Latest Posts
Colorful Casio Calculator, dibawa traveling oke, dipakai belanja ke pasar juga oke. 

WEEKEND selalu saya habiskan mengunjungi rumah adik di kawasan Jakarta Timur. Ya, selama tiga bulan ke depan, saya, sementara akan menjadi warga Jakarta yang baik demi tugas mulia, pelatihan mewakili kantor dari Batam.

Momen libur Imlek tahun inikan long weekend banget, maka jadilah saya isi dengan kesempatan positif, memperbanyak silaturahmi dengan adik sendiri. Ya iyalah ya, sudah berapa tahun kami jauh-jauhan. Dimulai saat saya kuliah di Medan, doi kuliah di Bogor, dan adik yang paling bungsu kuliah di Bandung. Kami jarang banget bertatap muka. Paling sekali setahun, itu pun kala libur Natal dan Tahun Baru tiba.

Nah, setelah bekerja pun, kami tetap berjauhan. Saya sebenarnya di Batam, dan dia bersama adik bungsu bekerja di Jakarta. Jadi ya mumpung di Jakarta, ya mumpung weekend, saya selalu menemui mereka. Weekend sering kali kami isi dengan hang out bareng, nonton bareng, ibadah bareng kala Hari Minggu tiba, atau bahkan bonding time at home when nothing to do. Ah pokoknya, this once little things i do to boost my mood and productivity.

Sabtu kemarin, ceritanya saya lagi pada malas beraktivitas. Kemarinnya pun, saat hari H Imlek, saya memilih tinggal di rumah kala kedua adik dan adik ipar jalan bareng, nonton film terbaru keluaran Marvel. Saya merasa lelah setelah tiga hari sebelumnya tugas luar ke Bandung, melakukan penjelajahan dan offroad ke Gunung Putri Lembang. Badan rasanya rontok semua. Jadi saya memilih istirahat.

Tiba-tiba Qim, adik saya yang paling bungsu bilang "Masak mie gomak yuk (mie gomak = penganan khas Batak, sering disebut spagetti Batak. Bisa dimasak kuah, bisa juga digoreng dengan bumbu khas Andaliman. Adanya cuma di Toba). Sontak saya bersemangat dan langsung bangun dari tempat tidur. "Ayo".
Jiah, tapi bumbunya belum lengkap di kulkas. Maka jadilah kami,  berdua dengan Qim berangkat ke pasar Duren Sawit. Biar cepat dan nggak macet di jalan, kami memilih bawa motor. Qim yang bonceng saya. Pokoknya, saya mendadak bahagia dan produktif banget deh setiap turun ke pasar.

Di pasar, kami langsung membeli bumbu sekaligus belanja aneka sayur, stok mereka untuk satu minggu ke depan. Khusus bumbu mie gomak, kami beli sayur sawi putih, cabe merah keriting, cabe rawit merah, bawang putih, bawang merah, andaliman atau Sichuan pepper, dan daun bawang dalam satu kios. "Sudah itu saja. Hitung deh mbak," ujarku.

Lalu si mbak penjual pun mencatat harga-harga bumbu yang saya beli di kertas, lantas menghitungnya sembari melayani pertanyaan pembeli lainnya. Ia sedikit kebingungan menjumlahkan harga aneka bumbu yang saya beli. Saya pun menyodorkan diri untuk menghitungnya. Kebetulan, selain membawa ponsel, saya juga turut membawa kalkulator Casio seri SL-310UC-LB.

Kalkulator Casio milik saya ini lucu banget sih, selain bentuknya yang mungil hanya 8.4x70.0x118.0 mm, betuknya juga friendly banget di tangan, didukung warnanya yang colorful banget, light blue. Warna kesukaanku banget.
Saya pun mulai menghitung dengan menekan tuts angka 10 digit di kalkulator. Rp 15.000 + 3.000 + 8.000 + 8.000 + 30.000 + 12.000 + 6.000 = 82.000. "Totalnya Rp 82 ribu semua mbak. Rp 80 ribu saja ya? kurang Rp 2 ribu nggak rugi kan?" pintaku. _Ya namanya juga perempuan sih. Nggak nawar di pasar itu kok kaya nggak sah gitu ya? Maka jadilah saya memakai jurus tawar, dan berhasil. si mbaknya sambil senyum tipis gitu pun mengiyakan. Horeee_

Selesai belanja dari kios tersebut, kami pun mengunjungi beberapa kios lagi untuk membeli sayur, ikan laut, dan beberapa cairan pembersih lantai.

Paling senang dan bahagia memang kalau sudah turun ke pasar. Selain menemukan berbagai kebutuhan dapur, yang paling seru dan menyenangkan di pasar itu, bisa berinteraksi dengan para pedagang, melihat mimik mereka kala sepi pembeli, kala menawarkan barang dagangannya. Pokoknya merasakan banget deh makna sebenarnya dari pasar itu apa.
Berinteraksi dengan cuma membayar barang belanjaan, lalu tawar menawar dengan penjual tak melulu menjadi kegiatan mutlak di pasar. Membantu mereka  menghitung total belanja di kiosnya pun menjadi bagian produktifitas bagi saya. Untung ada casio calculator yang saya bawa, membantu si mba pedagang menghitung belanjaan dengan kalkulator kece kaya Casio, hasil teknologi ciptaan Insinyur Jepang, Tadao Kashio-san ini, waaah it's so Little Things to Boost my Mood & Productivity again deh hari itu.


