Latest Posts
(Ki-ka): Bapak, mamak, Qima, bou Poppy dan Amangboru Josep saat wisuda kelulusan adikku paling kecil, Qima di Bandung, Juni 2016 lalu.
BERCERITA mengenai kasih sayang kedua orangtua, tak akan pernah habis waktu saat membahasnya. Ada saja warna-warni hidup yang mereka berikan kepadaku sebagai anaknya untuk dibahas.


Dulu kecil, saya pernah mendapatkan pertanyaan konyol dari teman sekelas. "Seandainya Tuhan memanggil orangtuamu, siapa yang duluan kamu pilih untuk meninggal?". Mendengar pertanyaan seperti itu saat kelas 3 SD pada usia 9 tahun,  ingin rasanya menonjok temanku tersebut. Memberikan bogeman mentah. Siapa dia mengajukan pertanyaan seperti itu?
Namun, semarah-marahnya dan tersinggungnya pada waktu itu, sebagai anak-anak dengan kepolosannya, saya menjawab "bapak". Kala itu saya memang lebih dekat dengan mamak, namanya anak-anak. Trus mengingat itu sekarang, ingin rasanya mengembalikan pertanyaan itu kepada temanku tersebut sambil bilang "Jangan pernah lontarkan pertanyaan seperti itu lagi. Bukan hak kita berandai-andai untuk sesuatu hal mengenai kehilangan. Kehilangan, apa pun bentuknya selalu menyisakan kesedihan dalam ingatan akan kenangan sampai kapan pun".

Saya bersama bapak.
Nah, kalau ditanya "siapa orang yang paling kamu sayang saat ini?" Sudah pasti jawabannya adalah keluargaku. Mengerucut lagi, ini Maret, bulannya ulang tahun bapak yang jatuh pada 25 Maret setiap tahunnya, maka otomatis rasa sayangku pasti lebih banyak ke bapak. Saya sayang bapak, sangat mencintainya. Dia adalah body guard-ku lebih tepatnya satpam sik, sekaligus cinta pertamaku.

Ada cerita mengenai mengapa saya sebut bapak sebagai satpam. Kala itu saya masih SD, mamak membuka warung di depan rumah. Dulu kecil saya anak paling badung diantara saudara-saudara. Suka kabur main ke rumah tetangga saat saudara-saudara pada disuruh tidur siang dengan cara merusak kandang belakang rumah. Ada lagi, saking pengennya makan coklat, saya pura-pura tidur, lalu menungguin semua keluarga tertidur. Dikira sudah tertidur semua, saya beranjak dari kamar menuju ruang tamu tempat mamak menyimpan beberapa barang jualannya dari warung. Saya mencuri coklat jualan mamak dan memakannya santai. Tiba-tiba, bapak keluar dari kamarnya, dan kaget melihat saya makan coklat. Sebelum marah, dia memberikan satu papan coklat di atas meja untuk saya habiskan. "Habiskan itu. Jangan tidur sebelum dihabiskan," ujarnya kala itu. Waah tak beres neh pikirku. Dia pun menjagaiku sampai itu coklat habis, lalu setelah itu? kemoceng bulu melayang ke betis lalu di straap angkat tangan. Hiks, kalau ingatin itu sambil ngakak ke bapak, pasti bapak jawab "Itulah kerjaanmu masa kecil dulu Chakayang, untung tak berlanjut sampai sekarang," ujarnya hahaha.
Bapak saat jalan-jalan bareng mamak.

My pride and joy: bapak dan mamak.

Jalan berdua. Hobi jalan-jalan mereka turun ke saya anaknya lho. ehehe
Beranjak SMP dan SMA, bapak dan mamak makin ketat dalam mengurus kami. Ada jadwal libur, misalnya kegiatan yang diisi bersama rekan-rekan sekolah, kalau tidak ada surat resmi dari guru, dijamin deh mereka melarang untuk kami ikut. Bapak yang paling keras melarang, dengan alasan kalau terjadi apa-apa nanti, siapa yang bertanggung jawab? mending di rumah saja. Sebagai remaja yang hormonnya lagi bergejolak di masa pubertas, tentu itu menjadi hal yang sukar untuk diterima. Berbagai penentangan pun saya lakukan, bahkan mulai membenci bapak. "Mengapa sih susah banget jadi anak mereka ini,  anak-anak yang lain saja diberi kebebasan sama orangtua mereka, mengapa kami tidak? arrgh".

Sesempurnanya bapak mendidik anak, tapi beliau juga jauh dari sempurna. (OK biarkan ini saya tulis sekarang, saya tidak akan malu lagi, karena saya yakin, apa yang kami jalanani bersama bapak, suka-duka, senang-marah, bahagia atau sedih, itu adalah serpihan hidup dalam pengembaraan waktu yang kami alami bersama). Dulu bapak seorang pemabuk, dan juga kadang main judi. Kalau sudah mabuk, pasti kami sekeluarga dibuat malu. Bapak itu ya kalau mabuk, ujung-ujungnya rese. Mamak hampir nyerahlah, siapa juga yang tahan tanganin suami yang kerjaannya mabuk mulu? Kami anak-anaknya sekali dua kali masih bisa nenanginlah, tapi kalau keterusan?

