, if you want to know more," ujarku.

Beberapa kali Toan mengungkapkan ketakjubannya. "Very quiet place," ungkapnya. _That's why it called Hidden Gems Beach Toan_

Ia pun mengatakan, negaranya Vietnam memiliki beberapa garis pantai, bahkan ia sudah mengunjungi pantai Dham Trau (Sorry kalau salah penulisan. Bahkan saya tak tahu ini pantai dimananya di Vietnam. Saya hanya pernah mengunjungi kawasan pantai di Fish Village, Mui Ne)  yang menurut turis mancanegara adalah pantai terindah di negaranya. Namun, menurutnya, pantai tersebut kalah dengan pantai Permata di Subang Mas tersebut. "Ini sangat indah you know? Sangat natural. Saya suka," ungkap pria yang tengah menempuh gelar PhD bidang IT lewat beasiswa di National University of Singapore (NUS) ini.
We take photo together as return ticket to a moment otherwise gone. Tim Adventur kali ini (L to R): kak Lina Sasmita, girl who i didn,t know her name, me, kak Rina, Zack, Nguyen Tanh Toan, bang Ahmadi, Asad, Harahap Soleh, Icha)
Sudah dua kali ia berkunjung ke Batam. Sebelumnya, ia sudah mengunjungi Pulau Abang. Dengan bangga, ia menyebutkan ia merasa beruntung saat bisa melihat coral-coral yang indah dengan mata telanjang kala berenang di Pulau Abang tersebut. Ah, Toan kamu saja yang Vietnamese takjub banget melihat secuil keindahan tersembunyi di negeriku, apalagi saya yang Indonesian asli, saya lebih takjub. "That's why i love my country so much," ungkapku tertawa sambil mengajaknya kembali menjelajahi bagian kiri pantai. Di sana, sudah duluan kak Rina, Soleh Harahap,Asad, Zack dan temannya, Icha, Bang Ahmadi, serta kak Lina mengeksplorasi kawasan dan mengabadikannya lewat foto.
FOKUS ama objek di lubang donatnya aja ya kakak.. haha
Pantai Permata di Pulau Subang Mas, menurutku boleh dikatakan sebagai one of hidden paradise inside Batam yang bisa ditempuh menggunakan kapal. Kami sendiri menyewa pompong atau long tail boat bertenaga mesin dengan tekong pak Daud. Beliau orang yang selalu setia membawa kami apabila ada kegiatan weekend short escape mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitar Batam.

Pulau Subang Mas sendiri masih bagian dari wilayah Kota Batam, meski lokasinya sangat dekat, hanya sekitar 30 menit dari Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, namun pulau ini masuk ke wilayah administratif Kecamatan Galang. Dari Jembatan Nara Singa atau jembatan 2 Barelang, jarak tempuh ke pulau ini membutuhkan waktu sekitar satu jam. Menuju ke sana, sembari pompong membelah lautan, kami disuguhi pemandangan pulau-pulau di kejauhan, dan bahkan melewati jalur mangrove lebat yang panjang dan indah. Negeri ini luar biasa indah sekali. Hanya mereka yang benar-benar mengerti melihat keindahannyalah yang pantas mengucapkan syukur tiada henti atas ciptaan Sang Creator Maha Sempurna ini. Siapa bilang Batam hanya pulau Batam daratan Bengkong, Batamcenter, dan Nagoya dengan segala problematika di dalamnya saja? BIG NO!!! Batam itu indah apabila kamu berani mengeksplorasi pulau-pulau kecil di luar kawasannya seperti yang kami lakukan ini.
SEJAUH mata memandang dari batu karang di Pantai Permata, Pulau Subang Mas.
Island hopping kali ini, kami lebih banyak menghabiskan waktu di Pantai Permata. Sebelum kapal mendekat ke kawasan pantai, saat kesepakatan menuju Pulau Subang Mas sebagai pulau yang pertama dikunjungi, saya sudah wanti-wanti ke rekan, khususnya kak Lina, supaya jangan turun di kawasan yang ada penduduknya. Melainkan langsung saja dibawa ke pantai putih dengan garis pantai yang panjang itu. Hampir saja pak Daud membawa kami turun ke kawasan yang berpenghuni, namun seketika kita minta, langsung turun di pantai saja. Dari kejauhan, Permata itu terlihat dengan sapaan khas zamrud khatulistiwa dengan air laut gradasi tiga warna: hijau pekat, toska dan bening dengan ujung garis putih pantai dan tumbuhan hijau khas pulau. Cuaca cerah hari itu membuat langit tampak biru dan putih menggaris di angkasa.Sempurna sekali, dan seketika itu kami jatuh cinta.

Seketika itu pula kami putuskan untuk  lebih lama di sana. Bahkan rekan Soleh di Pejalan Single mengungkapkan keinginannya, mendingan santai-santai di pulau ini saja. Tak usah island hop lagi saking ia jatuh cinta dengan pantai tersebut.

Dari kejauhan, garis pantai itu sangat panjang. Namun setelah dekat, ternyata areanya terbagi-bagi dengan dibatasi batu karang berbagai ukuran mulai dari kecil hingga besar. Kami sangat menikmati keindahannya, bahkan menjadikan beberapa tempatnya untuk bernarsis ria, mengabadikan berbagai sudut keindahan Pantai Permata itu.