Berasa jadi wanita seutuhnya gitu loh. Bisa menjalankan ragam profesi sesuai kebutuhan. Kalau hari itu, saya merasa mendadak menjadi rangkap profesi, yakni perempuan mandiri nan cerdas serta manajer keuangan yang helpful (Uhhuk puji diri banget), ngitung-ngitung total belanjaan sekaligus bantu si mbak penjual. Ya sudah yuk mari kita pulang!!! Tak sabar menunggu mie gomak matang untuk disantap segera. ***

Tentang Casio dan Alasan Wajib Memilikinya
Mungkin banyak kalian berpikir "Kok si Chaya bisa-bisanya bawa kalkulator ke pasar? Kan ada aplikasi kalkulator di ponsel. Ribet amat?

Honestly guys, kemana pun saya pergi, saya selalu bawa kalkulator.  Sebelum punya casio yang colorful banget ini, saya punya kalkulator jenis flipflop alias buka tutup yang bentuknya kaya ponsel mini. Kemana pun saya pergi, baik traveling ke dalam dan luar negeri, saya selalu bawa. Ke pasar atau ke suparmarket pun saya selalu bawa. Kenapa? Karena itu kalkulator selalu saya simpan di anak tas. hahaha. Jadi kemana-mana saya bawa toh?

Misalkan neh, jalan ke mall. Lihat brand kesukaan lagi diskon. Daripada ribet cari stafnya untuk bertanya "Mas, harga ini sudah harga diskon belum? klo belum berapa jadinya setelah diskon? disini diskonnya 50 plus 20, dapet lagi tambahan diskon 5 persen apabila menggunakan kartu kredit bank anu". Kan kasihan si stafnya, apalagi yang belanja jenis saya yang cerewet. Daripada merepotkan si stafnya, ya sudah deh, mending hitung langsung pakai kalkulator. Nggap cape mikir, nggak perlu kertas buram untuk ngitung, tinggal tap tap tap ke tuts kalkulatornya, sudah deh dapat hasilnya. Cocok harga, angkut, kemahalan ya nanti saja. Perempuan buuuu, mata selalu merah kalau ada diskon.

Tapi ya, fungsi kalkulator ini banyak banget. Khususnya kalkulator Casio. Untuk merek ini, saya sudah sangat akrab sejak masa SMP. Why? Untuk menghitung rumusan Matematika dan statistika, seperti Sinus, Cosinus, Tangen, Cotangen, saya menggunakan jenis kalkulator ilmiah dari casio ini.  Tak hanya untuk Matematika, barang ini juga saya gunakan untuk menghitung proses balancing Akuntansi kala saya SMA. Jadi sejak zaman sekolah saya sudah sangat terbantu dengan kalkulator yang berkantor utama pertama sekali di kawasan sibuk, Kota Shibuya,Jepang ini.

Tahukah kamu? Casio menjadi merek sekaligus pencipta kalkulator pertama di dunia. Kisah suksesnya datang dari seorang insinyur Jepang, Tadao Kashio. Ia merupakan pria kelahiran 1917 di Prefektur Kochi dari pasangan petani dan buruh bangunan bernama Shigeru Kashio dan Kiyono Kashio. Tadao merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Dari kecil, Tadao sudah memperlihatkan bakat dan kepintarannya. Di tengah kesusahan kedua orangtuanya di masa perang, ia juga nyambi kerja sambil bersekolah di sekolah buruh Waseda, yang kini dikenal dengan Universitas Waseda.

Awal penemuannya dengan kalkulator elektrik pertama  ini diawali dengan proses jangka panjang berbagai jenis usaha, serta jatuh bangun dan saat mengikuti pameran bisnis di kawasan Ginza, Tokyo. Kala itu, sedang berlangsung kompetisi menghitung cepat antara tentara Amerika dan Akuntan Jepang.

Menyaksikannya, Tadao pun terinspirasi membuat kalkulator elektrik menggunakan kumparan induktansi solenoid. Penemuannya pada 1949 itu telah membuat namanya dikenal di dunia sebagai pelopor kalkulator elektrik pertama di dunia dengan merek Casio.

Seiring perkembangan zaman, Casio calculator pun turut menyesuaikan tipenya dengan kekinian. Ada berbagai jenis kategori yang ditawarkan. Nah, khusus punya saya, adalah casio calculator jenis travel yang sangat nyaman dibawa bepergian karena bentuknya yang sangat mini.

Selain itu, kalkulatornya juga sangat fungsional dengan tipe portable 10 digit, yang mampu mengkalkulasi jumlah dan waktu dengan tepat. Jadi, menghitung dimana saja, dan kapan saja, sangat memungkinkan sekali tanpa malu. Mengapa? Karena selain warnanya yang kece, juga kalkulatorku ini, saat pembeliannya sudah dilengkapi dengan cover stylish yang elegan. Jadi sangat fashionable untuk dibawa bepergian.
Beberapa kelebihan dari Kalkulator Casio SL-310UC-LB ini:
  • Portable Type
  • 10 digit
  • tax calculation
  • two-way power (solar + battery)
  • Function command signs
  • Key rollover
  • large display
  • plastic keys
  • profit margin percent.
Oh ya, bagi kamu yang tertarik memiliki Casio Colorful Calculator dengan tipe yang sama denganku, bisa menggunakan voucer dengan kode WINCASIOEV6583 saja. Gunakan saja kode ini kala membelinya dengan menggunakan website dan aplikasi MatahariMall.com ya. Menggunakan kode itu, kalian bisa bebas memilih warna kesukaan kalian, dan juga bebas mendapatkan diskon 20 persen. Untuk aturan penggunaan voucer, bisa cek ke tautan ini ya. ***