Bapak dan mamak saat ngemong cucu pertama. Ini foto diambil tiga bulan setelah bapak operasi kantong empedu. Makin kurus ya? tapi puji Tuhan itu karena bapak sekarang jaga pola makan untuk kesehatannya.

Main sama cucu menjadi aktifitas dan kebahagiaan tersendiri buat bapak. Ini beliau lagi bagusin mobilnya sambil mencoba menjawab pertanyaan Moses, cucu paling gede, ponakan pertamaku dari abang yang pertama.

Bapak lagi curhat ama Adriel, cucunya dari kakakku yang saat itu baru bangun tidur dan masih loading. haha
Jadi kalau bapak pulang ke rumah dalam kondisi mabuk itu, kami, termasuk mamak akan berlomba masuk kamar, tutup telinga lalu selimutan. _Jahat ya _ Jadi siapa yang menenangkan dong? Ada, adik saya yang paling kecil. Qima nama panggilannya. Dialah yang selalu sabar menghadapi baik buruknya bapak disaat kami mulai membenci bapak kala itu. Ya tak heran sih kalau pada akhirnya bapak menjadikan Qima sebagai boru hasian a.k.a putri tersayang.

Sikap bapak tersebut pada akhirnya membuat keuangan keluarga menjadi terpuruk. Bahkan sempat bangkrut. Dulunya yang sudah punya tiga mobil habis terjual. Kami anak-anaknya terancam tak bisa melanjutkan sekolah. Puji Tuhan, diberikan mamak yang bijak yang mempunyai simpanan secukupnya buat menghidupi keluarga di masa paceklik itu. Tapi itu sampai kapan? Merasa tak bisa 'bernafas' lagi akibat perbuatannya, tiba-tiba bapak berkeinginan membalikkan keadaan kembali seperti semula. Dengan keberanian dan resiko tinggi, bapak menggadaikan rumah ke bank. Dijudikan lagi? Enggak. Melainkan uang gadai tersebut diberikan semuanya kepada mamak supaya kembali berdagang. Kali ini, berdagang kain seperti profesi yang mereka jalani saat baru menikah. Mamak mulai belanja kain ke Bukittinggi, ke Siantar, dan ke Medan. Membantu mamak jualan di pasar, kadang bapak menjajakannya dengan berkeliling, menjual kain ke beberapa rekan-rekannya. Puji Tuhan, resiko tinggi yang bapak ambil menunjukkan hasil. Jualan mamak mulai berkembang, bisa menutupi cicilan ke bank, dan kami anak-anaknya bisa bersekolah tanpa masalah keuangan berarti. Meski itu harus dibayar dengan cara, bahwa kami anak-anaknya tak pernah sepenuhnya 24 jam sehari melihat mereka berdua di rumah seperti kebanyakan anak-anak yang lain.

Senin, Selasa, Rabu, Jumat, bapak dan mamak akan berjualan di kios. Pergi pagi, pulang malam. Hari Kamis dan Sabtu, bisa jadi itu hari merdeka kami karena mamak akan masak enak, atau bisa jadi juga itu waktu mamak belanja kebutuhan dagangan ke luar kota. Cuma Minggu-lah, hari yang benar-benar bisa kami habiskan waktu full bersama bapak dan mamak karena kesibukan mereka sebagai pedagang. Dari hasil pekerjaan itu, mereka bisa menyekolahkan kami, lima anak perempuannya hingga ke jenjang sarjana. _Duuh ini kok saya berasa kaya nulis Kisah Sejati di salah satu majalah yang kadang mamak baca dulu yak?_

Namun ternyata, tubuh pun ada alarmnya. Pola hidup yang bapak alami di waktu muda kini harus dibayar.  Pada 2014 lalu, dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke 61, bapak terkena gejala stroke. Jaringan sel sarafnya diserang, sehingga mengakibatkan bapak susah mengontrol emosi, tubuh bagian kirinya susah dikontrol. Banyak orang yang bilang kala itu, bahwa bapak saya sudah gila.
Bapak usai operasi pengangkatan empedu di Bandung. Dia dijaga adikku Fla.
Dengan nada bergetar,mamak menelepon kami anak-anaknya, termasuk saya. Mamak menanyakan kesiapan kami apabila kemungkinan terburuk pada bapak terjadi. "Kalian tahu bapak sudah sakit. Kalau misalkan terjadi apa-apa sama bapak, seperti lupa ingatan begitu, apa kalian sudah siap?". Mendengar pertanyaan mamak itu, sontak saya diingatkan kembali pertanyaan teman sekelasku waktu SD. Dua pertanyaan itu  terlintas bergantian di pikiranku. Saat itu saya tengah bekerja.  Di kantor, saya berlari ke kamar mandi, tempat ternyaman untuk menyembunyikan kesedihan. Di sana, saya menangis tersedu-sedu, tapi wajib harus menghadapi kenyataan. Saat itu disadarkan akan rasa sayang saya kepada bapak, ikatan ayah dan anak yang tidak akan pernah terputus betapa pun dalamnya benci. Keadaan bapak saat itu mampu mengubah rasa benci menjadi sayang. Saya sayang bapak. "Saya belum siap kehilangan bapak Tuhan. Sembuhkan penyakitnya," pintaku pada Tuhan sambil tersedu-sedu disaat mama menunggu jawabanku di seberang sana.

