Latest Posts
Pulau Abang, pulau khas tropis di ujung selatan Kota Batam.
NEVER get bored, itulah yang selalu terungkap ketika membahas keindahan alam dan cita rasa kuliner Pulau Abang. Di balik keindahan alamnya, kuliner khas pulau dengan cita rasa lokal yang disajikan bagi pengunjung sukses membuatku selalu terpesona.

Perayaan ulang tahun yang ke 31, si Scorpio ini memilih pulau ini sebagai Birthday Gift-nya. Ya, setiap tahun, semenjak saya mendapat berkat mampu menghidupi diri sendiri, saya selalu memberikan kado perjalanan buat diri sendiri. Berhubung 2017 ini cutinya sudah punya plot masing-masing yakni 7 hari ke Krabi, Thailand awal tahun dan akhir tahun pulang kampung, maka terpaksalah saya mengorbankan Birthday Trip tahun ini.
Rumput laut yang bisa dilihat dari atas dermaga dengan mata telanjang saking jernihnya air laut Pulau Abang.
Namun, Tuhan selalu punya cara memberi kado pada anak-anakNya. Saya pun diperbolehkan berkunjung kembali ke Pulau di ujung selatan Kota Batam tersebut. Kebetulan, teman traveler dari Vietnam, Nguyen Tanh Toanh juga kembali terpikat mengunjungi Batam dan snorkeling di Pulau Abang. Setelah chatting2an dari dua minggu sebelumnya, maka jadilah kami, Sabtu, 28 Oktober kembali ke Pulau Abang.
Pulau Dedap di kejauhan.
Menggunakan operator trip Pulau Abang milik bang Ledi Seman, dijemput dari Morning Bakery, kami pun berangkat. Bang Ledi berbaik hati menjemput kami karena ia sekalian menjemput barang belanjaan, paket sayur mayur dari salah satu pasar segar di kawasan Batuaji. "Untuk menjaga kesegaran rasa makanan yang akan disajikan kepada para peserta trip. Biasanya kami belanja sayur sehari sebelum trip berlangsung. Mumpung ini tripnya hanya 40-an orang, sekalian saja hari H belanja," ujar bang Ledi sambil menyetir mobilnya.
Setiap mengikuti paket trip dari Bang Ledi, satu yang selalu menjadi kerinduanku selain snorkeling dan island hopping, adalah menu makan siangnya yang selalu segar dan enak. Masih jelas terngiang kala pertama kali menginjak pulau ini, menu kapis rebus dicocol sambel mentah yang segar. Rasanya enak banget.

"Bang Ledi, nanti siang ada menu kapis nggak?" ujarku.

Dia menjawab, rencananya menu makan siang trip hari itu adalah cumi tumis masak hitam, bihun goreng, ikan asam pedas, sup ayam, cumi goreng tepung, dan lalapan. Semua bahannya live seafood. "Coba nanti saya cek di dapur ya? Kemarin lihatnya kapis baru sedikit. Kalau cukup nanti saya minta direbuskan," ujarnya.

Waaah, bang Ledi ini baik banget. Saya pun menceritakannya ke Toanh. Pokoknya selama di perjalanan ini, saat mereka butuh komunikasi, saya yang menjadi translatornya. Haha
Bersama teman-teman baru.
Tiba di Pelabuhan Hasim, kami bertemu dengan kelompok Bank Riau dan juga kelompok dari Vista Hotel. Kelompok Vista Hotel ini tak hanya para pekerja hotel di sana saja, melainkan juga gabungan solo trip lainnya seperti dari polisi, dan lainnya. Saya bersama Toanh pun satu kapal dengan mereka menuju Pulau Abang. Tiba di Pulau Abang, terlebih dulu disuguhkan sarapan teh manis dan nasi goreng ikan teri. Lalu selanjutnya memilih alat snorkeling yang sudah disediakan.
Menu makan siang dengan aneka seafood dimasak segar.

Kami snorkeling di empat titik. Cuaca cerah hari itu sangat mendukung snorkeling. Snorkeling di dua tempat, kembali ke Pulau Dedap untuk makan siang. Dan benar saja, semua menu yang diucapkan bang Ledi tadi pagi, ditambah bonus kapis ada semua. Disajikan dengan prasmanan. Yuhuuuuuu, kelaperan, kami pun makan dengan lahap dan sampai tambu-tambu. Puas banget. "Semua ini istri dan ibu-ibu warga kita yang masak. Kegiatan ini kami lakukan bergantian antar ibu-ibu. Menambah pendapatan ekonomi mereka juga," ujar Ledi.