Saat rekan lainnya berenang agak jauh ke laut, saya, Icha, Soleh, dan kak Lina mengeluarkan potluck. Duduk di atas batu di bawah pohon hijau yang teduh di pantai berpasir putih. Kenikmatan mana lagi yang kami dustakan? tidak ada. Apalagi ditambah semangkuk pop mie, aneka cemilan dan banyaknya jenis makanan. Ah Island hopping memang menjadi salah satu momen terindahku dalam mengecap berbagai warna perjalanan.

Selain menyajikan keindahan pantai dan bukit hijauh, Pulau Subang Mas ini juga merupakan salah satu pulau legenda di Batam. Dimana, di pulau ini terdapat makam Engku Putri Dahlia, putri kesayangan dari Raja Daik Lingga yang kecelakaan kapal karam bersama para panglimanya.

How To Get There
Hidden Paradise. Picture taken by Soleh Harahap
Sesuai judul yang saya buat, Pulau Subang Mas: Discover Hidden Paradise Inside Batam by Boat, tidak ada transportasi publik langsung ke pulau ini. Kalau pun ada, hanya dua kali sehari, yakni pagi dan sore dengan biaya Rp 60 ribu sekali jalan menggunakan kapal pompong melalui Pelabuhan Rakyat Telaga Punggur.

Kami sendiri menuju pulau ini, harus menyewa pompong seharga Rp 800 ribu melalui Jembatan Dua Barelang. Biaya tersebut sudah menjadi harga paten dengan langganan tekong, pak Daud yang ramah, yang selalu menjadi guide kami. Kami selalu siap dibawa ke pulau mana saja oleh beliau. Island hopping kali ini saja, yang tadinya rencana mengunjungi lima pulau dalam sehari, hanya terealisasi tiga pulau, yakni Pulau Subang Mas, Pulau Tunjung, dan Pulau Awi di kawasan Piayu Laut. Mengapa hanya tiga pulau? karena kami semua sudah terpesona dengan keindahan Pantai Permata di Pulau Subang Mas, jadi lebih banyak waktu dihabiskan disana.

Bagi kamu yang tertarik mengunjungi pulau ini atau pulau-pulau di sekitar Batam, drop saja pertanyaan di komentar atau kirim email (ada di Informasi) dengan subjek: Island Hopping Batam. ***
BALAPANNYA meyakinkan ya kalau difoto.. :) (pict by: Nir Nugroho)
TIKUNGAN di lintasan sirkuit Marina Sekupang itu menjadi momok bagiku. Apalagi ini pertama kalinya saya menjajal dan langsung balapan layaknya profesional ala Michael Schumacher di lintasan Formula 1 (F1). Bedanya, kalau Schumi balapan pakai mobil Ferrari dan Benetton, nah saya balapannya pakai Gokart di sirkuit berskala kecil. Sepersejutanya Oom Schumi-lah perbandingannya.
 
Sore itu, Sabtu (22/7) lalu, sehabis undangan Halal Bihalal sekaligus food testing di salah satu cafe di kawasan Kota Batam,saya berangkat menuju Marina Sirkuit, Sekupang bersama rekan kantor yang juga sesama blogger, Ahmadi. Meninggalkan motor di parkiran Kepri Mall, menumpang motornya bang Ahmadi, jadilah kami pemanasan balapan, menjajal jalanan Kota Batam dengan rute Baloi-Mukakuning-Batuaji-Marina. Jauh banget. Mana cuaca panas lagi saat itu. 'Duuuh tahu jauh gini, mending aku pulang ke rumah aja tadi abis dari cafe itu. Gempor kakak dek' gumamku.
SEOLAH bersaing, padahal itu kami sambil ngegosip.. wakaka (itu ntah siapa yang di sampingku, saya tak tahu). Pict by Dian Radiata.
Namun, keadaan akan selalu menunjukkan kehebatan momen dari setiap prosesnya.
 
Usai memarkirkan motor, saya dan bang Ahmadi langsung bergabung ke anjungan Marina Sirkuit yang merangkap sebagai restoran dan tempat mendaftar karting. Di sana, rekan-rekan yang lainnya sudah terlebih dulu tiba dan sudah mendaftar di race 1.
Pict by Nir Nugroho.
Sempat ragu tak mau ikut nge-karting. Alasannya: pertama, karena bawa mobil saja saya tak bisa. Kedua, belum pernah naik ini sebelumnya. ketiga: Ngebayangin program F1 dan Moto GP di tivi yang para pesertanya rentan banget kecelakaan di lintasan. Ya jatuhlah, yang ditabraklah. Apalagi saat itu langsung terlintas di pikiran, pembalap MotoGP kesayanganku, almarhum Marco Simoncelli yang meninggal kecelakaan saat ia tengah bertanding di Sirkuit Sepang, Malaysia, empat hari sebelum hari ulang tahunku di 2011 lalu. Aaargh sedih banget sik kalau ingat itu, apalagi si curly Super Sic kesayangan dikebumikan tepat pada hari ulang tahunku juga. _How are you in heaven Sic? Rest in Peace champ_

Namun, alasan-alasan itu saya buyarkan dari pikiran. Sampai kapan rasa takut dipelihara? Karena katanya, sukses besar itu ketika kita mampu mengalahkan rasa takut dari diri sendiri. Ya, sama kaya lirik lagunya babang Chris Martin-lah 'But if you never try, you never know". Saya mendaftar di race ke-2 bersama mas Akut, bang Ahmadi, dkk.