Kembali mencoba tegar memperbaiki nada suaraku yang terisak, saya merespon telponan mamak. "Saya tidak akan malu mak. Apa pun keadaan bapak dulu, sekarang, dan bagaimana yang akan kita lalui ke depan, saya tak akan malu mak. Meski bapak gila, dia bapakku. Mae, kita harus kuat. Termasuk mamak harus jaga kesehatan dalam mengurus bapak," jawabku. Seketika itu pula kuputuskan mengambil cuti kantor dan pulang beberapa waktu merawat bapak.

Di balik doa-doa yang meminta dan berusaha dengan air mata, Tuhan selalu memberi jawaban tepat pada waktunya. PertolonganNya begitu ajaib dan tak pernah terlambat. Beberapa bulan bapak menjalani proses terapi, ditambah dukungan keluarga dan sahabat-sahabatnya, akhirnya doa kami dijawab Tuhan melalui mujizat. Saat orang lain bermaksud menguatkan dengan mengatakan supaya kami berjaga-jaga, karena gejala stroke itu tidak bisa disembuhkan, pun kalau sembuh harus memakan biaya yang banyak, serta waktu yang lama, dan biasanya, stroke itu yang membawa penderitanya pada kematian, justru bapak dinyatakan sembuh 100 persen. Puji Tuhan bapak kini kembali beraktivitas, menyetir mobil, menjalankan usahanya, menjemput cucunya, bahkan sesekali jalan-jalan cari angin bareng mamak. Ah bahagia banget penuh syukur bapak bisa sembuh.

Namun, cobaan belum selesai disitu saja. Seperti kata mamak, "selama manusia masih hidup, akan selalu diberi cobaan. Tergantung kita menjalaninya seperti apa. Pinta mamak, selalulah meminta kekuatan, dan ketegaran pada Tuhan supaya bisa menjalani cobaan itu". Benar, Februari 2016 bapak kembali jatuh sakit. Kali ini tak kalah parah, Kolesistitis atau infeksi empedu. Sudah tiga rumah sakit bapak jalani, tak terhitung biaya yang sudah keluar. Hingga akhirnya, dari Rumah Sakit Columbia Asia di Medan, bapak dilarikan ke Rumah Sakit Advent di Bandung. Oleh dokter di Bandung, setelah pemeriksaan medis, kantung empedu bapak sudah rusak, sudah banyak batu bersarang dan mengalami pembusukan. Kalau tak segera diangkat, nyawa menjadi taruhannya. Operasi pun dilakukan, perut bapak dibelah, pinggang kanannya dibocori untuk pembuangan cairan bekas operasi.

Selesai disitu saja? tidak. Lima hari setelah operasi, bapak mengalami kejang dan kedinginan luar biasa, ditambah sesak akibat penyakit asma turunan. Bahkan sudah sempat berpesan ke mamak, bahwa beliau sudah tak sanggup lagi dan menitipkan kami anak-anaknya. Bapak pun kembali dilarikan ke ruangan khusus di ICCU. Cobaan apalagi ini ya Tuhan? Hidup terpisah di tanah rantau membuat air mata menjadi penyembuh kesedihanku saat itu. Saking kepikirannya bapak, saya sampai terjatuh dan mengalami luka di kaki saat menjalankan tugas. Hampir tiap hari tak fokus dan memutuskan terbang ke Bandung untuk melihat kondisinya. Saat itu, mbak Dian Fernanda menguatkanku lewat komentar di salah satu postinganku di blog. "Semoga ayahnya cepat sehat ya kak," ujarnya kala itu. Terimakasih atas kata-kata penguatannya mba Dian. Izinkan saya berterimakasih hari ini.

Bapak saat bertemankan oksigen kala sesak datang menyapanya.
Saat bercanda dengan teman, yang terpikirkanku hanya bapak. Saya menyembunyikan kesedihan di tengah keramaian kala itu. Saya sangat sayang bapak, saya sangat mencintainya. Ditiap pekerjaanku, selalu terselip waktu buat mendoakannya, memohon kesembuhannya supaya Tuhan memberikan umur yang panjang baginya. Sudah dua kali bapak selalu merayakan ulang tahunnya dalam kondisi sakit. Saya sangat menyayanginya, menghargainya, dan menghormatinya, karena beliau adalah si pembuat kebijakan yang hebat di keluarga kami, penilai dan pekerja ulung dibalik sifatnya yang keras dan tegas dalam mendidik kami. Saya menyayanginya sampai tulisannya yang indah dengan kapur tulis di pintu dapur rumah: "Jangan tangisi kemiskinanmu, tapi tangisilah kebodohanmu",  tetap saya ingat sampai sekarang, dan menjadi motivasi bagiku untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dalam hidup.