PS: Tulisan ini diikutkan dalam Casio Blog Competition dengan thema : Little Things I Do To Boost Mood and Productivity 2018. (*)
Samgyeopsal dimakan dengan slada, kimchi, dan boltegisal, rebusan bayam wijen, dan sambal.
F.Chaycya Simanjuntak/CatatanTraveler (taken by iphone 5)
MENGAWALI kerja di 2018, oleh kantor tempat saya bekerja di Batam, saya mendapat kesempatan pelatihan sekaligus dibantu tugaskan di kantor grup Cabang Jakarta. Jadi, sepulang mudik dari Balige di Toba, saya langsung berangkat ke Jakarta dan akan menetap di sini selama beberapa bulan ke depan.

Di kantor tempat pelatihan di kawasan Kebayoran Lama, saya langsung diperkenalkan dengan editor bernama ci Sicillia Brigita. Saya panggil dia mba Sisil. Dia menjadi tim editorku yang pertama di pelatihan jurnalistik ini.

Berkenalan dengan mba Sisil di dapur redaksi di lantai tiga di kantor. Ia memberikanku gambaran seputar desk yang akan saya kerjakan. Ya, saya menangani dua penugasan liputan, yakni Kampus Kreatif setiap hari Senin-Jumat dan juga Kolom Inspirasi yang ditulis secara feature setiap minggunya.

Berat di medan baru? hmmm sometimes, awalnya ada rasa khawatir. Bagaimana ya, ini Jakarta kan saya belum hafal berbagai sudut ruang dan aneka medannya. Kira-kira saya bisa nggak ya?  Beruntunglah ada transportasi online masa kini. Hari-hari saya penugasan liputan dibantu oleh mereka, om gojek, bapak gocar kalau lagi hujan dan liputan mendadak, hingga abang grab. Rasa khawatir pun menurun dua tingkat. _Terimakasih yang tulus buat mereka. Tanpa mereka dan bantuan google map, saya tidak akan tahu Jakarta. Boro-boro naik angkot, sekalinya naik angkot, saya malah diketawai adik ipar dan malah disuruh hati-hati ama adik sendiri. Ya sudah deh, transportasi online jadi andalan_.

Kembali ke laptop. Jadi ternyata guys, mba Sisil ini sama kaya saya juga. SUKA DRAMA KOREA. hahaha. Di samping mejanya, ada backdrop salah satu drama Korea populer, yang ianya turut diundang ke sana kala peluncuran episode perdananya.

Me: Mba Sisil demen film Korea?

Mba Sisil: Eh iya. Karena liat ini ya? (Sambil nunjuk backdrop)

Me: Enggak, dibilangin mas siapa itu yang kepala HRD. haha. Paslah, saya juga demen film Korea sedari SD.
Maka jadilah kami nyambung akan segala hal. Semua pembicaraan berujung kepada pembahasan aneka judul Drama Korea. Sampai di kantor itu, yang tadinya saya masih canggung, menjadi malah makin akrab dan hangat, karena mereka lihat kita berdua langsung cepat akrab hanya karena Korea tersebut. haha

Liputan pun berjalan dengan (puji Tuhan) sukses dan lancar. Laporan ke mba Sisil selalu aman. Dia jarang sekali komplain. "Cha, gua suka tulisanmu," ujarnya.

Hingga suatu kali, kala pembicaraan Drama Korea berlanjut ke kuliner dan pengalaman minum soju. Maka jadilah dia mengajak, "Yuk Jumat depan makan siang bareng yuk. Kan itu Sabtu nggak ada kolom Kampus Kreatif, jadi bisalah kita santai lunch ala Korean sambil belanja-belanja kosmetik Korean gitu deh," pinta mba Sisil.

Emang dasarnya saya doyan makan alias pemakan segala, langsung mengiyakan. "Yuk deh mba," balasku.

Jumat yang ditunggu pun tiba. Tetiba, grup redaksi langsung mendapat pengumuman dari mba Nia, sekretaris redaksi yang memberitahukan "Nanti Jam 2, seluruh redaksi rapat umum. Diwajibkan hadir," Jleb!!! maka batallah aksi makan Boltegisal ala Korea.

Penuh drama. Minggu pertama, batal karena rapat. Minggu kedua, setelah rencana fix dimana gitu, dengan penelusuran online, daftar  restoran Korea dengan menu recommended di Jakarta. Hampir fix menuju salah satu restoran di Pantai Indah Kapuk (PIK) tapi ternyata, saya mendapat tugas liputan jam 1 di Jumat selanjutnya.

What a dayyyyy!!! Minggu depannya? Jadi begini, di hari Kamis minggu depannya, saya memilih begadang untuk mengerjakan bahan Inspirasi. Tetiba ada undangan dari Humas UI mengenai Dies Natalis ke 68. Itu tuch yang si ketua BEM-nya mendadak semprit Presiden Joko Widodo dan mengangkat buku bersampul kuning. Kejadiannya disitu tuch. Batallah lagi acara makan siang. Hufftt. Ya sudahlah, akhirnya saya meet up dengan bang Budi, senior kantor dulu di Batam yang kini berdomisili di Jakarta. Kami makan di restoran dekat kantor.