Makin berani menuliskan nama di daftar race, setelah tahu bahwa teh Cucum Suminar, kompasianer asal Batam juga mengaku bahwa ini juga kali pertama baginya untuk uji coba gokart di lintasan sirkuit dengan pemandangan hutan Marina yang lebat dan hijau.
"Mbak bisa bawa mobil? TIDAK. Bisa bawa motor? BISA. Nah berarti bisa-lah bawa gokart ini. REM di kiri, GAS di kanan. Itu saja, layaknya bawa motor," ujar Clerk of the Course (petugas trek) kepadaku.
"Aduh takut jatuh dan kejungkal nanti. Gimana dong?" tanyaku gusar.
"Tak akan jatuh dan terbaliklah," jawab si mas-mas Clerk otC itu lagi.
BERSIAP balapan.
Karting pun dimulai. Menginjak gas, gokartku mulai jalan. Lalu berhenti karena saya menginjak gas dan rem secara bersamaan, _Efek dari ketakutan dan grogi, layaknya momen salah tingkah ketika pertama kali ketemu cowo super ganteng yang akhirnya naik kelas menjadi gebetan tapi tak berani ngungkapin. Begitulah perasaanku setelah duduk di kursi gokart dan saat akan menggerakkannya.. huahaaa_

Akhirnya berhasil keluar dari pit area menuju lintasan, berjuang melewati tikungan pertama dari empat tikungan yang ada. Setiap lintasan straight, saya berani kencang, hingga akhirnya kebablasan injak gas pas mau belokan dan akhirnya masuk rumput saudara-saudara. Saya pun mengangkat tangan dua-duanya sebagai tanda butuh bantuan dari Clerk of The Course. Dengan cepat seorang timnya datang. Doi menyuruhku untuk memakai gokart yang dia bawa saja, tapi saya lebih memilih membantunya mengeluarkan gokartku dari jalur kecelakaan dan memakai si 5 itu kembali. Namun beberapa menit sebelum petugas trek datang, mas Nugroho seorang automotive blogger menemuiku. Saya kirain dia salah satu petugas trek Marina Sirkuit dong. "Lupa injak rem ya? Coba bisa keluar dari rumput itu nggak? injak gas saja," ujarnya.
KELUAR lintasan pada saat race pertama.
Setelah menaiki gokart kembali, saya mulai berjalan. Namun dengan kecepatan (you know) looks like Carnival Parade. Di tiap tikungan, saya selalu menarik nafas dulu, lalu rem, lalu injak gas pelan-pelan hingga akhirnya berhasil belok ke jalur lurus. Di belakangku seolah-olah para rekan kalah jauh, padahal nyatanya, saya yang backmarker. Mereka sudah tiga lap, nah saya baru mau memasuki finish lap pertama. (Mau ngakak, tapi kok menertawakan kekurangan sendiri sik? lol).

Dan ternyata lap pertama itu tak dihitung pemirsa,karena dianggap lap latihan pengenalan medan sirkuit dan sosialisasi gokart khususnya pengukuran kemampuan rem dan gas. Barulah putaran ke dua dihitung sebagai lap pertamaku. Malunya lagi, para rekan sudah memasuki putaran lap ke 5 alias finish, dan saya baru mau memasuki putaran ke dua dan otomatis di posisi paling corot. wakakakaka (Ini beneran ngakak saat ngetik ini lho).
BALAPAN sendiri di ronde kedua.
Tak puas hanya dua kali lap, setelah tiga race tanding semua, saya pun mengajukan diri racing lagi. Sudah mulai berani agak balap sedikit. Namun, lagi-lagi gokart hitam kedua yang saya pakai, remnya blong. Meskipun berhasil melewati tikungan, namun saat tikungan selanjutnya, meski pun saya sudah injak rem dan lepas gas, itu gokart masih meluncur balap, sehingga jadilah saya keluar lintasan lagi, jatuh ke lubang dan tabrak ban pembatas. Bersyukur tak cedera.

Kembali angkat tangan, pertolongan pun datang. Saya ganti gokart dan berhasil tiga lap. Saat lap terakhir, saya lebih berani balap. Lebih tepatnya berani balap saat di lintasan lurus saja dan di lintasan backstraight medekati pit area.

Eh tapi ya, meskipun dua kali kecelakaan saya tak trauma dong. Malah nagih. Seru banget nge-gokart di lintasan Marina ini deh. Apalagi ya, percaya ga percaya, ini olahraga racing bisa buat kurus deh, serius!!! Selama 10 menit nge-gokart, keringatnya luar biasa. Apalagi 50 menit ya kan? coba saja. ***
PARA rekan adu balap like pro..
 
Fakta Sirkuit Marina
FOTO bersama dengan Penanggung Jawab Sirkuit Marina Gokart, pak Doz Kartikomas.
Oh ya, sebelum balapan gokart itu dimulai, terlebih dahulu kami berkenalan sekaligus briefing dengan Penanggungjawab Marina Sirkuit, Doz Kartikomas dan juga asistennya yang juga pembalap, Arthur Pattinaja.

Dalam briefing tersebut, Arthur mengungkapkan, sirkuit Marina ini resmi beroperasi sejak 6 Februari 2016 lalu dengan panjang lintasan 960 meter. Sirkuit gokart memiliki enam tikungan, yakni R1 hingga R6 dan masing-masing tikungannya memiliki tingkat kesulitan sendiri. "Sirkuit Marina Gokart ini salah satu sirkuit yang memenuhi standar internasional, mulai dari luas dan lintasan serta tikungannya. Hanya saja, aspalnya saja yang kurang mulus," jelas Arthur.
SAYA bersama pak Arthur. Bapak ini keren sekali, bisa mencapai satu lap dalam waktu kurang dari 50 detik. (1 lap sirkuit Marina = 960 meter). Lha gue, satu lap dengan jarak tempuh 5 menit.. hiks. (itulah bedanya pro dengan amatiran yang baru sekali terjun kak.. hehe)
Mereka mengaku seringkali batal menjadi penyelenggara pertandingan internasional karena standar aspal yang mereka pakai saat ini belum memenuhi kualifikasi. "Kawasan ini kami masih kontrak dengan Marina grup. Istilahnya ini kita masih sewa," ungkapnya.