Dua kali momen hampir kehilangan bapak, membuatku sadar akan arti dari kata bapak itu sendiri. Pola pengajarannya kepada kami saat masih kecil, kini saya mensyukurinya di masa kini. Disaat orang-orang tak memandang dia, tapi saya memandang bapak. Dia terpandang di mata dan hati kami anak-anaknya. Suatu berkat, saya memanggil pria bernama Jisman Vioneer Parulian Simanjuntak itu BAPAK.
Bapak sama putri kesayangannya, Qima. Saya mah putri kesayangan juga, tapi porsinya beda. hahaha
 Kini, sudah setahun bapak hidup tanpa kantung empedu. Oleh dokter, bapak harus menjaga pola makannya, tidak boleh lagi capek, atau kedinginan. Tidak adanya empedu membuat mamak harus ekstra hati-hati menjaga bapak. Ya iyalah, bayangkan saja tak ada lagi mesin sortir dalam tubuhnya.Capek sedikit saja, langsung berkeringat dan sesak. Jadi, di rumah itu sekarang, mamak merangkap menjadi istri, suster dan ahli nutrisi pribadi bapak. Salah satunya, memasak menu sehat dan menyiapkan satu tabung oksigen untuk pertolongan pertama apabila bapak tiba-tiba sesak.

 Sejak operasi itu, bapak juga sering mendadak kedinginan karena daya tahan tubuh yang menurun. Pada 25 Maret ini, tepat di ulang tahunnya yang ke 64 tahun, meski saya tahu dia hepi apabila Tuhan mendengar doanya dengan mengharapkan saya cepat menikah dan memberinya cucu, _Oh dad, maafkan saya belum sanggup memberikannya sekarang_ tapi karena waktu belum memungkinkan, ini deh ya pa, saya berikan kado spesial yang cocok buat bapak, berupa baju jaket kulit pria dari Elevania, supaya apabila bapak mendadak kedinginan, bisa langsung memakainya. Selain lebih fashionable, bapak juga tubuhnya tetap hangat, sehangat pelukan kami anak-anakmu. hehe.


Oh ya, bapak juga sangat menghargai waktu. Jam tangan tak pernah lupa pakai di pergelangan tangannya. Saya juga ingin memberikan itu sebagai hadiah kepada bapak dan mamak. Dua orang yang sangat saya kagumi dan sayangi. Jalan hidup mereka, warna-warni di dalamnya, sangat menginspirasiku untuk menjadi pribadi yang berguna. Tak bisa berbuat banyak bagi bangsa dan negara, setidaknya bagi keluarga.
Bapak bersama sepupunya yang sudah 36 tahun lebih tak ketemu, aunty Jo yang kini bermukim di California, Amerika Serikat saat upacara kelulusan adikku Qima. Mereka sama-sama punya penyakit turunan, asma. Aunty sudah duluan pergi, she's gone but not forgotten in our heart. Janji mereka supaya sama-sama sehat dan bisa ketemu tahun depan pada akhirnya tidak kesampaian. :(

Keluargaku.
Pa, izinkan saya sekali lagi mengucapkan: Selamat ulang tahun bapakku sayang. Panjang umur dan sehat selalu. Jangan sakit-sakit lagi ya pae, tetap lawan penyakitmu di dalam Tuhan. Bahagia menikmati masa tua bersama mamak, sambil menanti cucu dari kami anak-anakmu. "Cucu? calon menantu saja dulu mana? tunjukin ke bapak?" blass.. BYE ***

Panutanku, kedua orangtuaku.
  
 _Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog Cerita Hepi Elevania_ 

 
SISA-sisa properti di balik pembuatan film I love You from 38000 ft. Lokasi syutingnya di Nongsa, Batam lo kak.
BAGI pecinta film, pasti tak asing dengan nama Hollywood. Ah jangankan pecinta film, anak kecil saja bakal tahu Hollywood meskipun mereka tak mengerti apa makna luas dari Hollywood itu sendiri. Pokoknya kalau ada film barat, kebanyakan pasti mikirnya Hollywood. Hollywood itu ya film barat; film barat itu ya Hollywood. Begitu kira-kira.
BANGUNAN dan lonceng, salah satu properti pembuatan film Jepang, Joker Game.
 Namun apa jadinya, kalau Hollywood itu juga ada di Indonesia? " Lha kok? seriusan? Ah ngaco lu Chay".

Ada, beneran. Namanya Infinite Studios (Studio Kinema Nongsa). Lokasinya di Batam, pulau terluar paling maju di Indonesia, tepatnya di wilayah Teluk Nongsa, salah satu kecamatan paling ujung di Pulau berbentuk Kalajengking ini.
Site map location Infinite Studios di Nongsa.
Sama seperti Hollywood di Los Angeles di Amerika, Infinite di  Batam, Indonesia ini juga merupakan studio atau lokasi pembuatan film. Sudah tak terhitung berapa judul film yang diproduksi di tempat ini sejak berdiri pada 2005 lalu. Tak hanya memproduksi film action, tapi di sini juga mengerjakan divisi animasi yang mempekerjakan para animator terbaik dari berbagai Provinsi di Indonesia, termasuk juga dari luar negeri. 
Old town set.