Trip kali ini, para peserta trip diberi kebebasan selama 2 jam waktu bebas usai makan siang. Tak lupa disuguhi juga kelapa muda nan segar dan manis.



Saat waktu bebas itu, terlihat beberapa warga membawa satu ember penuh bulu babi atau landak laut. Penasaran melihat dari dekat, saya pun minta diajari bagaimana mengambil memisahkan daging dari cangkangnya. "Harus ekstra hati-hati. Dipukul begini, baru pecahkan. Pisahkan dengan kotoran hitamnya, baru ambil yang coklatnya," ujar ibu warga lokal tersebut sambil mempraktikkan membuka bulu babi dengan pentungan kayu.

Mencicip Bulu Babi.
Ah saya tak berani bu, cukup lihat saja. Saya pun diberi kesempatan untuk mencicip. Bulu babi itu kenyal kaya agar-agar, rasanya asin, agak sedikit amis. Ya iyalah ya, secara dimakan langsung tanpa campuran perasan lemon. Eh tapi bikin nagih.. Saya pun makan dua.


Selain snorkeling sebagai kegiatan utama trip, kuliner dan keindahan Pulau Abang yang tersaji juga menjadi bagian yang tak kalah penting untuk dilewatkan. Yuk biarkan foto yang berbicara saja ya.



Homestay Pulau Abang.
Anak-anak bermain pasir.

Lelah usai snorkeling di dua tempat di Perairan Pulau Dedap.
 
Saat hendak kembali ke kapal, dua dari mereka ajak foto bersama. Senang bisa berkenalan dengan teman-teman baru.

Mangrove.






Mural bolu awak.
MINGGU, 3 Desember 2017 lalu, menjadi awal perkenalan Bolu Awak, penganan baru di Batam yang ramah kantong bagi masyarakat umum. Dua hari sebelumnya, saya bersama rekan blogger sudah terlebih dahulu mencicip rasanya. (baca disini)

Ada dua tempat pusat penjualannya, yakni di Ruko KDA Junction - Batam Centre dan di Hotel Vanilla, Penuin. Bolu Awak ini, untuk pertama kalinya dilempar ke pasar oleh-oleh khas Batam dengan tiga varian rasa, yakni Japanese Cheese Cake, Premium Cheese Tart, dan Bolu kukus taro keju.
Japaneese Cheese Cake.
Bolu kukus taro keju.
Mengenai harga, ketiga varian rasa sangat ramah kantong guys. Sebut saja Japaneese Cheese Cake dijual hanya Rp 55 ribu/kotak, Premium Cheese Tart Rp 75 ribu/kotak, dan Bolu Kukus Taro Keju Rp 25 ribu/kotak. Sungguh sangat bersahabat dan tidak membuat cekak kantong kan? Padahal ini penganan, kuliner baru kelas oleh-oleh gitu loh.

"Rasa gimana? kok bisa murah banget?" begitu pertanyaan respon orang-orang ketika aku gossip tentang oleh-oleh baru kota kepulauan berbentuk kalajengking ini. "Soal rasa tak perlu khawatir, enak banget, apalagi bolu taronya. Semuanya dikemas premium, mulai desain warna, kotak kue, hingga goodie bagnya premium," ujarku.