Saat ini, mereka sudah memiliki member club dan bernaung secara resmi di IMI Kepri dan umumnya pelanggan yang sering main kesana selain dari umum, adalah para ekspatriat dan para turis dari negara tetangga seperti Singapura, dan Malaysia. Ada pun penggagas sekaligus pemiliknya adalah Jefri Owner dan Oke Junjunan.
ADU balap.
Jadwal operasinya buka setiap hari. Terbuka untuk umum dengan biaya sewa:
1. rental gokart:
-weekday (Senin-Kamis) Rp 125 ribu/10 menit
-Weekend (Jumat- Minggu) Rp 175 ribu/ 10 menit (termasuk libur nasional)
2. Gokart racing: Rp 500 ribu/ 10 menit.
3. Sewa sirkuit:
-kendaraan roda 2: 100-150 cc Rp 100 ribu/ 3 jam dan 250 cc Rp 150 ribu/3 jam.
-kendaraan roda 4: Rp 200 ribu/3 jam.
4. Kontrak sirkuit:
-umum (weekday) Rp 8 juta dan weekend Rp 10 juta.

Kemahalan? tenang, ada harga promo untuk:
-Pelajar dan mahasiswa Rp 100 ribu/10 menit (wajib bawa kartu pelajar/pengenal)
- happy hour weekday Rp 80 ribu/10 menit dan weekend Rp 100 ribu/10 menit ( berlaku mulai pukul 17.00 WIB)


So, bagi kalian para pelajar atau anak muda, dan warga Batam yang demen jumping-jumping dan balap liar, daripada resiko tinggi untuk diri sendiri dan membahayakan khalayak umum di jalan raya, mending jumping-jumping bebas jungkir balik di Marina sirkuit ini deh. Selain hobi kalian tersalurkan, bakat kalian juga makin terasah di kawasan yang nyaman, dan syukur-syukur ada promotor yang melihat bibit2 keberanian kalian itu dan bisa jadi the next Vale Yellow, ye kannnnnn... ***
 
Syarat Mutlak Main Gokart:
Kak Lina break the rule, balapan pakai gamis.. huwahaha..
  1. Wajib pakai helm dan safety warepack, celana panjang dan sepatu.
  2.  Saat balapan berlangsung, kalau mogok atau kecelakaan keluar jalur, jangan pernah keluar dari gokart. Melainkan angkat kedua tangan sampai petugas trek datang membantu dan memutuskan apakah Anda dibolehkan lanjut balapan atau wajib kembali ke pit area.
  3. Apabila gokart rusak akibat kesalahan pribadi, seperti sengaja ugal-ugalan dan menabrakkan gokart ke gokart yang lainnya, maka pengguna wajib ganti rugi ke pihak operasional. _Ya iyalah ya dek, ini kan gokart, bukan bum bum car_
  4. Kala bendera merah dikibarkan oleh petugas lintasan, pengguna wajib hati-hati. _Kalau Chequered Flag/bendera kotak-kotak yang dikibarkan, nah berarti Anda yang duluan masuk finish _ *
Begitulah kira-kira. :)
PERCAYALAH, di balik pembalap, ada fotografer yang berjuang. (capture by mba Dian Radiata)
 Thanks to:
Marina Sirkuit Gokart Team, Sekupang, bapak Doz, pak Arthur, dan rekan2 media otomotif dan Blogger Kepri. ***
Khao niao mamuang a.k.a Mango Sticky Rice

SAWADEEKHA, Sabai di mai thuk thuk khon? _Salam sejahtera, apa kabar kalian saat ini?_
Cieeeee, Chaya bisa Bahasa Thailand meski pun ingatnya cuma itu saja. Cieee palingan ditanya begitu, bisanya cuma jawab "Sabai di, Khob phun khab". Abis itu ditanya kalimat/percakapan lain lagi, nyerah juga lo!!! hahaha.

Jadi ya, menurutku Bahasa Thailand itu sangat susah pelafalan dan pengucapannya. Sama kaya Bahasa Vietnam. Tunggu pilek lalu bindeng menahun dulu, baru pas pengucapannya. Itu bagi saya, enggak tahu bagi mas Anang eh Anda.