Kembali ke kantor, ketemu mba Sisil. "Chya maaf, tadi saya juga ketiduran. Kakak aku kan mau balik ke Papua, jadi saya dari pagi temani belanja dulu. Kecapean eh bablas. Jumat depan harus jadi ya?. Kita makan di Chung Gi Wa saja di Gancit, biar dekat kantor. Pun klo ada rapat-rapat mendadak, bisa langsung kabur balik kantor," ujarnya.

Oke deh mba Sil, Padahal saya merasa kecantikan sudah meningkat mirip Song Ji Hyo kala membayangkan daging boltegisal berpadu daging panggang Samgyeopsal dicampur slada masuk ke mulut, lalu minum soju.. hiks.. (bersambung)





SUDAH 24 hari melalui 2018 ini. Baru segitu perjalanan 2018 sudah banyak cobaan, rintangan, dan hinaan yang saya terima. Lha, kok hinaan? Ya benar hinaan. Bukan hanya kepada saya saja, melainkan kepada ayah, ibu dan keluarga intiku.

Kok bisa? Ya bisa. Apa yang Tuhan bolehkan kita lewati dan hadapi, maka itu akan terjadi. Bersyukur saja, Dia memberi kesehatan dan kekuatan untuk melewati ini semua.

Siapa yang menghina? Eh sebentar, bukan hanya hinaan, tapi juga hujatan dan bahkan sadisnya, keluarnya kata-kata kutuk dan bajingan. Ya kali itu datang dari orang lain, ini datang dari bagian keluarga sendiri. Kejam? Iya secara manusia sangat kejam. Bahkan kalau menuruti kedagingan, ingin rasanya membalas, menghujat balik sambil membelikan kaca segede lemari dan kirim langsung ke rumahnya. Tak mengapa rugi deh, yang penting mereka-mereka itu ngaca. Tapi apakah itu akan menyelesaikan masalah? TIDAK.

Seperti perkataan orangtuaku, “Jangan membalas, diam saja. Siapa yang tidak bisa menjaga perkataan yang keluar dari mulutnya, maka perkataannya akan balik kepadanya. Hidup itu dengung, jangan membalas. Biarkan Tuhan yang membalas”

Oh God, bagaimana bisa ada dua orangtua setegar itu? Dikatakan terkutuk, dihina dibilang gila, didoakan cepat mati, bahkan disebar berita-berita bohong lewat persekongkolan, bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu? Oh God, ajari aku supaya bisa menjadi seperti mereka. Yang memiliki hati yang mengampuni, menghapus dada menahan amarah ketika ludah-ludah sampah ditujukan ke daging daging kami sendiri.

Ada banyak air mata, doa yang tidak terputus, amarah yang menyala-nyala, selama 24 hari berjalan ini. Tapi lihatlah, di balik hujan, Tuhan selalu memberi pelangi. Meski pelanginya kini masih samar-samar, tapi ada harapan. 

Di saat kata kutuk ditujukan kepada kami, Tuhan memberikan berkat dan sukacita melimpah. Adikku menerima berkat SK penempatan baru, aku mendapat pelatihan dari kantor, dan yang terpenting, bapa dan mamaku yang selama ini diserang lewat perkataan tak guna, dan serangan lewat pikiran, dan ancaman, tapi tetap semangat menjalankan aktivitas di tengah pergumulan jahat ini. 

MOVE ON, lupakan apa yang ada di belakangmu. Buang energi-energi negative, jangan membalas. Karena ada nats tertulis dari Keluaran 14, bahwa Allah-lah yang berperang melawan musuh-musuhku. Aku tidak akan takut, aku hanya diam saja melihat itu terjadi. JANGAN MEMBALAS. Hanya saja, untuk saat ini, aku butuh peneguhan hati, memohon kekuatan dan ketegaran supaya aku kokoh tidak membalas, melainkan menunggu waktu Tuhan saja.

Dear God, Berikan aku kekuatan dan ketegaran melalui hari-hari di 2018 ini. Terimakasih penyertaanMU untuk 24 hari yang sudah kami jalani. Lindungi keluargaku, berikan umur yang panjang, kesehatan, ketegaran, semangat, dan rezeki kepada kedua orangtuaku. Ampunilah orang-orang yang menyakiti kami, dan ampunilah kami atas kesalahan kami kepada orang-orang, baik yang kami sengaja maupun tidak kami sengaja. Biarlah Engkau yang mengubah perkataan kutuk manusia yang ditujukan kepada keluargaku, menjadi berkat bagi kami dan juga bagi yang mengutuki kami. Ajar kami untuk merefleksikan kasihMu di kayu salib, sehingga kami tidak hanya bisa berkata-kata kasih saja tanpa mempraktikkannya. Jangan biarkan kami memperkatakan kasih ke orang-orang, tapi malah menjual saudara sendiri, menjebloskan abangnya sendiri. Biarlah hujatan, hinaan, dan bahkan penghilangan pengakuan manusia kepada kami, semakin memperkuat iman kami. MOVE ON!!! Biarlah Engkau juga yang membuka jalan bagiku dan keluargaku untuk move on, maju, melihat masa depan dan melupakan rasa sakit yang kami terima selama ini. Di atas segalanya itu, ajar kami menjadi manusia-manusia yang mengingat kebaikan orang-orang kepada kami, dan melupakan kebaikan-kebaikan kami kepada orang-orang.