Ya, sejak pertama kali mencicip, saya langsung jatuh cinta dengan bolu kukus taro kejunya. Berwarna ungu mengikuti warna dasar taro atau ubi ungu _Semoga tidak ada andil campuran pewarna makanan yak?_ bolunya sangat lembut, manisnya pas, dan rasa asin gurih sumbangan dari topping keju membuat rasanya perfect. Tak cukup satu potong, harus dua potong, apalagi makannya ditemani susu milo kaya pagi ini. hehe
Arie K Untung (kanan) the man behind The Bolu Awak memberi kata sambutan didampingi MC, Nino.
Siapakah the mand behind the #BoluAwak ini? Adalah Arie K Untung, mantan VJ MTv yang juga presenter senior di Indonesia. Apa? kamu tak kenal? Itu loh, aktor sekaligus presenter yang beristrikan presenter acara gossip artis Fenita Arie.  Jadi, Bolu Awak ini adalah milik Arie K Untung beserta rekan bisnisnya. Arie bersama istrinya Fenita, turut menjadi brand ambassadornya juga.
Tari sekapur sirih saat acara grand opening.
Acara grand opening kemarin, Arie Untung datang dong. Mengenakan tshirt putih list biru sesuai warna Bolu Awak, dipadu dengan syal kotak-kotak dan berkacamata hitam, Arie langsung menjadi pusat perhatian seturunnya ia dari bus bersama rombongan. 
Pengunjung membludak.
Dua baris kelompok ibu-ibu kece nan hitz, langsung menyerbunya begitu ia tiba di cabang utama Bolu Awak di Ruko KDA Junction. Ibu-ibu nan kece itu langsung berebut minta foto, tak menghiraukan permintaan Nino si MC untuk membiarkan acara berjalan dulu, karena nanti bakal ada sesi foto-foto khusus tamu undangan. _Ya biasalah ya, berurusan dengan ibu-ibu rempong eh kece, kelar idup lho. Dicuekin!!! yang penting tujuan tercapai. haha_

"Sebenarnya, tadinya saya mau membawa seluruh keluarga kesini, istri bareng anak-anak. Cuma, karena sesuatu hal, istri saya ada musibah, maka jadilah hanya saya yang datang," ujar Arie dalam kata sambutannya.

Arie menyebutkan, memilih Batam sebagai salah satu kota ekspansi oleh-oleh kekinian-nya, karena kota ini sangat strategis dekat dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia, dan ia juga sudah cukup sering datang ke Batam. " Saya sering ke Batam. Selain itu, bahan kue, misalkan keju ini kan import. Jadi kalau import keju lebih dekat," ujarnya.
Melayani pembeli.
Kapan lagi wefie bareng aktor tenar.
Usai acara gunting pita, seluruh pengunjung dan tamu undangan pun dipersilakan memasuki toko. Karena membludaknya, para pengunjung dibagi per antrian. Jelas saja sik, hari pertama grand opening itu, ada promo beli satu Japanese Cheese Cake, gratis bolu taro dan kartu member. Ada lagi bonus utama, yakni dilayani langsung Arie K Untung dan bebas foto ama doi. Seru ya? Mana Arie orangnya welcome dan kocak banget kan? Pokoknya pelanggan hari itu, excited dan happy banget deh. Sudahlah dapat kue nan lezat, bisa ketemu dan foto bareng artis lagi. _Bu-ibu, sudah diupload ke sosmed semua foto-fotonya kan? termasuk foto selfie yang gagal ngeblur itu sudah diupload bu?..haha_

Arie Untung pun melayani para pembeli sekaligus penggemarnya selama dua jam . Meski lama, ia terlihat tak lelah dan tetap melayani dengan senyuman.  "Semoga bolu awak ini bisa diterima warga Batam," pintanya.
Staf Bolu Awak di KDA Junction Batam Centre.
Usai grand opening di KDA Junction, ia pun melanjutkan perjalanan menuju outlet kedua di Vanilla Hotel, Penuin.  Berangkat kesana, ia diantar langsung tim Harley Davidson Batam. Suasana disana, menurut si mas-mas penjaga outlet yang saya temui kemarin, pas acara pembukaan ramai banget juga.
Sebelum beli Bolu Awak.

Sesudah beli Japanese Cheese Cake Bolu Awak.
Oh ya guys, selama promo opening ini, bagi kamu-kamu pengguna Telkomsel yang menerima SMS promo langsung dari Bolu Awak, bisa menukarkannya di dua outlet tersebut ya. Manfaatin kesempatan itu lho guys, dapat kue dengan harga promo, dapat kartu member juga dengan keuntungan diskon yang berlaku di seluruh cabang mitra Bolu Awak. Selamat hunting Oleh-oleh Bolu Awak Guys!!! ***

Fact:
Cheese Tart.
 
Bolu Awak: Dalam bahasa Melayu artinya Bolunya kita-kita. (Ada juga versi Makassar-nya yakni Boluta yang artinya bolu kita-kita juga). Ini oleh-oleh yang ramah dengan penduduk lokal kali ye, mengadopsi kearifan lokal lewat bahasa. :)

Alamat:
- Ruko KDA Junction Blok D No. 9 Batam Centre
- Outlet Nagoya di Vanilla Hotel, Penuin.