Thang Ket ten alias belalang goreng. Who dare to eat that?
Namun, meski Bahasa Thailand susah banget, tapi saya jatuh cinta untuk selalu balik lagi, dan balik lagi ke sana. Selain tempat wisata yang berbeda dan unik di tiap kawasannya, saya juga jatuh cinta  makanan khas Thailand. Iya, 80 persen menu makanannya saya suka (kecuali belalang goreng, sate kecoa, ulat tumis, you named it.. Memotretnya saya mau, tapi memakannya? jangankan memakan kak, mencicip bahkan menyentuh saja saya tak mau.*hiiii geli-geli merinding)

Menurutku ya, makanan Thailand itu rada mirip dengan menu makanan Indonesia.  Sejak pertama ke sana, tepatnya ke Phuket pada 2011 lalu, di sana untuk pertama kalinya saya makan padthai kuah (mie putih dengan kuah kaldu ikan yang dimasak dengan aneka rempah seperti daun basil dengan aroma yang kuat), tomyam (sup seafood campur daging ayam), serta nasi goreng nenas yang disuguhkan di dalam buah nenas itu sendiri. Semuanya enak, pedasnya nendang. Itu menu saya nikmati di salah satu restoran di kawasan Kata Karon.
Padthai.
Hari-hari selanjutnya, makan mie goreng dan nasi dengan ikan masak kuning (nggak tahu Bahasa Thailandnya apa) yang dicampur dengan rebung. Ini menu paling juara rasanya, meski harganya cuma THB 30 saat itu. Mengapa saya bilang juara? karena rasanya menyerupai ikan arsik yang selalu saya nikmati kala mamaku memasaknya di Toba. Setiap kembali ke kawasan pantai Patong itu, selain membeli rujak atau buah potong, saya selalu wajib membeli nasi ikan masak kuning campur rebung tersebut, meski pun harus bela-belain antri bareng warga lokal yang membeli di sana. _I love it_
Pla nueng manao (steam fish with lime and garlic sauce)
Makin cinta Thailand saat diperhadapkan dengan aneka jajanan pinggir jalan. Aneka jenis gorengan, salad buah, salad daging, ayam saus bangkok, hingga bertemulah saya dengan dessert mango sticky rice: nasi pulut yang ditabur dengan santan kental asin, di atasnya ada kacang hijau kupas yang sudah disangrai, lalu dimakan dengan daging buah mangga. Wow, rasanya: segarnya mangga berpadu dengan gurih dan legitnya pulut dan santan.. _Nulis ini saja saya ngiler_
Tom yam.
Pokoknya, sejak saat itu saya jatuh cinta dan menjadi penikmat menu mango sticky rice (kha niao mamuang) ini hingga sekarang.


Weekend Thai Cuisine
Chef Sanusi saat mengatur menu dessert di Swiss Cafe.
Mengapa saya menuliskan ini sekarang? Jadi begini ceritanya. Minggu lalu, sahabat saya, Alex Fatrisman (Saya panggil Chef Alex karena dia dulunya chef pastry yang sudah berpengalaman di Timur Tengah, Singapura, dan beberapa kawasan di Indonesia) yang bekerja sebagai cluster manager di salah satu grup hotel internasional, Swiss Belhotel Harbour Bay mengundang saya menjadi tamu di peluncuran promo Weekend Thai Cuisine di hotelnya.
Hi Hi ini si bolang kemana aja sik..
Ga balik-balik _Begitulah bunyi WA chef Alex yang masuk ke HPku yang saya baca sehari setelahnya. _Maafkan saya yang sok sibuk.lol_
Live cooking nasi goreng Pattaya.

Lama tak ada balasan dariku (Ya iyalah orang belum baca..haha), akhirnya Chef Alex menghubungiku. "Kemana saja? susah kali dihubungi, di WA ga balas. Aku mau undang lho untuk Saturday Super Buffet di Swiss Cafe bla bla bla.. pokoknya kau datang, duduk manis, dan nikmati menu khas Thailand di program kami yang baru ini," ujarnya.

Saya pun lantas mengiyakan, karena memang belum ada rencana weekend mau kemana _maklum jomblo kata anak kekinian kak_

Mungkin doi takut saya batal datang, lantas mengirimkan gambar khao niau mamuang. "Chef dimana ini? besok ada menunya ini," tanyaku.

Khao Niao (ketan)
Dibalas "Iya, besok themanya Thai Cuisine," ujarnya dibubuhi emoticon lebar. _Fix, saya harus hadir. *Eh cewe apaan loh dipancing makanan saja langsung luluh? Secara makanan kesukaan kak.. krik_
Catatan Traveler bersama Chef Sanusi, Sari, dan Food Guide and blogger, Chandrana Batamliciouz. He is one of my best friend.
Sabtu malam, saya pun datang memenuhi undangan tersebut. Aneka menu mulai dari appetizer, main course, dan dessert sudah tersedia  dan disusun rapi dan indah layaknya jamuan hotel umumnya.

Sembari menunggu teman lainnya, saya mulai bergerilya terlebih dahulu melihat apa saja sik yang disajikan. Stal roti dan es krim saya skip, langsung menuju menu dessert. Oh my God, di sanalah tersaji mango sticky rice yang sudah digarnish di tatakan putih kecil, indah banget. Di sebelahnya ada Thai tapioka with coconut, mango puding, wun gati baituey, tab tim grob, vol au vent, classic cheese cake, pumpkin tart, dan dreamy layer matcha. _Daripada melongo ngences liatnya lama-lama, saya langsung menuju menu menu main course_
Aneka roti.

Salad udang dengan mangga.

Aneka gorengan khas Thailand yang disajikan dengan saus sambel Bangkok.
Pada menu main course, saya kembali bernostalgia. Kenapa? karena Swiss Belhotel Harbour Bay menyajikan gaeng kiaw wan neua (daging sapi masak kari hijau). Ini menu yang jadi favorit saat makan siang di Krabi, Januari lalu. Kala lapar melanda, langsung berangkat ke pasar Krabi town untuk membeli ini di warung halal. Beli nasi, daging sapi masak kari hijau, lalu di meja disuguhkan sepiring besar namprig a.k.a lalapan berbagai macam sayuran hijau mulai dari terung, slada, daun kemangi, daun mangga muda, daun putri malu, daun basil, timun, rimbang/cokak, dan lain-lain ditambah sambel mentah super duper pedas. Sudah rasanya surga _lebay_, bayarnya cukup THB50.