Dear Lord, aku percaya, tanganMU berkuasa atas kehidupan kami di 2018 dan di tahun-tahun selanjutnya. Turun tanganlah kiranya Engkau dalam hidup kami, hati kami. Aku percaya Engkau menjaga, Aku Percaya Engkau melindungi, Aku Percaya dan selalu bersyukur atas apa pun warna-warni kehidupan yang aku dan keluargaku lalui. Aku percaya Engkau mendengar doaku, Amen.

MENGAMPUNI.Terdiri dari 10 suku kata, enam huruf konsonan, dan empat huruf vocal. Sangat mudah mengatakannya, tapi menjalankannya? Ini sekarang yang sedang aku perjuangkan, supaya dengan hati yang ikhlas, aku bisa mempunyai hati mengampuni kepada siapa pun. Mengampuni, Mengampuni, dan selalu Mengampuni.

Ada berapa diantara kalian yang saat ini sedang dalam pergumulan berat? Mengalami pergolakan batin yang hebat antara membalas atau mengampuni di saat tekanan dan masalah datang merongrong di waktu yang bersamaan?

Ada berapa kalian yang menerima kutuk dan fitnahan dari manusia, tapi kalian justru mengampuni dengan tangis?

Ada berapa kalian yang selalu 'memberikan hati kembali' kepada tukang2 fitnah, pembohong, penyebar gosip murahan, pemecah belah keluarga, tapi perbuatannyan kembali berulang dengan perilaku lama? Ditolong, dibayar, ditopang, ada masalah keluarga kalian yang dicari, tapi justru menciptakan masa-masa sukar kepada kalian?

Ada berapa kalian yang pasrah menerima keadaan? Bukan berserah tapi malah menyerah pada ketidakadilan waktu yang jahat ini?

Sebagai manusia, ingin rasanya kita mencakar. Fitnahan itu tidak membuat luka fisik, tapi akan selamanya membekas dalam relung. Karena itu sebelum berbuat menyakiti orang lain, tanyakan kembali dirimu, lihat hatimu, kaca wajahmu: Sudah benar? Jaga hati,mulut, dan pikiranmu dari segala kewaspadaan sebelum berbuat agar jangan jadi bumerang bagi diri sendiri di kemudian hari.

Oh ya, soal pembalasan bukan hak manusia. Soal hitungan amal dan perbuatan baik bukan urusanmu mempersaksikan, ada Tuhan yang melihat semua, labuhkan semua kepada Dia. DO GOOD BE GOOD.

Dear 2018, be nice to me and to my family.

Eh sampai lupa ngucapin: Happy new year semuanya. Belum telat kan? masih Januari kok. Masih bulan pertama, pembuka tahun. Selamat tahun baruuuuuuuuu... God lead!!!

Big kiss and regards,
COS,
KBL 24012018. 20:21


Country CEO & Chief Executive Agency Prudential Indonesia, Rinaldi Mudahar saat memperlihatkan mesin Apheresis di YOAI, Bandung, Selasa (12/12) lalu.
KALI ini postingan saya Out of Topic (OoT) dari niche blog. Lupakan sejenak cerita mengenai perjalanan, dan kulineran. Hari ini saya concern banget menggali informasi mengenai penyakit salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Kanker.

Bagaimana sih terjadinya kanker menggerogoti tubuh manusia? ketika ada sel normal rusak dalam tubuh, secara biologi, sel rusak itu harusnya mengalami apoptosis atau pembuangan dan mengalami proses penyembuhan sel baru sendiri. Namun, ada sel rusak yang menghindari apoptosis tersebut dan justru membelah diri di dalam tubuh. Sel rusak yang resistan inilah yang disebut sel kanker dan bisa cepat menyebar menjadi kanker.

Pertumbuhan sel rusak ini tidak normal, melebihi kemampuan tubuh. Umumnya, menyerang jaringan biologis dan bermetastasis ke jaringan tubuh melalui sel darah merah.

Ada berbagai jenis penyakit kanker, dan bisa saling terkait satu sama lain. Seperti kanker paru-paru,payudara, hati, perut, rektum, kanker darah, dan yang lainnya. Sesuai perkembangannya yang metastasis, kanker ini bisa menyebar ke seluruh tubuh dan menjadi salah satu penyebab kematian setiap tahun di Indonesia.
Para petinggi Prudential Indonesia saat mengunjungi pasien anak penderita kanker.
Penyakit ini, tidak mengenal batas usia. Dia bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Khusus anak-anak, Yayasan Kanker Indonesia merilis, jumlah anak penderita kanker di negeri ini selalu meningkat di rentang angka tujuh persen setiap tahunnya.

Yang membuat miris, umumnya anak-anak penderita kanker tersebut datang dari keluarga kurang mampu. Keluarganya sangat kesulitan untuk membiayai perawatan dan pengobatan. Sangat diperlukan bantuan untuk perawatan para anak penderita kanker di negeri ini.
Acara pemotongan pipa sebagai tanda penyerahan resmi mesin Apheresis kepada YOAI.
Asuransi Prudential Indonesia pun memberikan dukungannya untuk membantu proses pemulihan dan kesehatan para pasien dengan menyerahkan satu mesin Apheresis kepada Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Bandung, 12 Desember lalu. Selanjutnya,mesin ini akan didonasikan ke salah satu rumah sakit (yang concern merawat para pasien) kanker, yakni RS Universitas Hasanudin di Makassar.