MEREKA bukan sedang dalam proses syuting berantem dalam drama percintaan remaja LOVE INTO THE DISTANCE . Mereka hanya sedang menunggu angkot saja kok. Dan sampai bangkotan pun gak bakal nemu angkot, secara itu settingan film pinggir jalan .hahaha

Setting old town 1960-an untuk film Singapura; Serangon Road dan 1965.
Lucky me, berkesempatan mengunjunginya, meniliki berbagai ruangannya bersama para rekan Blogger Kepri pada awal Maret lalu. Sudah lama tahu, sudah berapa kali wawancara dan say hi ke Mr.Mike Wiluan, sang owner yang ganteng, suka senyum, dan ramah luar biasa hingga buatku klepek-klepek sama dia. Sudah bolak-balik ke kawasannya juga, tapi untuk masuk sendiri ke studio yang luas kawasannya 14.000 + 30.000 meter persegi ini baru kali ini dong. Kemane aja lo!!!
BANGUNAN indoor studio. Luas banget lho itu di dalam. Bisa disetting menjadi penjara, kota masa depan, ruang club malam di negara asing, etc. Keren ih.

PR Infinite Studios, Mbak Bella menunjukkan foto proses syuting Beyond Skyline yang diperankan Iko Uwais saat syuting menaklukkan monster. Syuting ini berlatar pertarungan di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Nyatanya itu proses syutingnya ada di Batam lo guys.

SPOT futuristik.
Turun dari mobil, dari parkiran menuju bangunan utama perusahaan di bawah naungan PT Kinema Systrans Multimedia itu, bersama mas Bams yang mobilnya saya tumpangi, usai saling sapa dengan para rekan yang lain, Asad dkk, menuju tangga utama, mata saya langsung terpaku pada deretan lonceng raksasa yang tergantung di atas tangga. Melihatnya, pikiranku langsung teringat ruang puja, sama seperti yang saya temui di kuil Budha Maitreya, atau kuil Sen Soji di Tokyo, dan kuil Ei Heiji di Fukui. Melihat lonceng-lonceng itu langsung membuatku merasa damai, merasakan ketenangan yang diciptakan khas kuil.

Namun, ternyata oh ternyata, di balik lonceng itu hanya ruang  pertemuan yang berfungsi serbaguna. Berbalut gordyn panjang diselang-selingi lukisan klasik. Di sudut ruang itu, ada piano, sontak jari ini ingin menari-nari disana untuk mencipta nada dan bunyi. Niat mau menyanyikan satu lagu syahdu, eh tetiba rekan si DuTeKas (Duta Tempelan Kulkas), Chailuk pengen ikut-ikutan. Maka jadilah kami tandem main piano dan menyanyi. Sama seperti fungsi dari Infinite Studios itu sendiri, ketika Alfie merekam video kami saat main piano dan bernyanyi, namun hasil akhir lewat gambar visual yang kami publikasikan di media sosial pribadi kami sungguh sangat berbeda hasilnya. Sangat luar biasa. Tiba-tiba saja itu video piano, mencipta soundstages dan backlot ala-ala Ryan Gosling dan Emma Stone di film La La Land. Luar biasa!!! itu kerjaan si Chailuk yang hobi kali juga menjadi pemain kibot kampung lalu pengen tenar, setenar Ryan Gosling. Hih. Jangan harap kisanak
LAGI syuting La La Land di ruang serbaguna.

RUANG Serbaguna yang bisa berubah fungsi menjadi pub, kantor, ballroom, restoran, saat proses syuting berlangsung.

Model Victoria Secret, Chairuddin Jenner di salah satu setting location Halfworlds.
Syukurlah satpam memanggil kami, dan berakhirlah derita nestapa tuts piano yang kami mainkan dengan tekanan tenaga powerful kaya mengulek sambel itu. "Mas, mba, dipanggil briefing oleh PR-nya di luar," tanya si satpam ramah namun dengan tatap tajam. haha

Berjalan ke luar, membaur bersama para blogger lainnya, kami pun diterima dengan hangat oleh mba Bella Yolanda, Public Relation di Infinitie Studios tersebut. Dimulai dengan salam perkenalan, lalu dilanjutkan dengan keliling studio indoor dan outdoor dengan mbak Bella sebagai guidenya.

Mengelilingi studio indoor dengan luas 30 ribu meter persegi ini, diawali dengan mbak Bella mengemukakan bahwa semua setting location yang ada di studio ini adalah fake. Kaya lonceng raksasa yang tergantung di dinding pintu masuk itu tadi adalah palsu, dan sangat ringan.
JANJI Joni yang diperankan Mero dan Bams Nektar. lol

INI dia jam raksasa dengan dinding, properti set film Jepang, Joker Game.
Di sini, kami juga masih menemukan sisa-sisa slot dan spot syuting berbagai film, seperti dinding dengan jam raksasa yang hanya empat meter. Ini menjadi lokasi syuting film asal Jepang Joker Game yang dibintangi Kazuya Kamenashi dan Kyoko Fukada pada 2015 lalu. "Wait, jadi Kyoko Fukada sudah pernah datang ke Batam?" Sudah kak. Tepatnya sudah pernah syuting di Batam dan saya sebagai penggemarnya di zaman SMA tak tahu. *sedih

Dalam tayangannya di film Joker Game, ini jam raksasa seolah terpasang di menara tinggi dan di dindingnya merangkak si Kyoko yang meminta diselamatkan dalam sebuah pertempuran. Keren ya? syutingnya hanya di indoor, tapi tayangnya seolah nyata. Warbiyasak neh kerjasama studio, direktur, produser dan casting narratornya.
Mbak Bella di sumur buatan, properti pendukung film  Headshot.