Dan ini, di Swiss Belhotel ini, kembali diingatkan akan rasa itu. Enak banget.

Selain daging sapi kari hijau, Swiss Belhotel juga menyajikan ayam kungpao, dan aneka jajanan khas Thailand yang jadi appetizer, seperti mini thai shrimp thai crab, gorengan ala Thailand,  salad pepaya atau somtam, sate ayam khas, thai tofu, dan aneka menu lainnya.

 Malam itu, pokoknya saya bahagia banget, makan makanan khas Thailand sepuasnya. Sudah makan tomyam, pesan lagi nasi goreng pattaya di stal live cooking, sambil mengambil potongan ikan bakar saus Thailand.. _Nikmat mana lagi yang saya dustakan malam itu dek? seketika lupa ama status jomblo, karena menikmatinya bersama teman-teman.. wkwk_
RUANG Swiss Cafe, di Swiss-Belhotel Harbour Bay.
Chef Alex bilang, meski temanya Thai Cuisine, mereka juga menyajikan menu ala western untuk memanjakan para tamu longstay mereka. "Meski ini Thai Cuisine, tapi kita sistemnya 70:30. 70 itu sajikan menu makanan Thailand, dan 30 persen sisanya western food like roti, cake, jus, dan yang lainnya," ujarnya.
"Ya udah sik chef, mau 70:30 pun itu, pokoknya setiap ada menu Thailand yang tersaji di hotelmu, kabarin saya ya. Soalnya saya udah kadung jatuh cinta sama makanan Thailand ini.. hahaha". *** 

Information:

Saturday Super Buffet,
Swiss Cafe, Swiss-Belhotel Harbour Bay, 

Jalan Duyung, Sei Jodoh, Batuampar-
Batam.
Telp: +62 778 7415888
Price: Only IDR 148k nett/person
There are  3 choice of theme:

  1. Thai Cuisine
  2. Mexican Style
  3. Nusantara
Pantai Nirwana di Lagoi, Bintan, Kepri, Indonesia
CUACA panas hari itu tak saya hiraukan. Banana Boat tanning SPF 10 sudah saya semprotkan ke seluruh tubuh. Ya, saya sudah siap berjemur dan berenang di salah satu pantai tenar di Lagoi. Lagoi sendiri merupakan kawasan wisata pantai dan resort eksklusif di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.


Memanfaatkan libur beberapa hari dari kantor, saya berangkat menuju Bintan, menggunakan speedboat dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Tiba di Pelabuhan Tanjunguban, berlanjut menggunakan kendaraan roda empat yang dirental di kawasan pelabuhan. Jarak dari pelabuhan Tanjunguban ke pantai Nirwana ini sekitar 1 jam.

Seharian saya habiskan waktu di sana. Keliling kawasan dari ujung ke ujung, berjemur, berenang sembari asyik menyaksikan puluhan turis Singapura dan Korea yang mencoba permainan banana boat dan speedboat . Cuaca kala itu sangat cerah dan panas.

Saking asyiknya bermain, menikmati setiap wahana, saya sampai lupa minum air putih banyak seperti yang biasa saya lakukan. Saya hanya minum satu kaleng minuman soda. Sehabis berjemur, saya langsung ke cafetaria. Di sana, sebelum makan saya langsung menenggak air es.

TAMPILAN sachet Prive Uricran plus.
Beristirahat sambil mengecek aneka foto yang saya abadikan menggunakan kamera DSLR Nikon D51 milikku, sembari ngemil, tiba-tiba langsung kebelet pipis. Antri di toilet karena membludaknya pengunjung kala itu membuatku jadi nahan sesak pipis... Nggak iyes banget deh waktu itu.

Alhasil, sehabis pipis, area saluran pipis sakit banget. Cekit gimana gitu, bawaannya ga enak banget. Mendadak hilang mood deh kala itu. Bayangin sampai 3-4 kali ke toilet untuk sesuatu hal yang seuprit banget dikeluarkan. Mau nangis rasanya. Ga nyaman banget.

Fix, saya anyang-anyangan. Saya langsung ingat postingan saya sebelumnya di blog ini Anyang-Anyangan Musuh Bersama Wanita Sehatkan dengan Uricran .

Langsung ubek-ubek ransel, mana tahu ada keselip sachetan uricran. Eh nggak ada. Curhat di grup keluarga. Adik langsung respon sambil bilang "Coba karetin jempol tangan kirimu, mujarab tuch atasin anyang-anyangan. Sebel banget emang klo udah kena anyang-anyangan ini," ujarnya.
Langsung minta karet ke staf cafe Nirwana Resort, ikat jempol. Sugesti kali ye, jadinya ga ke kamar mandi dalam waktu yang lama deh.


Namun, sepulang ke rumah, pas mau mandi, Aiiih mak, sakit buang air kecil lagi dong. Ish, sebel banget nggak sembuh-sembuh. Sebel!!! Batalin mandi bentar, langsung buka kulkas, ambil satu sachet powder Prive plus Uricran, menyeduhnya pakai air hangat, dan langsung minum.

Rasanya nikmat deh, wangi buah berry. Benar saja sih, Prive Uri-cran ini terbuat dari ekstrak cranberry yang ampuh banget mencegah infeksi saluran kemih.