Mesin Apheresis ini, dalam dunia onkologi, berfungsi mengambil salah satu komponen dalam plasma darah. Dalam prosedurnya, komponen darah yang diambil hanyalah komponen yang diperlukan untuk keperluan penderita kanker, dan juga, mesin ini bisa membantu menurunkan sel darah putih sehingga kemoterapi bisa segera dilakukan.
Saat menjenguk pasien di rumah sakit.
Sebagai wujud dan komitmen Prudential untuk Indonesia, selain bantuan ke RS Universitas Hasanudin di Makassar, mereka juga telah membantu renovasi bangsal dan membiayai pengobatan pasien kanker anak di RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Tak hanya itu, sejak 2003, salah satu asuransi tertua di dunia ini telah menyumbangkan tujuh mesin Apheresis. Berikut daftar rumah sakit yang telah menerimanya dari Prudential:
  1.  RS Dharmais, Jakarta
  2.  RSCM, Jakarta
  3.  RSUP dr. sardjito, Yogyakarta
  4.  RS Hasan Sadikin, Bandung
  5.  RSUD Soetomo, Surabaya
  6.  RSUD Sanglah, Denpasar
  7.  RS Universitas Hasanudin, Makassar.
Prudential yang berkembang di Inggris dan sudah berusia 169 tahun ini juga, menerapkan dua aspek tanggung jawab lainnya, yakni bidang pendidikan, dan juga kesiapan penanggulangan bencana. Nah, penyerahan mesin Apheresis ini sendiri merupakan penunjang penyembuhan berbagai jenis kanker sebagai bagian dari aspek tanggung jawab kesehatan.

*Perkembangan Prudential di Indonesia

PT Prudential Life Assurance atau asuransi prudential hadir melayani jasa keuangan di Indonesia sejak 1995 lalu. Perusahaan ini menjadi asuransi paling terdepan di Indonesia dan termasuk dalam grup Prudential plc yang berbasis di Inggris.

Dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia, perusahaan ini fokus dalam produk asuransi. Namun pada 1999, mereka mengembangkan sayapnya dengan produk investasi (unit link). Lalu pada 2007, dipercaya menjadi pasar asuransi jiwa syariah.

Dalam perkembangannya kini, perusahaan ini telah memiliki kantor pemasarannya di berbagai kota di Indonesia, seperti di Batam, Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, dan juga Semarang.

Mereka juga kini melayani sekitar 2,4 juta nasabah melalui lebih dari 271 ribu agen marketing di 409 KPM di seluruh nusantara. Ayo, siapa yang asuransinya Prudential, yuk tunjuk tangan bareng saya. hehe.
***


KARI kepala ikan, ikan bawal asam manis, dan kepiting lada hitam.
MBLO, kalau malam minggu, sunyi sepi tak ada yang menemani, biasanya kamu ngapain sik? mantengin ponsel mulai ngecek facebook, balik ke Whatsapp, lalu ke Path, ngecek email-email lama, lalu kembali ke whatsapp buka archived dengan pilihan nama mantan nggak? Ayo ngaku aja mblo. Nggak bakal kubilang siapa-siapa kok, palingan kubully sepanjang masa di waktu yang tepat. _Demon Smile_
Menunggu pesanan datang.
Tersebutlah di suatu Hari Sabtu malam (baca: Malam Minggu), saya melajukan sepeda motor kesayangan dari rumah menuju P3 Live Seafood di food hawker atau pujasera Pasar Pasir Putih, Ocarina, kawasan Batamcenter. Malam itu, kami sudah bertemu janji dengan mba Dian dan keluarga, koko Aji, dan keluarga kak Menix untuk dinner bersama.
Outdoor
P3 Live Seafood di salah satu food stall di Pasar Pujasera Pasir Putih, sekitar 100 meter sebelah kanan dari jalan lurus arah Ocarina kalau dari Simpang Regata, Batamcenter pun menjadi pilihan kami. _Ah rencana diet yang sudah terpatri menjadi resolusi sejak awal tahun, gagal maneh... gagal maneh tiap ada acara kumpul makan bareng dengan rekan-rekan blogger deh.. Sambil makan, lalu lanjut ngebanyol sampai lupa waktu. Always seru sik_

Malam itu kami memutuskan duduk di outdoor beratapkan langit. Cuaca sangat nyaman, tidak berangin dan tidak hujan. Ada dua pilihan tempat duduk di pujasera ini, di dalam dan di luar ruangan. Asyiknya sik duduk di luar ruangan kaya kami ya kan.

Lantas kami memesan aneka menu andalan dari food stall tersebut, seperti kepiting lada hitam, kepiting telur asin, kari kepala ikan, mie goreng, ikan asam manis, tumis tauge ikan asin, dan dessert yu cha kwe.
Yu Cha Kwe
Nah mengenai yu cha kwe ini, biasanya saya makan cha kwe yang whole plain tanpa isi. Karena makan begitu saja sudah gurih kok rasanya, sering juga itu saya campur ke mie pangsit atau bubur ayam. Nah di sini, di P3 Live Seafood ini, yu cha kwenya enak banget, karena ada isinya berupa campuran ikan dan udang, digoreng, lalu dicocol saus mayonaise. Asli enak banget.
Kepiting telur asin.