RUANG penjara.
Tahu film Headshot? film action thriller Indonesia yang dibintangi Iko Uwais, Chelsea Islan, Zack Lee, dan  Julie Estelle ini, lokasi syutingnya pun di Infinite Studios Batam ini lho, termasuk di jety Turi Beach Resort. Adegan yang ada sumurnya, itu bukan di lokasi seperti yang tergambar di film, melainkan dibuat di studio indoor infinite sendiri. Semua content, desain, efek virtual dan visual, hingga proses editing ini film dikerjakan di tempat ini semua. KE to the REN kan? ya wajar dong kalau saya sebut Infinite Studios ini 11-12 eh sekelas ama Hollywood.
Setting spot pembuatan film apa ini hayo??
 
TAKING PICT setting location dengan sudut pandang berbeda.
Selain film Headshot, studio ini juga telah memproduksi film Indonesia berkelas internasional seperti The Raid 2, Halfworlds seasons 1 dan season 2 yang akan segera tayang kembali di HBO channel Asia. Bahkan 50 persen syuting film Hollywood Beyond Skyline juga di tempat ini, di Batam.



SETTINGAN dunia lain untuk film Halfworlds season 2 yang akan segera tayang di HBO.
"Khusus Black Hat yang dibintangi Chris Hemsworth, saya mau luruskan, lokasi syutingnya tidak di Infinite, melainkan di Jakarta. Infinite dalam film ini berperan sebagai tim kreatif yang membantu produksi dan informasi lokasi. Itu saja," jelas Mbak Bella.
BLACK Hat.

ANEKA pajangan proses syuting yang dilakukan di Infinite Studios.

POSTER Joker Game.
Puas mengelilingi tiap spot properti film di ruang indoor, visiting berlanjut ke ruang outdoor. Di kawasan ini, sampai sekarang pengunjung masih bisa menyaksikan properti kota Singapura setting 1960-an yang dibangun persis sesuai ukurannya. Old town setting spot ini sudah digunakan untuk berbagai film Australia-Singapura, seperti Serangon Road, serial drama yang tayang di channel ABC pada 2013 lalu. Tak hanya itu, lokasi ini juga tempat syuting film Singapura, 1965.

Sudah tak terbilang film yang dilahirkan di Infinite Studios ini, dimana propertinya bisa diciptakan menyerupai setting lokasi sebenarnya. Satu kata: KEREN.
INI bukan salah satu scene film yang dilakukan di Infinite Studios, Batam, Indonesia. Anak siapa ini? hahaha. (IF: Lala the Adventurer).
THE GIRL behind the stories of the blog catatantraveler.com

BANGUNAN perkantoran di Infinite Studios. Kaya bangunan rumah sakit di luar negeri yak. Bisa juga neh jd tempat syuting adegan ambulance yang baru datang membawa korban, lalu di pintu ujung sana sudah menunggu dokter Song Hye Kyo. Ala2 Descendant of the Sun gitu deh.. *ngayal


Fakta Unik Infinite Studios:
  1. Merupakan Studio perfilman terbesar di Asia Tenggara.  *Kita Indonesian boleh berbangga. yippiyeeeiyyy
  2. Habis pembuatan film, sebagian besar properti akan dimusnahkan, kecuali yang unik akan disimpan di museum mini.
  3. Mempunyai companion sister di Singapura dengan nama yang sama.
  4. Memiliki fasilitas lengkap, mulai dari ruang make up, catering, akomodasi hotel dan resort, dan lokasi strategis dengan akses ke pantai dan pusat kota. Membanggakan sekali bukan?
  5. Lokasinya berada satu kawasan dengan Nongsa Resort di ujung Pulau Nongsa yang dikelilingi padang golf berkelas internasional.
  6. Pernah mengerjakan proyek-proyek televisi dari Discovery Channel, Globe cast, dll.
  7. Sudah menghasilkan animasi-animasi terbaik dunia dengan memberi wadah terbuka kepada para animator terbaik dalam negeri. Kece *** 
FOTO Blogger Kepri di spot terkece jam raksasa film Joker Game, sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Alamat:
Infinite Studios,
Jl. Hang Lekiu, Teluk Mata Ikan,
Nongsa-Batam,
Kepri-Indonesia.