Open: 08.00 am - 21.00 pm (everyday)
Keluargaku.
SAAT masih kecil, terbang ke Jakarta, saya anggap suatu kemewahan. Dimana saat itu, butuh waktu membeli tiket pesawat yang tebal dan bentuknya seperti buku. Namun kini, seiring perubahan zaman, teknologi informasi make how connected we are globally.

Saya di Batam, adik saya Vitri di Pekanbaru setelah tugas penempatan dari Kementerian Kehutanan, sementara kedua orangtua dan dua abang, Roy dan Mindo tinggal di Balige, Toba Samosir, kampung halaman kami. Kok bisa pada berpencar? Ya, kedua orangtua kami memberi kebebasan merantau usai masing-masing anaknya lulus kuliah. Saya sendiri sudah sembilan tahun tinggal dan bekerja di Batam.

Pada November 2016, mama menginformasikan, bahwa Fla, adik yang persis di bawah saya berencana menikah dengan Ray, kekasihnya, di Jakarta pada Agustus 2017. Kala itu, saya sedang berada di Melaka, Malaysia. Saya menyambut baik. " Nggak apa-apa dilangkahin ama adekmu kan boru (panggilan sayang orangtua Batak kepada putrinya). Mudahan kamu juga cepat dapat jodoh ya?" ujar mama kala itu.

Saya menjawab beliau, bahwa saya ikhlas lahir batin meski dilangkahi. Berpikiran terbuka, bahwa siapa pun di keluargaku yang menikah duluan, saya tak akan mempermasalahkannya. Menurutku, jalan kehidupan seseorang, termasuk jodohnya sudah ada Yang atur, siapa saya manusia berhak melarang jalan kehidupan seseorang?

"Saya ikhlas ma, senang banget malah. Kan duluan dateng jodoh adek, ya duluanlah. Berarti keponakanku bakal bertambah juga dong nanti," ujarku sambil tertawa.

Saya suka traveling. Karenanya, orangtua khawatir. Jangan sampai saya keasyikan jalan antar negara, lantas melupakan menikah. Begitu kata mereka. Beliau pun mewanti-wanti supaya saya memberi waktu, turut hadir di pesta pernikahan Fla.

"Harus hadir ya boru, sisakan cutimu untuk acara adikmu ini," ujarnya.

** 
Agustus tiba, saya pun mengambil cuti mulai 16-24. Pesta pernikahan adik dilaksanakan Sabtu, 19 Agustus 2017. Chatting di grup keluarga, dua abangku mengaku berencana berangkat pada 16 Agustus tapi belum beli tiket pesawat. "Eh bareng saja tanggal keberangkatan kita. Sekalian saja deh, saya yang booking-in tiket kita. Ini saya lagi cek-cek harga tiket di Traveloka," ujarku.
Roy, abangku yang pertama pun mengiyakan. Maka jadilah hari itu saya booking tiket penerbangan Garuda Indonesia tujuan Jakarta dari bandara Silangit untuk kedua abangku, Roy dan Mindo, serta satu keponakan, Moses seharga Rp 3.266.003 dengan kode booking JYLD78, dan tiket penerbanganku dari Batam seharga Rp 620.615 dengan kode booking G4LB2V. Sementara, Vitri juga berangkat di tanggal yang sama dari Pekanbaru. Ia sudah lebih dulu membeli tiketnya dari aplikasi Traveloka juga.

Booking tiket pesawat di Traveloka ini sangat mudah, nyaman, dan aman. Tinggal buka aplikasinya di ponsel yang sudah terkoneksi ke internet - pilih penerbangan di kolom yang sudah disediakan dengan mengisi data alamat dan tujuan terbang- tanggal keberangkatan -  jumlah penumpang - kelas - lalu lakukan pencarian harga. Fitur best price finder-nya sangat memudahkan dalam memilih harga termurah sesuai kebutuhan.