Kepiting lada hitam

Ikan asam manis.

Mie goreng.
Disambut ramah cici Jenny Zhang sang owner, para stafnya pun menyuguhkan menu pesanan kami tersebut. Tak lupa memesan minuman air jeruk hangat,es jeruk, teh tarik, dan juga teh obeng (teh manis dingin). " Ada banyak lho menu makanan seafood segar yang kami hadirkan, cuma para pelanggan sering memesan ayam obat dan kari kepala ikan. Itu menu favoritlah disini," ujar Jenny.
Ci Jenny Zhang dengan menu hidangan yang kami pesan.

Menu favorit terendez, kepiting telur asin.
Menu pun datang. Dihidang di meja. Eits!!! don't touch before you captured it. Sebelum didoakan dan dimakan, difoto dulu dong. Namanya juga people jaman now!!! Eh kalau langsung dimakan, trus apa dong penguat cerita saya di blog ini? Ya udah ah, yuk mari foto lalu makan. Laper cuyyy.



Mataku langsung tertuju pada menu kari kepala ikan. Wanginya yang merebak dimasak di claypot membuatku ingin segera mencicipnya. Mencampur kuahnya ke mie goreng, lantas mencicipnya? rasanya? Ya udah deh mending kamu, kamu, dan kamu datang ke food stall ini dan rasakan sendiri. Very recommended i told you.

Saat mencicip daging ikan dari kari kepala ikannya, rasanya itu ya ampunnnnn, nggak ada amis kaya ikan pada umumnya. Dagingnya putih segar. Asli rasanya juara. "Pilihan ikannya kita kasih angco atau kakap merah," jelas Jenny.

Satu porsi kari kepala ikan ini, bisa dinikmati empat orang. Kuahnya yang gurih ditambah sayur kacang lender dan taoki membuat porsinya cukup banyak dan mengenyangkan.

Tak hanya itu, kami yang biasanya makan sambil sesekali ngobrol mendadak senyap. Usut punya usut, karena kami terlalu asyik menikmati kepiting telur asin dari P3Live seafood ini. Baru ini pertama saya makan kepiting telur asin yang rasanya, huffft sulit diungkapkan dengan kata-kata saking enaknya. Saya dan mba Dian pun memuji enaknya menu ini. Mengenai harga, menu kepiting ini dijual mulai Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu tergantung ukurannya. Konsumen bebas memilih.

Pada umumnya, semua menu yang kami pesan malam itu rasanya enak dan luar biasa. Sangat mengenyangkan sekali.

Bagi warga Batam atau pendatang yang ingin mencicip aneka menu di P3Live Seafood ini, bisa datang mulai pukul 17.00 WIB -24.00 WIB setiap hari. Atau bagi kamu-kamu yang malas keluar rumah, tapi ngiler banget pengen beli, langsung delivery order saja ke 081277921988. Mereka juga melayani catering paket atau nasi kotak lho.
Pisang keju coklat (food stall sebelah)

O Luak

Sate tambak.
 Selain stall P3Live seafood ini, banyak juga stall-stall lainnya yang menjajakan aneka menu. Sebut saja stall pisang coklat keju, mie goreng Tanjungpinang, Sate ayam, dan aneka menu makanan dan minuman lainnya. Ya iyalah ya, namanya saja pujasera, pusat jajanan serba ada. ***
Swafoto bersama Zikria menggunakan HP dengan kamera canggih di Aonang, Krabi.
SALAH satu yang paling tak bisa dilepaskan saat traveling adalah kuliner. Yap, mencicip kuliner di sebuah kawasan baru yang kita tuju adalah sebuah kewajiban. Hal ini berlaku mutlak bagiku si Chaya yang doyan makan tapi cita-citanya langsing dan seksi kaya Gigi Hadid. _Mimpi lho_

Sebagai penikmat perjalanan dengan tiket murah, Krabi di Thailand menjadi salah satu negara yang saya kunjungi di 2017 ini.  Kawasan ini rada-rada mirip dengan Phuket, hanya saja cuma sedikit lebih tertib, sepi, dan satu hal yang membuat terpesona adalah kulinernya.

Tahu sendiri kan kau dek? Berangkat dengan tiket budget airline di tangan itu, artinya bagasi nihil, dan hanya diperbolehkan tujuh kilogram bawaan ke kabin. Mengakalinya, saya pun membawa hanya empat potong kaus, dua celana pendek, satu jeans serta sendal jepit, dan perkakas bagian dalam, dan perlengkapan MCK. Di jaman now alias zaman sekarang, tak lengkap rasanya juga, kalau traveling tapi kok ya nggak bawa kamera.

Memasukkan semua perlengkapan ke backpack, kok ya rasanya berat? timbang digital, aihmaaaaak melebihi tujuh kilogram.  Bagaimana ini? Ada perasaan nggak rela gitu ntar di Bandara Changi akhirnya bayar denda karena kelebihan berat barang bawaan. Kan nggak lucu? Apes iya.