TERIMAKASIH KEPADA MBAK BELLA DAN INFINITE STUDIOS BATAM ATAS KESEMPATAN KUNJUNGAN INI BERSAMA REKAN BLOGGER KEPRI. 
Diavola pizza ala La Pizza Autentico.
PERSAHABATAN itu bagai kepompong, yang kemudian berubah menjadi ulat, dan proses akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah. Analogi ini, di kehidupan nyata tak semudah dan selancar membacanya. Prosesnya akan melahirkan berbagai rasa, penuh lika-liku. Pernah icip permen Nano-Nano? (Bukan iklan) yang rasanya manis, asem, asin? begitulah ramainya rasa persahabatan itu dalam proses nyata. Kadang bahagia dalam keakraban, kadang menertawakan hal di depan mata untuk sesuatu yang menurut orang lain garing, kadang jutek  dan jealous-jealousan untuk sesuatu hal tak beralasan, bahkan kadang marah-marahan, dan hingga tiba pada puncak maki-makian. Namun hanya sebatas itu.
Bersama sahabat Blogger Kepri. Picture taken by: Angga/SBHB
Persahabatan itu tidak pernah melahirkan saling ketidak-pedulian, mereka itu saling peduli, meski tak saling bertemu setiap saat. Sahabat akan saling mendoakan, memuji satu sama lain di belakang, dan saling ejek-mengejek di depan. Sahabat itu saling mengingatkan dengan 'menampar', bukan malah manis di depan dan menusuk dari belakang. Itulah puncak dari indahnya persahabatan yang bak kepompong itu. Itulah mengapa rasa alkimia persahabatan setingkat lebih tinggi derajatnya daripada rasa cinta terhadap lawan jenis.

Proses seperti itulah yang melahirkan hadirnya sahabat sejati dan itu bisa kita ciptakan di dunia yang semakin gila ini di masa kini. Sama seperti proses persahabatan itu, demikianlah halnya dalam proses mencipta menu makanan dalam seloyang pizza di La Pizza Autentico. Mereka memiliki kesamaan, yakni PROSES itu sendiri. Untuk merayakan hasil akhirnya, mereka sama-sama harus melewati proses terlebih dahulu.

Pizza, sebelum disebut menjadi pizza, ia hanyalah bagian berbeda dari tepung, susu, ragi, air, dan mentega. Akan hadir material lain dalam proses pembuatannya, mulai dari tomat, paprika, saus, keju, hingga yang lainnya. Menjadi seloyang pizza, semua bahan itu akan dicampur, diadon, diuyel-uyel dah, lalu ditipiskan menjadi flatbread dalam loyang. Selanjutnya diatasnya akan dicampur topping dengan material lainnya tadi, lalu dimasak dengan memanggangnya di tungku penuh bara api (dramatis banget ya, lha emang iya kok) hingga matang, lalu disajikan di hadapan para penikmatnya. Bahkan untuk masuk ke dalam mulut pun, pizza itu butuh proses. Tak perlulah saya jelaskan bagaimana prosesnya disini kan?

Di balik mencicip seloyang pizza di La Pizza Autentico itu, ada perayaan dalam keakraban yang kami rasakan antar sahabat Blogger Kepri.
-----------------------------------

Usai memarkirkan belalang tempur, saya langsung bergegas menuju La Pizza Autentico, restoran baru yang khusus menjual aneka menu pizza itu. Restoran ini hadir sebagai bagian dari hotel Swiss-inn di kawasan Penuin, Kota Batam, tempat saya tinggal sekarang. Tadinya, berangkat kesini sudah janjian berangkat bareng bang Ahmadi, rekan kantor yang juga rekan sesama couchsurfer yang kini menjadi karib. Apa daya, saat itu dia menjadi editor pengganti dan tak bisa menghadiri undangan mammam pizza ini. Nasibmulah bang Uma.. Sabar ya? nanti tak kasih voucer mammam pizza gratis. hahaha

Tidak melewati lobi, melainkan saya langsung melompati taman yang di depannya ada tangga datar. La Pizza ini ada dua ruangan dalam melayani pelanggan, yakni ruang terbuka dan tertutup. Di ruang terbuka saat Grand Opening itu, saya langsung bertemu para sahabat yang sudah duluan datang, seperti Kak Rina, mas Bams Nektar, pasangan Akut dan Jike, serta mas Danan Wahyu Sumirat. Mereka membaur dengan para pengunjung lainnya sembari mencicipi pizza dan  aneka menu khas western di hadapan masing-masing. Usai bertegur sapa dan duduk semeja dengan mereka, terlebih dulu saya menemui Cluster PR Manager Swiss-belhotel hotel Batam, Alex Fatrisman yang mengundang saya ke acara tersebut. Saya dan chef Alex (demikian beliau saya sapa) sudah bersahabat akrab sejak empat tahun yang lalu. Ada satu lagi sahabat diantara kami bersama, yakni kak Lestari Hutagaol. Kalau sudah bertemu mereka berdua ini, dijamin lupa waktu dan ada saja pembahasan ngalor ngidul, mulai dari gosip, cerita tentang perjalanan, artis, hingga hal-hal yang layak ditertawakan bersama. Ah i love them so much.
Sepotong pizza.
Cipika-cipiki dengan chef Alex, mencomot tanpa tahu malu sepotong pizza dari mejanya (namanya sahabat, mana ada istilah segan. haha *Pembelaan padahal karena laper saja sik), lalu bercanda sedikit dan dilanjut ngobrol ringan sama Mas Angga, rekan kerja chef Alex di grup Swiss-belhotel Batam. Tak mau terlalu lama mengganggu mereka, yang penting saya sudah setor muka kehadiran,  lalu kembali ke meja rekan BK di luar, menikmati aneka menu makanan dan minum yang tersaji.