Baru minum beberapa saat, ditambah banyak minum air putih, Anyang-anyangan saya langsung sembuh dong. Usut punya usut, ternyata ekstrak cranberry dari Uricran ini bekerja aktif menjaga kesehatan infeksi saluran kemih. Saya pun terbebas deh dari penyakit yang disebabkan bakteri E.Coli ini.


Nggak lagi-lagi deh berjemur lama di sinar matahari tanpa banyak minum.
Jangan biarkan bad mood menghampiri karena Anyang-anyangan. Segera cegah dengan Uricran. 

Btw,  tahu nggak sih guys, dibanding pria, wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kemih. Gejala awalnya, ya anyang-anyangan ini. Penyebabnya, 80 persen karena bakteri E.Coli yang menempel pada dinding saluran kemih.

Anyang-anyangan ini tak mengenal usia. Orang dewasa, anak kecil, dan ibu hamil bisa terkena penyakit ini. Mengatasinya? mari hidup sehat, perbanyak minum air putih, dan konsumsi Uricran yang tersedia dengan dua pilihan, tablet dan sachet. ***

KOMUNITAS Blogger Kepri saat gathering dan undangan buka puasa bersama di Davienna Boutique Hotel. (Picture credit to: Asad Saputra)

KOMUNITAS Blogger Kepri (atau saya kadang menyebutnya BK) adalah satu dari sekian komunitas yang saya ikuti.
Oke, saya mau bagi pengalaman mengapa menjadi bagian dari komunitas ini. Bermula dari Anak Pulau (AP), (yang dulunya) grup WhatsApp (WA) paling hitz yang isi chatnya bisa sampai ribuan dalam beberapa jam. _Kini mati suri karena kebanyakan drama ngalah-ngalahin sinetron Tersanjung_. Dari grup itu saya berkenalan dengan para anggota baru, Mba Dian Radiata, mas Danan Wahyu Sumirat, dan juga kak Lina W Sasmita, almarhum Iqbal Rois Kaimuddin, dan yang lainnya.

Dari grup itu kami makin kompak. AP ini ibarat sebuah negara. Saking banyaknya kasus, maka terpecahlah para membernya membuat sub-sub grup baru. Ada AP perjuangan-lah, ada Cafe and Karaoke-lah, bahkan ada grup Koempoel-Koempoel (baca: Kumpul-kumpul). Anggota dari grup ini? 4L alias Lo Lagi Lo Lagi.

Sub grup ini pun tak kalah heboh dari berbagai drama. Mulai drama berbau komedi yang mengundang tawa, telenovela, hingga drama scientist dan berujung pada pembahasan film, dan ajang karaoke yang kadang tidak tahu waktu dan selalu sukses membuatku tertawa ngakak.

Di balik sub grup ini, adalah Mba Dian, Mas Danan, dan kak Lina. Entah bagaimana awalnya bermula, pada 2015 lalu, terjadilah pembahasan mengenai blog di salah satu grup WA. Dan ternyata banyak diantara kami para member yang punya blog, dan bahkan ada yang sudah mulai ngeblog sejak zaman Multiply. Saya sendiri mulai ngeblog pada 2009 lalu.

Mereka bertiga inilah penggagas munculnya grup Blogger Batam dengan para member masih sedikit kala itu, masih 10-an. Hingga akhirnya berkembang menjadi banyak member karena munculnya rekan-rekan blogger baru akibat suntikan 'morfin' tiga orang ini. Saya sendiri, sejak gabung di grup inilah makin serius nge-blog yang tadinya blog cuma keseringan berisi curhat, puisi dan gagasan, kini lebih fokus dengan menetapkan niche, dan bahkan ide untuk membuat tagline blog saya datang dari sumbangan ide kak Lina, dan dia juga yang membantuku membeli domain perdana. -Sungkem hormat ama kak Lina. *Ketjoep_
KULTUR dan rutinitas Blogger Kepri saat berkumpul: Dilarang makan sebelum foto-foto. Kalau dimakan langsung, trus bahan ke blog apa dong? bener juga yak kan. iyain aja deh, iya. Salah satu momen berkesan yang selalu bikin ngakak ya ini.
Makin berkembang, cakupan para member datang bukan hanya dari kalangan Blogger Batam saja, melainkan sudah merambah dari luar daerah, seperti Tanjungpinang. Seperti, kak Ryawani Elyta seorang author buku yang juga PNS, ada juga uni Ruziana, serta ada Robby Hafzan dari Bintan. Dirasa cakupan sudah luas, maka jadilah Blogger Batam berubah menjadi Blogger Kepri. Dan saya menjadi bagian dari komunitas ini sejak awal dibentuk. Lantas bagaimana dengan grup-grup lainnya dengan member 4L itu? Ada yang bertahan meski mati suri, ada yang masih aktif hingga sekarang, dan bahkan ada yang sudah tenggelam oleh peradaban Whatsapp. hahaha

Makin Eksis
BLOGGER Kepri foto bersama saat jadi undangan Customer gathering Swissbel-Hotel Harbour Bay bekerjasama dengan Pesona Indonesia Kementerian Pariwisata RI.
Resmi berdiri sejak 2 Juli 2015, Blogger Kepri ini semakin eksis. Ya bohong kalau dibilang minus drama. Grup gitu loh!!! dimana-mana banyak drama. Satu member yang ditembak, yang merasa 15 member. Lima member yang dinasehati, lima member itu tak merasa, tapi 25 member lain yang merasa. Ya begitulah hukum alam dalam laman pertemanan grup di semua lini, ya termasuk di Blogger Kepri ini.