Akhirnya kuputuskan, kamera DSLR kutinggalkan. Maka jadilah saya hanya membawa tiga ponsel, yakni Nokia senter (Yang selama di Krabi dinon-aktifkan), iPhone 5, dan juga Asus Zenfone 4. Berat rasanya sik meninggalkan kamera DSLR yang selalu kubawa setiap perjalananku mengunjungi tempat-tempat baru atau luar negara. Namun kali ini, saya memberanikan diri mengandalkan kamera dari iPhone 5 dan Asus Zenfone 4 tersebut. Dua merek tersebut, menurutku  HP Kamera Terbaik yang bisa diandalkan.

Saya pun berangkat. Menaiki kapal ferry dari Pelabuhan Batamcenter menuju Harbour Front di Singapura. Dari sana, menggunakan MRT menuju Bandara Internasional Changi, dan dari Changi saya terbang menuju Krabi International Airport, di Krabi, pulau di selatan Thailand.

Es Krim Kelapa muda di Pelabuhan Chao Fa.

Phad Thai seharga THB 45.
Saya berangkat tak sendiri, berdua dengan rekan, Zikria. Sesampai kami di Krabi, mencari penginapan di Krabi Town, check in, lalu lanjut makan malam dengan menu Pad thai di Cha Ofa Pier yang hanya berjarak 300 meter dari penginapan. Sembari menikmati sunset, sebagai dessert, saya pun membeli es krim dengan bahan 100 persen kelapa muda, susu, dan gula. Mammamia lezatos.

Tujuh hari di Krabi, sembari mengeksplorasi kawasannya, tak lupa juga menjajaki kuliner. Kalau ada orang rela saat traveling menghabiskan duit hanya untuk belanja oleh-oleh, kalau saya rela menghabiskan duit hanya untuk kuliner menu-menu baru sebagai bagian dari rasa penasaran.
Penjual Mango Sticky Rice.

Membeli ikan saba bakar seharga THB 50/ ekor.
Di Krabi Town, kami menikmati sepuas-puas ikan saba bakar hanya seharga THB 50/ ekor. Tak hanya itu, mango sticky rice tiga warna juga menjadi menu makan malam.
Typical menu makan siang di Krabi. Saya suka lalapannya.
Sementara siangnya, kami turun ke pasar Krabi, act like local dengan makan siang di warung, membaur bersama warga dengan menu nasi campur dan sepiring besar lalapan dan sambel mentah yang super duper pedas, serta berburu buah segar yang harganya murah banget. Krabi itu, kawasan dengan surga kuliner yang friendly banget dengan traveler muslim kaya temanku si Zikria.
Buah-buahan segar di pasar Krabi Town. harga rata-rata THB 20.
Setelah menjelajah Krabi Town, lalu berlanjut mengunjungi kota pesisir dengan pantai berpasir putih terpanjang berpadu pulau karst yang indah di Aonang. Kota Aonang ini lebih ramai 24 jam dibanding Krabi Town. Krabi Town, pukul 10.00 PM saja sudah sepi, beda banget dengan Aonang yang selalu ramai dan hidup.
Jus mangga campur pisang.
Bahan jus buah campur di Aonang.
Di Aonang, kuliner pilihan, tak lupa mencicip jus mangga, atau jus buah campur segar di pinggir jalan. Jus tersebut enak banget diminum sambil beristirahat usai mendaki bukit, melewati lembah, berantem dengan monyet, di taman nasional Bhan Nong Thale.
Aonang Beach.
Sekembali dari Aonang, lanjut mengunjungi Tiger Cave Temple. Dengan merental sepeda motor seharga THB 180/ hari kami menghabiskan waktu seharian mengunjungi patung Budha What Tham Sua ini. Perjalanan hari itu sangat melelahkan, sekaligus sangat memuaskan. Trekking ke hutan dengan aneka pohon raksasa menjulang tinggi berusia lebih dari 100-an tahun, mengunjungi gua-gua tempat para biksu Budha bertapa, melewati sungai kecil dengan air yang jernih, lantas mendaki lagi melihat lonceng emas Budha, dan kemudian ditutup dengan makan tom yam di warung lokal.
Tom yam ala warung lokal di kawasan Tiger Cave Temple. Seharga THB 40
Menyambut akhir pekan di sana, mengunjungi Krabi Weekend Night Market, kembali memanjakan perut, berburu kuliner. Mulai dari makan abalone, minum bamboo mojito pina colada, hingga makan abalone rebus yang lezat.
Bamboo mojito pina colada.

Abalone


Onde-onde cimut khas Thailandia.
Semua ini saya abadikan dengan memotretnya menggunakan kamera ponsel Asus Zenfone 4 milikku. Hasil kameranya keren, jernih, dan sudah resolusi tinggi pula layaknya kamera DSLR.

Keren ya zaman sekarang, kita tak perlu ribet lagi membawa segala jenis perlengkapan kamera, lensa, dan segala kerempongannya. Cukup bawa HP saja, semua komunikasi dan kamera dalam satu produk. Tak makan tempat, dan yang jelas, traveling pun jadinya tak rempong.

Oh ya, bagi kamu-kamu yang tertarik traveling dan membawa HP dengan kamera canggih yang hasilnya kualitas DSLR, bisa mengunjungi matahari mall. Di situs e-commerce ini, ada banyak HP dengan kamera berkualitas terbaik dengan harga terjangkau di bawah Rp 2 juta lho. Yuuuk buruan, mumpung lagi promo Harbolnas lho. ***