Selanjutnya, pilih jam keberangkatan, isi data penumpang - beli asuransi mitra traveloka dari Chubb -centang persyaratan persetujuan - lalu ke pembayaran. Setiap pembelian tiket di aplikasi online khusus yang menyediakan layanan perjalanan tiket pesawat dan hotel yang berdiri sejak 2012 ini, saya selalu melakukan pembayaran dengan pilihan kartu kredit. Jadi, sambil leyeh-leyeh nonton film Korea sambil selimutan, saya membeli tiket pesawat buat kami berempat.
Hari yang ditunggu tiba, kedua abang dan ponakan, berangkat pukul 11.20 WIB dengan estimasi ketibaan di Jakarta pukul 13.30 WIB dari Toba. Adikku berangkat pukul 13.20 WIB dari Pekanbaru, dan sementara saya, berangkat dari Bandara Internasional Hang Batam pukul 14.15 WIB dengan estimasi ketibaan pukul 16.00 WIB di terminal 1 C, Bandara Internasional Soekarno Hatta. Itu artinya, saya yang paling terakhir tiba di Jakarta.
Horeee, bapak dan mama jemput saya yang tibanya terakhir di bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Bapak dan mama menawarkan diri menjemput kami ke bandara hari itu.  Keempat anaknya dan satu cucunya datang dengan rentang jam berbeda di hari yang sama, siapa yang tidak rindu? Abangku yang pertama tiba,  sembari menunggu kami, mereka nongkrong dulu di bandara. Kemudian, saya tiba dengan jadwal yang hampir bersamaan dengan Vitri, karena penerbangannya delayed sekitar 30 menit dari Pekanbaru.  Dan seremonial ala bandara pun terjadi, saling berpelukan antar saudara sembari tanya kabar sambil mendorong troli ke parkiran, lalu berangkat menuju rumah adikku paling bungsu, Qima di Green Pramuka. Namun, karena tim terakhir yang baru tiba di Jakarta hari itu pada kelaparan semua, maka kami pun memutuskan makan malam dulu ke kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Formasi kami (hampir) lengkap minus kakak nomor tiga yang tidak dapat izin dari tempatnya bekerja. Meski begitu, kami melakukan video calling kepadanya. Kami saling tertawa sambil menguatkannya karena tak bisa ikut. Malam itu, kumpul keluarga yang seru dan bahagia, #JadiBisa Berkat Traveloka. "Traveloka ini memang kece ya. Segitu harga yang tertera, segitu juga harga yang kita bayar. Nggak tipu-tipu," celetuk adikku.

Saya pun mengiyakan. Traveloka memang terkenal dengan honest price-nya. Dimana, price you see = price you pay. Tidak ada booking fee, tidak ada juga harga tersembunyi. Semua terpampang nyata dengan bebas pilihan terbang dengan pelayanan lebih dari 52 maskapai.

-Pernikahan di 19 Agustus
Bapak dan mama bersama kedua mempelai, Fla & Ray di hari bahagia mereka.

Sehari sebelum pernikahan adikku, segala kerempongan makin menjadi. Pagi hari turun ke lokasi resepsi di Gedung Mulia & Raja untuk memeriksa segala persiapan. Siang hari bapak, mama, dan calon pengantin berangkat ke Pondok Kopi. Karena dari rumah keluarga di sanalah, pihak mempelai pria menjemput adikku sebelum pemberkatan ke gereja.

Sementara saya dan dua adikku tetap tinggal di apartemen. Adikku yang menikah, kami bertiga yang deg-degan, bahkan sampai tak tidur. Pukul 02.00 WIB dini hari, San Juan MUA yang juga teman sekelas adikku ketika SMP datang. Dialah yang merias wajah kami bertiga. Bayangkan dini hari, dari mulai matahari belum terbit, kami sudah harus dandan untuk acara tersebut.
Foto bertiga dulu bersama Qima dan Vitri sebelum berangkat.
Selesai dirias, kami langsung berangkat menuju Gereja HKBP Jatiwaringin untuk mengikuti prosesi pemberkatan pernikahan. Seluruh keluarga sudah ada di sana saat kami tiba.
Ungkapan hati, delapan jam sebelum pernikahan adikku.
Pukul 09.30 WIB, pemberkatan pernikahan pun dimulai. Adikku beserta pengantin laki-lakinya berjalan menuju altar. Dia sangat cantik dengan balutan kebaya putih. Senyum kedua mempelai tampak merekah. Saking bahagianya, saya sampai menitikkan air mata.  Akhirnya, adik yang dulu masih kugendong, yang dulu masih jadi teman sepermainanku, yang dulu masih membersihkan ingusnya, kini menikah. Saling mengucap janji suci di hadapan Tuhan: Apa yang dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan manusia.