Di balik menu makanan dan minuman yang tersaji di atas meja, apabila bersama para sahabat, akan ada canda tawa renyah hasil dari pembicaraan-pembicaraan tak berujung. Nah, kalau Blogger Kepri beda lagi. Sambil bercanda, ada kegiatan jepret-menjepret menu dan cerianya kebersamaan hari itu di La Pizza, baru BK mencicip makanannya. Pokoknya, sebelum aneka menu itu menjadi bahan santapan, terlebih dahulu kamera 'mencicipnya' menjadi sebuah memori. Itulah Blogger Kepri dalam setiap kegiatannya. Ya iyalah ya, kalau disajikan langsung disantap, lantas apa foto sebagai bahan penunjang untuk cerita ini dong? hehe.
Foto dulu baru makan. People  nowadays (include Blogger Kepri).
Malam itu, kami mencicipi dua jenis pizza yang disajikan, yakni Bologna dan Margherita pizza. Oh ya, di La Pizza Autentico ini, ada beberapa jenis pizza pilihan yang dihadirkan, yakni diavola pizza, bologna, margherita, pizza quatro formaggi, stagiomi, dan juga pizza calzone. Semua jenis pizza ini disajikan dengan rasa original khas Italia. "Seluruh menu pizza ini dimasak langsung oleh koki Italia di tungku tradisional menggunakan kayu bakar. Jadi rasa otentik dan wangi khas Italia-nya dapet," chef Alex.
Seperti apa sih cita rasa pizza rasa original khas Italia ini? Sini tak ceritakan seuprit seperti yang udah pernah saya cicipi: Sebelumnya saya tak terlalu tertarik dengan pizza karena tekstur rotinya yang tebal dan rasanya ( menurutku) yang asin. Sering nongkrong di salah satu restoran cepat saji (tak usah sebut merek ya) palingan mencicip sepotong pizzanya saja, selebihnya paling memilih salad atau pun zuppa sup dan garlic bread-nya saja. Hingga pada 2014 lalu, saat bertugas selama tiga hari ke Italia eh ke Singapura, saya dipertemukan dengan restoran mewah di hotel tempat saya menginap di kawasan Sentosa. Nama restorannya, Fratelli-Trattoria Pizzeria. Restoran ini berada persis di Sentosa Getaway yang menghubungkan beberapa hotel di Sentosa, yakni Festive Hotel, Hotel Michael, dan Hard Rock Hotel. Di restoran inilah saya pertama kali mencicip pizzeria autentico ala Naples dan dilayani staf Italian juga. Pizzanya disajikan di nampan kayu bulat yang besar, rotinya tipis banget dengan topping keju creamy, parmesan, dan tomat. "Lha kok tipis banget rotinya? beda dari yang biasanya di Indonesia?" pikirku. Seperti membaca pikiranku, Mba Anggi Murniali dari RWS yang menjamuku kala itu mengatakan "Begini seharusnya pizza khas Italia. Kalau yang di Indonesia atau Singapura dengan brand itu, sudah modifikasi dan khas Amerika banget," jelasnya. Ooooh begitu toh. Ya udah sik, yuk cus kita cicip. Itulah pertemuan pertamaku dengan pizza khas Italia tersebut.

Intermezo: Pembeda Pizza Italia dan ala Western lainnya adalah, pizza Italia disajikan lebih tipis (flatbread) dan pizza khas western (AS) rotinya jauh lebih tebal dan ada modifikasi topping pinggiran dengan hot dog, sosis, etc. Untuk topping, pada umumnya ada kesamaan, cuma khas Italia lebih banyak tomat, mulai dari potongan hingga sausnya. Bahkan kadang udah pesan pizza tomat, eh disuguhkan juga sup krim tomat. _Pengalaman pribadi di Fratelli-Trattoria restaurant_
Kami pun mencicip pizza dengan lahap. Dan tiba-tiba bergabunglah Chotijah, dan belum lama berselang bergabung juga mbak Dian dan sang suami, mas Anang dan si krucilnya Lala the Adventurer. Jadilah malam itu berubah dari Grand Opening La Pizza Autentico menjadi malam silaturahmi Blogger Kepri dengan menu makanan warbiyasak, pizza. Biasa juga makan nasi padang bungkus kalau ngumpul umprek-umprekan. Hahahaha.
Choty mabok pizza.
Malam itu, di restoran yang mengusung konsep dekorasi ruangan yang alami khas pedesaan Italia di dindingnya, demikian juga aneka kursi kayu membentuk tong-tong penyimpanan wine di lantai kayu, semua tamu yang hadir, termasuk kami tampak menikmati suasana pesta, merayakan keakraban dalam seporsi menu La Pizza. ***

Potong tumpeng, sebagai tanda dibukanya La Pizza Autentico Restaurant.

Tampilan ruangan La Pizza.

Suasana La Pizza saat grand opening.


INFORMATION:

La Pizza Autentico @ Swiss-inn Hotel,
Penuin, Batam-Indonesia
Operating Hours: 11.00 am- 11.00 pm (daily)
Menu : Pizzas and five different types of beer.