Meski demikian, di usianya yang masih 2 tahun, atau boleh dibilang masih balita, namun grup ini sudah mencecap rasa remaja. Mengapa saya bilang demikian? karena grup ini sangat aktif, sangat butuh pengakuan layaknya remaja yang mengalami masa pubertas lewat berbagai aksi-aksi 'menantang dan (kadang) kontroversial' dari beberapa membernya. _Tak usahlah saya jelaskan satu per satu, masing-masing member tahu ini. Dan khusus pembaca, saat tenggelam di dalamnya,  anggap saja saat membaca tulisan ini, kalian ibarat merasakan gimana keseruan dari grup atau komunitas yang kalian ikuti. _Istilahnya: Ga ada drama, ga rame; lo ga aktif, ya disebut silent reader; lo ga aktif tapi giliran ada undangan langsung loncat, ya disebut bajaj; lo terlalu aktif, ya namanya hiperaktif. hehe_
COVER buku antologi pertama Blogger Kepri: Jelajah Kepri.
Tak hanya itu, grup ini juga sudah menunjukkan eksistensinya lewat prestasi debut buku antologi pertama mengenai lokasi-lokasi untouchable tourism destination di Provinsi Kepri, yakni Catatan Para Blogger JELAJAH KEPRI. Dan bahkan sudah tak terbilang banget menerima undangan-undangan review dari berbagai pengusaha jasa seperti hotel dan restoran _Jadwalnya kadang ngalah-ngalahin jadwal manggung artis internesyenel_
BLOGGER Kepri saat piknik bersama.
Bagiku, grup ini tak hanya sekedar komunitas semata, melainkan sudah seperti sahabat. Tak kebetulan juga, saya percaya tuntunan Jiwa Semesta yang membuatku bergabung di grup ini. Lewat grup ini, saya diperkenalkan dengan teman-teman baru dan ada yang menjadi sahabat dari berbagai ragam etnik dan  agama. Di sini, saya kembali belajar menerima, menghormati, dan menjalankan perbedaan di waktu yang bersamaan. Mempraktikkan tepo seliro dalam menerima pendapat.

Bagiku, grup ini tak hanya sekedar komunitas semata, melainkan sudah seperti keluarga. Menangis kala kehilangan sahabat, berbagi suka dan duka kala menerima rasa sakit, dan rembug dan saling bertemu kala mengantarkan sahabat ke peristirahatannya yang terakhir. Ya, satu anggota komunitas ini sudah pergi menghadap Sang Khalik, Iqbal Rois Kaimudin. _Tenanglah di Sana Bal_ Rasa keluarga itu juga terjalin saat kami gathering bersama, menginap bersama, hunting bersama, bahkan lebih dekatnya lagi, kami tak pelit berbagi informasi pekerjaan blogging. Maka jadilah sebagian besar diantara kami sudah pernah bekerjasama dengan brand-brand e-commerce ternama, situs online perjalanan, dan bahkan sudah dapat undangan mengikuti event multinegara, seperti saya yang mendapat undangan blogger yang ditaja langsung Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia (MOTAC) pada November 2016 lalu ke Melaka untuk mengikuti Carnival Citra Rasa, acara icip-icip kuliner kampung ke kampung. Ini menjadi salah satu pengalaman tak terlupakan bagiku.
BEBERAPA member Blogger Kepri saat mendapatkan job di Ultah Pertamina 2016 lalu.
Bagiku, grup ini tak hanya sekedar komunitas semata, melainkan menjadi komunitas yang sebenarnya. Dari grup ini, kami memperkenalkan beberapa destinasi wisata dan kuliner di Kepri berdasarkan pengalaman yang kami jalani, hingga akhirnya menarik pemerintah (Dinas Pariwisata Kota Batam dan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri) lewat ajakan kerjasama. Salah satunya turut serta menjadi pelaku pendukung Festival Penyengat 2016 lalu, dan terkini, banyak dari member BK turun menjadi Generasi Pesona Indonesia (GenPI) dari kalangan blogger yang bermitra langsung dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Selamat Ulang Tahun ke 2 Blogger Kepri
Selamat ulang tahun ke 2 Blogger Kepri. Seperti gambar ini, kita berbeda dalam satu perayaan, sesama member. hahahaa *maksa gambarnya.
2 Juli 2015- 2 Juli 2017, itu artinya Blogger Kepri sudah menginjak usia 2 tahun. Secara umur manusia ini masih balita, masih baru bisa berjalan dan polos dalam melihat dunia sekitarnya. Namun secara komunitas, di dua tahun ini, sudah mampu berkembang melebihi apa yang kita harapkan. Bukan hanya berkegiatan haha-hihi dalam grup WA, tapi sudah mampu eksis dalam berbagai situasi.

Saya berharap, semoga ke depan, Blogger Kepri semakin eksis lagi, semakin peka lagi, dan semakin bijak, serta sukses dalam membangun jaringan, menanamkan ilmu dan pengetahuan lewat tulisan yang kelak, menjadi bagian  sejarah di masa depan.
Selamat ulang tahun ke 2 Blogger Kepri. Sukses selalu dan Tuhan memberkati. ***

Lots of love,
one of your member,

catatantraveler.com
PS: Tulisan ini saya dedikasikan untuk seluruh member komunitas Blogger Kepri sekaligus diikut-sertakan dalam writing challenge. i heart Blogger Kepri.