Usai pemberkatan, seluruh keluarga langsung menuju gedung untuk mengikuti prosesi adat. Pernikahan di 19 Agustus itu dihadiri banyak keluarga dan berjalan lancar. I thank God.


-Terimakasih Traveloka
Bersepeda di Kota Tua bersama mama.

Bersyukur pernikahan adikku berjalan lancar. Beberapa hari mengisi waktu sebelum pulang ke tempat perantauan kami masing-masing, kami pun berkeliling Kota Jakarta, mengunjungi lokasi-lokasi wisata seperti Kota Tua, menikmati kuliner, dan juga kunjungan ke rumah keluarga sepupu sebagai bentuk terimakasih.
Sisa hari-hari di Jakarta kami isi dengan keakraban antar keluarga.

Satu hari sebelum kepulanganku ke Batam, saya mengajak mereka ke salah satu mall besar di Jakarta Utara. Semuanya sudah bersiap. Namun, tiba-tiba asma bapak kambuh. Mama pun memutuskan untuk tetap tinggal merawat bapak di apartemen dan memaksa kami supaya tetap jalan. "Pergi saja tak apa. Saya bisa rawat bapak. Ajak itu ponakanmu main, biar dia senang," ujarnya. Mereka sangat menyayangi cucunya.

Kami pergi, namun hanya sebentar saja, hanya membeli oleh-oleh, ajak ponakan main, makan, lalu pulang.
Bersama ponakan, Moses.

Malamnya, bapak makin sesak dan pucat, dan lemas. Pukul 23. 15 WIB, kami melarikannya ke salah satu rumah sakit swasta di kawasan Salemba.  Bapak langsung mendapat perawatan intensif di UGD. Oleh dokter yang memeriksa, selain asma, bronkhitisnya juga kambuh, ditambah kelelahan. Dokter menyebutkan, udara Jakarta memang tak cocok dengan bapak. Di usianya yang ke 65 tahun, bapak sudah tak punya empedu lagi. Sudah diangkat pada 2015 lalu di Bandung. Demikian juga paru-parunya sudah rusak, dan sudah dua tahun ini oksigen selalu standby di rumah, juga oksigen hirup saat beliau melakukan perjalanan seperti ke Jakarta ini.

Bapak harus rawat inap. Sadar mama juga masih lelah karena habis pesta, saya-lah yang bolak-balik mengurus segala administrasi rawat inap bapak. Waktu sudah menunjukkan pukul 12. 48 WIB saat bapak diantar ke ruang perawatan lantai empat rumah sakit.

Kalau sudah begini kondisinya, siapa yang rela meninggalkan orangtua? Adikku yang baru menikah masih bulan madu ke Maladewa, Vitri sudah balik ke Pekanbaru, dan Qima besoknya harus bekerja karena ada penugasan ke Kantor Pajak. Mama yang jaga? bisa. Tapi apa iya saya rela? sementara mama tak bisa cekatan kaya dulu lagi karena kakinya juga sudah sering sakit seiring pertambahan usia.

"Bapak sakit, sementara saya harus pulang besok ke Batam. Mana tiket sudah dibeli lagi? Kalau saya tak pulang, hangus dong ini tiket," pikirku.

Galau sesaat, hingga akhirnya kuputuskan untuk reschedule/ mengubah jadwal penerbangan menjadi maju tiga hari dari tanggal keberangkatan. Membuka aplikasi Traveloka, memilih reschedule. Syukurlah aplikasi ini menyediakan pilihan reschedule. Mengubah detail penerbangan jadi mudah dengan Easy Reschedule-nya tanpa perlu menghubungi maskapai yang bersangkutan. Tinggal bayar tambahan harga, e-ticket baru pun langsung dikeluarkan melalui email. E-ticket ini juga tersimpan di kolom "pesanan" aplikasi Traveloka apabila kita terdaftar sebagai member aktifnya. Mudah banget.


Berhasil reschedule, saya menjaga bapak selama 24 jam di rumah sakit bersama mama.  Bapak akhirnya diperbolehkan pulang setelah empat hari dirawat di sana. Dan saya pun pulang ke Batam dengan nafas lega dan bersyukur karena bapak sudah pulih. Terimakasih Tuhan, terimakasih juga atas kemudahan pelayanananmu Traveloka. ***

  Tulisan ini diikutkan dalam Kontes Blog #JadiBisa dengan Traveloka.